Monday, March 28, 2022
![]() |
| Foto oleh Jose Barrios dari Pexels |
Bismillahirrahmanirrahiim
Actually
this is so surprising for me karena bener-bener dadakan dan diluar rencana. Yang pada awalnya enam
tahun sembilan bulan tinggal di asrama dan sekarang harus tinggal di kostan,
sendirian lagi. Ya namanya juga tinggal di asrama dalam satu ruangan tentunya
gak sendirian dong, ada banyak temen-temen lain yang sama tinggal dalam satu
ruangan. Terbiasa berisik, makan bareng-bareng, kemudian pasti sering ngobrol
dan sekarang harus berubah seratus delapan puluh derajat dengan kondisi kostan
yang sendirian, sepi, dan apa-apa harus sendiri. Di awal-awal aku sering nangis
dan pasti nelfon orang rumah atau teman-teman di asrama.
Specifically, the differences are:
1. Yang biasanya pulang piket ke asrama akan disambut dengan panggilan anak-anak atau ruangan yang ramai kali ini setiap pulang dari sekolah pas sampai kostsan suasananya hening. Paling-paling merebahkan diri di kasur sambil melihat langit-langit kamar yang masih bersih.
2. Dulu pas masih di asrama untuk urusan makan gak perlu repot mikir mau makan apa dan beli di mana karena sudah disediakan oleh dapur tiga kali sehari: pagi, siang dan malam. Tinggal ngambil aja ke dinning room. Sekarang? Hmm.. masak sendiri repot karena gak suka habis. Belanja sayurannya juga gak bisa dalam porsi sedikit. Beli ya gitu-gitu aja. Kalau mau paling pesan makanannya lewat aplikasi.
3. Kalau makan biasanya ada temen atau enggak kalaupun makannya sendiri masih ada yang bisa di ajak ngobrol. Sekarang setelah nge kost? Bener-bener hening. Cuma makan sendiri gak ada temen ngobrol, gak ada temen makan. Makannya kadang sekarang kalau lagi makan suka sambil main handphone atau enggak sambil dengerin radio. Karena sepi banget juga gak enak. Gimana gitu.
4. Kalau ada apa-apa ya mau gak mau harus dihadepi sendiri karena gak ada orang yang bisa diandalkan. Misal ketika ada kecoa. Ya mau gak mau harus menghadapinya sendiri. Ya kali nelfon mereka suruh dateng dari Tasik ke Bandung. Kan kelamaan😅.
5. Kalau mau pergi kemana-mana pastikan isi kostan udah aman seperti lampu-lampu dalam keadaan mati, terminal listrik dicabut kalau gak dipakai. Jangan lupa dikunci. Kalau pas di asrama kalau mau pergi ya pergi karena di ruangan kan ada temen yang nungguin.
6. Di sisi lain enaknya sih ya untuk belajar, untuk menulis suasananya hening jadi lebih fokus. Toilet cuma buat sendiri jadi gak perlu antri. Kalau di asrama kan ya pasti ba’daki ba’daki sebelum mandi. (Yang pernah mondok pasti faham maksudnya).
Terlepas apapun
kondisi aku saat ini, I say thanks to Allah because He has permitted me to live alone
in the kost with the new situation. And this situation teaches me everything
include how to survive. Karena ini bener-bener keluar dari zona nyamannya
aku. Yang biasanya selalu ada di sekitar aku, yang jaraknya dekat kayak mau
ngambil uang ke ATM tinggal jalan ke depan gerbang langsung ada, mau beli bubur
di pagi hari atau di malam hari tinggal jalan aja deket dan selalu ada. Mau beli
air kelapa misalnya tinggal jalan kaki aja udah sampe. Sekarang? Mau ke ATM
(yang sama ATMnya) need more effort. Jalan agak jauh atau enggak naik
ojeg. Mau beli bubur ada sih tapi pagi aja kalau mau malam ya agak jauh juga
tempatnya.
Tapi gak
apa-apa. Alhamdulillah sekarang ya sudah mulai terbiasa dengan suasana baru
ini. Enggak ada lagi males-malesan after shubuh karena kalau
males-malesan dipastikan telat untuk sampai ke sekolah. Senin-Jum’at bener-bener full
dan I must learn how to manage time well. Karena serba sendiri
sebenarnya gak enak *kode keras 😂. Keuangan untuk urusan bayar sewa kost,
makan, minum, keperluan pribadi mau tidak mau harus benar-benar diperhitungkan.
Karena kan sebelumnya gak pernah tuh bayar sewa pas lagi di asrama, makan,
minum free! But once more,
namanya juga hidup apapun itu yang terjadi hadapi dan jalani.
Love,
Ihat
Saturday, March 19, 2022
| Photo by Hanny Naibaho on Unsplash |
Bismillahirrahmanirrahiim...
Akhir-akhir
kemarin aku jarang post ya, mohon maaf karena memang minggu-minggu kemarin
sibuk mengurusi perpindahan. Perpindahan apa? Tentunya pindahan kerja. Jadi dari
awal bulan Maret kemarin aku sudah dinyatakan resign dari tempat kerja
aku sebelumnya, asrama tercinta yang memang almost 6.5 years I spent my time
to dedicate there. Lama banget ya? Aku aja yang ngejalaninnya
ngerasa kayak baru aja kemarin melangkahkan kaki masuk ke Pesantren ini, starting
when I was 18 years old. When I didn’t know everything to know everything. Time
flies so fast.
Honestly,
I have a plan for resigning here because I want to fight my dream. In my plan,
I will leave this boarding at the end of this semester. Maybe around on June. So
when I got the information about job vacancy and it was suitable for me, I
tried it. My application was accepted twice in different place but there was
one thing that didn't support thus I didn’t continue it. And then on November
2021, I got the new information from my friend who lives in Bandung and I tried it
again. I didn’t expect more and thought if this place will make myself be better
and close to Allah, I believe that Allah will place me there. But if this place
just will make me far from Allah, I believe that Allah will never give me that.
I forgot
about my application who was send. Up till December came, I received the message from the
employer that my application was accepted! After that, I followed to interview and the
result was accepted. Then, I was tested for teaching (micro teaching) in front
of the supervisor and also the students. Again and again, I didn’t expect more
but the result… I was accepted! Lastly, psychological test (psikotes). And yaa
I passed it! Ya Allah.. Astaghfirullah, innalillahi wa alhamdulillah when I
received this message and then I sujud syukur. I cried because this was not on
my plan. My friends were happy to hear it but they were also sad because I
would leave this place sooner.
Once more,
semuanya benar-benar jauh dari rencana dan melesat cepat. Bandung is a one of
my dreams which comes to me when I’m turning 24 years old.
To all my beloved
friends,
Unni. Thanks
to always listen my unek-unek 😅atau dengerin Taecyeon/ Lee Min Ho ganteng
yang aku udah bilang beribu kali tanpa bosan. Yang suka dirurusuh buat cepetan
mandi because you’re so hard to take a bath but the soonest kalau mandi. Yang emang
bukan bener-bener bestie pas aku lagi tenggelam di kolam renang 😥. Well,
thanks for your letter. I cried when I read it. Huhuuuu😭. Thanks for supporting
me! Your letter will be pasted in my diary. Ehehhhh.
Ummi Iwin
and Ustadz Opik thanks for always giving advice for me. Entah itu soal
pekerjaan, jodoh 😁 or sometimes always made me jealous karena suka minta
tolong fotoin berdua wkwkw. Makasih karena suka ngajak jalan-jalan. Pangandaran,
Pameungpeuk, walau kadang akunya susah diajak main hehehehhhh.
Teh Tia. Temen sekasur dulu pas masih single. Temen ngobrol soal novel, drakor
jaman dulu yang belum aku tonton, soal hafalan Al-Qur’an, ngaji, sekolah. Ah pokoknya
apapun itu pasti suka diobrolkan hihiiii.
Wa Ichan. Mohon maaf yang suka dipinjem hpnya buat main games, yang suka ngajak jajan
kalau piket bareng, atau enggak aku yang suka ngabisin makanan Wa Ichan
heheehhhh. Yang suka nitip nasi telor Teh Tati 😂.
Tuti. Yang dari
awal pendiam banget, terus sakit dianterin. Orang yang pertama kali suka
dibangunin kalau tengah malem bangun. Kalau apa-apa aku suka minta dianter😅 atau
kalau piket malem kalau aku lagi susah tidur dan dia lagi tidur suka diganggu
biar dia gak tidur karena saking takutnya 😂mohon maaf ya.
Keke. Partner
aku yang tegas ke adonya. Temen nyanyi di ruangan. Yang suka tidur paling
akhir. Yang suka riweuh kalau ada panggilan dari luar negeri 😆yang sama-sama
kalau ada kecoa ributnya ampun 😂 I will miss it when we were finding a cockroach.
Pernah sampai rebutan naik kasur gegara si kecoa yang jalan-jalan ke sana- ke
mari dan ngebangunin orang yang lagi tidur😆.
Arum. Yang suka
cerita soal ke insecure-an bikin aku jadi ngerasa ada temen bahwa aku gak
sendirian kok yang mikirin hal itu. Yang suka ngejajanin, yang pernah dibikin
kesel karena insiden naik sepeda malem pas di Pangandaran. That’s unforgettable
moment! Always make me laugh when I’m remembering it.
Dina. Yang sama-sama
takut kecoa. Yang sama-sama penakut. Yang tengah malem pernah tiba-tiba duduk
kayak hantu, atau tengah malem tiba-tiba teriak bikin aku bangun dan
marah-marah 😅 yang pernah aku marahin di Pangandaram pas lagi snorkelling.
I’m so sorry for that.😂
Tita. Yang apa-apa
serius apalagi kalau udah nonton susah dipanggilnya. Yang sama-sama ingin punya
dream catcher gegara nonton The Heirs. Yang kalau udah ngomong bahasa Sunda
pasti bahasanya terdengar asing di telinga.
Silfi.
Iprit! Wkwwk. Yang kalau ngomong ada aja
hal yang bikin kita ketawa. Yang suka Doraemon. Yang apa-apa kalau get
problems larinya minta nikah. Please
yaa nikah bukan solusi atas masalah-masalah kita saat ini. 😅Yang suka naik
gunung bahkan dia melabeli dirinya dengan sebutan anak gunung.
Teh Yunisa.
Yang anaknya suka aku ambil tanpa bilang dulu ke emaknya. Abis itu aku biarin
dan malah yang lain yang ngasuhnya 😂.
Teh Yuni. Kalau
piket pasti bawa makanan. Yang jadi tumbal buat ngisi kelas 12 kalau lagi
jamkos. Yang sama-sama pernah harap-harap cemas kalau hari Ahad tiba😂 .
Kiki. Yang baru
masuk. Yang apa-apa diem gak banyak omel ini-itu. Paling nanya diam-diam 😂, yang
rajin tahajud. Semoga Mamah cepet sehat ya.
Pak Iiq. Yang
apa-apa pasti minta tolong heheee. Di mulai dari zaman jaga lab karena gak
punya laptop jadi ya lumayan sambil nunggu sambil ikut search, ngerjain
tugas. Ikutan ngeprint karena deadline. Yang suka ikut diririweuh karena
anak-anak. Thanks a bunch Pak Iiq!
Ustadz
Heru. Terakhir kemaren yang ngeh dan nyadar kalau aku itu tenggelam. Thanks
for saving me! Huhuuu. Yang suka julid kadang.
Teh Miftah.
Yang bermutasi dari Murobbiyah menjadi Ustadzah terima kasih atas segala ilmu
dan nasihatnya yang pernah diberikan. Yang sering ngasih traktiran jajanan
hehee.
Ustdzah Eulis,
Ustadz Budi terima kasih sudah mau membimbing, mengarahkan dan mengingatkan. Anak-anak
asuh aku, Indirect terkhusus ruang 16, 17, 18, 19 & 1 terima kasih atas
segala kenangannya. Suratnya yang bikin aku meleleh dan nangis.
Dan untuk
seluruh warga Pesantren yang tak bisa aku sebutkan satu persatu. Jazakallohu khoiran
katsiira. Terima kasih atas segala kebaikan-kebaikan dan juga kesempatan yang
telah diberikan. And I never regret that I’ve ever met all of you in my life. I'm so grateful for our moments together!
Untuk segela
rencana yang hanya bisa kita rencanakan. Maka sepenuhnya mari kita serahkan
rencana kita pada Yang Maha Pemilik rencana terbesar se alam semesta, Allah
SWT.
Love,
Ihat
Sunday, March 13, 2022
| www.canva.com |
Bismillahirrahmanirrahiim
Takut Kecoa? Ada yang sama?
Literally tadinya aku gak akan nulis ini. Cuma
pas mau nulis kebelet pengen buang air kecil dan pas mau masuk ke kamar mandi, Astaghfirullah! Itu kecoa entah datang dari mana
lagi mondar-mandir di belakang kloset bikin aku bergidik dan bingung harus
diapain biar mati. Semprotan buat pembunuh serangga belum beli, padahal tadi pagi
pas ditelfon Mamah bilang suruh beli. Biar pas dateng tuh si kecoa langsung
semprot dan nanti juga mati sendiri jadi bisa langsung dibuang kecoanya. Because
she knows that I'm so scared with cockroach.
Bingung harus diapain, teriak minta
tolong tetangga ya kali mereka dari kemaren pintunya nutup terus dan keluar cuma kalau mau masak doang di dapur umum ( I wanna cry with this situation. I know it’s the first time for
me so I’m not used with this 😭). Kebiasaan 6 tahun lebih di asrama kalau
ada kecoa ya auto teriak, lari pontang-panting dari ujung ruangan ke
ujung ruangan dan nanti giliran Unni sama Tuti yang beraksi. (Selain aku ada Keke sama Dina yang sama-sama takut kecoa jadi suka teriak berjama'ah dan berebut tempat yang aman. Kan jadi kangen kan karena takutnya bareng-bareng gak sendirian😭😆). Atau kalau lagi di
rumah, pasti bakal teriak-teriak manggil, “Mamaahh… Mamaahhh…” “Bapakk… Bapakk…”
habis itu Bapak akan bawa sapu buat mukul si kecoa atau Mamah dengan membawa semprotan
pembunuh serangga.
And now? Mau gak mau aku harus beraksi
sendiri. Bermodalkan cairan pembersih wc yang aku arahkan ke si kecoa malah
bikin si kecoa lari terbirit-birit muterin isi kamar mandi😢. Udah puyeng
kayaknya eh malah mau naik keluar dari kamar mandi. Panik lah! I immediately
brought a broom dan aku pukul langsung si kecoanya eh si kecoanya
malah mau terbang malah bikin aku ngejerit! Untungnya gak kenceng amet karena
aku tahu nanti malah menimbulkan kepanikan bagi yang lain. Masa gegara kecoa
heboh. Kan nanti gitu 😔. Ok. Masih dengan pegang sapu, si kecoa bener-bener
keluar dari toilet dan lari ke pojokan
deket botol gas kecil. Memaksakan diri untuk berani padahal sebenarnya takut
setengah mati, aku mencoba buat neken si botol ke dinding dan alhasil si kecoa
malah keluar mau lari ke arah aku tapi malah balik lagi ke belakang si botol. Duh
udah pengen nangis! Mana di luar hujan lagi, petirnya nyamber gede! Aku tarik nafas
coba buat sekali lagi meski dengan perasaan takut sampai akhirnya aku mengulanginya hingga 3x.
Dan di ketiga kalinya ini lah akhirnya si kecoa udah mulai gak berdaya dengan
keadaan terbalik. Yes! Buru-buru aku seret pakai sapu meski dengan
was-was dan pas aku buang ke luar ruangan nihil! Itu se kecoa entah lari ke
mana. Lho bukannya tadi udah kebalik ya?
Aku cek lagi dan dia lari lagi ke pojokan
itu! Arghh!!! Aku kembali lagi melakukan hal yang sama, memukul itu si kecoa hingga
terbalik lalu aku seret hati-hati meski dengan hati yang super duper ketakutan dan
taraaaaa dia akhirnya mati di teras kosan ku.
Kalau ditanya kenapa takut sama
kecoa, ya takut. Asli TAKUT! Apalagi pas terbangnya iihhhh pokoknya. Aku yang
biasanya selalu mengandalkan teman-teman, Mamah, Bapak, kini mau gak mau harus
menghadapi rasa ketakutan itu sendirian. Gak enak sih. Tapi ya kali mau
dibiarin aja itu kecoa berkeliaran di kamar mandi dan harus nahan pipis? Gak juga
kan?
Punya pengalaman yang sama soal
kecoa? Share with me here!
“Keadaan benar-benar membuatku harus
menghadapi dan melawan rasa takut sendirian.”
Cheers,
Ihat
Saturday, March 12, 2022
| Photo by Toa Heftiba on Unsplash |
Ada hal yang tak seharusnya aku mulai. Karena aku tak pernah tahu arus ini akan membawa aku ke mana. Meski diawal aku sudah menyadarinya bahwa ini akan berakhir bencana tapi perasaan yang datang terus saja menggedor pintu hatiku, minta aku membukanya, mengakuinya. Dan aku tak sanggup untuk menahan gedoran itu hingga aku mempersilahkan mereka masuk dan menempatkannya di sudut ruang hatiku yang masih tersisa.
Adalah kamu. Yang aku sendiri tak pernah menyangka akan terlibat urusan
asmara. Kamu yang selama ini hanya aku anggap sebagai teman biasa lambat laun
semua berubah termasuk sesuatu dalam hati kini selalu ingin ikut berbicara.
Gayaku yang kaku begitu berjumpa denganmu, berbicara dengan nada datar dan
selalu menghindar dari berbagai topik pembicaraan, komunikasi seperlunya adalah
cara aku menyelamatkan diriku dari hal-hal yang nantinya hanya akan membuatku
sakit berkepanjangan. Mungkin kamu akan mengira itu adalah caraku untuk
memberikan radar padamu. Bukan. Bukan itu. Aku tak butuh perhatian darimu. Aku
tak butuh kamu tahu atau tidak soal perasaaanku. Karena buat apa? Buat apa jika
kamu hanya sekedar ingin tahu dan kamu akan tetap pergi bersamanya?
Tak ada yang salah dengan perasaan yang datang. Meski perasaan itu tak
berpihak, patah sebelum dimulai, bertepuk sebelah tangan. Aku yakin akan ada
suatu nasihat yang bisa aku ambil. Akan ada suatu pengalaman baru untuk aku agar terus belajar
menghindari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya. Cinta tak
pernah salah datang. Hanya waktu yang salah dan kamu adalah bukan orang yang
tepat. Aku akan salah jika aku tetap mencoba mendekatimu, mengambil semua
peluang yang ada, dan berusaha mematahkan kisahmu bersamanya. Tapi aku tak
seegois itu. Aku tak sejahat itu.
Aku tak perlu melakukan hal bodoh untuk perkara cinta. Yang aku yakini
adalah jika kamu orangnya maka kamu akan melepaskan pelukan yang lain dan
berpaling padaku. Bukan begitu? Jika kamu masih berada dalam pelukannya dan
enggan melepaskannya lantas mengapa aku harus melepaskanmu secara paksa dari
pelukannya?
Sekalipun kenangan manis pernah tercipta, itu tak ada artinya di hidupmu
bukan? Aku hanyalah cameo dalam hidupmu hingga akhirnya kamu akan cepat
lupa terhadapku. Kamu akan lupa terhadap hari-hari yang pernah dilalui bersama.
Tolong jangan salahkan aku atas perasaan ini. Aku pun tak mengerti dan
tak tahu dari manakah asal mulanya perasaaan ini hadir. Menyeruak dalam hati
lantas meminta tempat untuk disinggahi. Meski kisahnya tak pernah benar-benar
hidup dalam kenyataan, setidaknya pernah hidup di sudut hati yang lain meski
harus ku padamkan juga pada akhirnya.
Menyakitkan bukan? Kembali mencintai orang yang salah. Mencintai orang
yang jelas-jelas dari awal tak bisa kita miliki. Tapi aku bisa apa? Bukankah
kita tak bisa memilih esok lusa akan jatuh pada hati siapa? Bertemu dengan
siapa? Sekalipun dengan doa, bukankah ada taqdir yang sudah ditetapkan yang
tak bisa dirubah ketetapannya dan
memaksa kita mau tidak mau untuk melaluinya?
Pada cinta yang hadir dan kamu yang singgah. Terima kasih atas hangatnya
pertemuan, kisah-kisah yang menyenangkan dan juga mendebarkan. Aku sangat
berterima kasih dan bersyukur. Karena tak ada alasan untuk aku membencimu meski
dirimu tak bisa ku miliki seutuhnya. Kelak jika kau mengetahui kebenarannya,
kuharap kau tak membenciku.
Love,
Ihat
Monday, February 14, 2022
| Photo by Adismara Putri Pradiri on Unsplash |
Bismillahirrahmaaniirahiim
Kemarin saya baru saja pergi ke kampus untuk mengambil Ijazah meski ya harus bolak-balik sana-sini buat minta surat-surat yang dibutuhkan untuk pengambilan Ijazah. Alhamdulillah gak sia-sia sih. Finally I got it. Sepulang dari kampus as usually I use a public transportation karena emang belum punya motor sendiri sih. Siang itu saat matahari sedang terik-teriknya panas saya memutuskan buat naik angkutan umum 01 nanti berhenti di halte Taman Lokasana habis itu dilanjut dengan menggunakan mobil Ciamisan, sejenis mobil angkutan umum jurusan Tasik-Ciamis dan saya menyebutnya mobil Ciamisan.
Alhamdulillah saya mendapati mobil Ciamisan yang penuh dan saya kebagian duduk di depan di samping Mamang sopirnya. Kalau mobil Ciamisannya penuh itu artinya mobil akan terus melaju dan gak akan ngetem. Ngetem itu artinya berhenti dibeberapa lokasi untuk menunggu penumpang naik. Nah pas di pertigaan jalan, mobil Ciamisan yang saya tumpangi itu malah berhenti padahal di depannya sudah ada mobil Ciamisan lain yang memang sedang ngetem, dikarenakan penumpangnya sedikit. Saya sempat mengerutkan kening, kok si Mangnya malah berhenti sih? Tak lama si Mang sopir Ciamisan yang saya tumpangi ini mobilnya, beliau itu malah turun dan menyebrangi jalan raya. Saya kira si Mamang supir mau setoran hasil nariknya hari ini eh ternyata beliau itu sedang membantu seorang ibu-ibu yang akan menyebrangi jalan dan hendak menaiki mobil Ciamisan. Begitu mereka berhasil menyebrang, si Mang supir mobil Ciamisan yang di depan malah teriak-teriaknya dari kursi pengemudi sambil bilang,
“Eta penumpang urang! Naha kalah ku maneh dicokot! Urang tatadi nungguan!” Kurang lebih artinya begini itu penumpang saya. Kenapa malah kamu yang ambil! Dari tadi saya nungguin!
Dan si Ibu itu juga malah membuka pintu mobil Ciamisan yang saya tumpangi. Mungkin karena tadi ya dibantuin nyebrang sama si Mangnya. Cuma sayangnya si Ibu gak jadi naik karena mobilnya penuh dan udah gak muat lagi si kursi penumpangnya. Si Mang supir mobil Ciamisan yang saya tumpangi beliau sudah masuk lagi ke dalam mobil kemudian menjalankan lagi mobilnya sambil berteriak ke supir Mang mobil Ciamisan yang tadi,
“Matakan boga suku teh pake. Lain cicing wae nungguan penumpang datang! Naon hesena turun pangmentaskeun!.” Makannya kalau punya kaki itu dipake. Bukannya diem aja nunggu penumpang datang! Apa susahnya bantuin nyebrangin orang!
Saya hanya diam menyaksikan kejadian itu. Hingga akhirnya saya menyimpulkan sendiri dari kejadian ini bahwa yang namanya rezeki memang seharusnya dijemput. Gak cuma diem aja nunggu bola datang, istilahnya begitu. Dari kasus si Mang itu bisa dilihat kan rezeki bisa segera diperoleh dengan menjemputnya? Meski ya si Ibu tadi gak jadi naik karena mobilnya ternyata udah penuh.
Menurut kalian gimana?
Love,
Ihat

Social Media
Search