Skip to main content

Posts

Featured

Memeluk Kembali Anak Kecil yang Ketakutan

Bagaimana kamu mendeskripsikan masa kecilmu? Bagaimana rasanya sewaktu kamu masih kanak-kanak?  Apa saja hal yang kamu ingat dan rasakan? Bagaimana suasana rumahmu atau tempat di mana kamu dibesarkan?* Semakin aku mengingat masa kecil, bukan berarti aku membenci kedua orang tuaku. Namun, garis ingatan itu justru lebih banyak memunculkan rasa pahit dan pengabaian. Alih-alih kenangan manis, memori masa kecilku dipenuhi bayang-bayang tubuh kecil yang selalu ditinggalkan sendirian. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman untuk mengekspresikan perasaan, justru terasa dingin menusuk dan mencekam setiap kali malam tiba. Malam adalah waktu di mana aku dipaksa menghafal tanpa pernah paham apa tujuannya. Jika gagal, bentakan, amukan, bahkan pukulan menjadi hukumannya. Aku ingat betul bagaimana sebuah rebutan TV berujung pada tamparan di pipi kiriku dari Bapak. Dan ketika semua itu terjadi Mamah hanya menatap dingin tanpa bersuara atau justru membenarkannya. Aku bingung, kepada siapa...

Latest posts

What Bothers Me Most?

All We Ever Have Is Now...

If Someone Could Tell Me My Future

Book Insight #14: 3 Things I Learned from You Are Enough

Refleksi Catatan 96: Melanjutkan Hidup

Refleski Catatan 95: Melarikan Diri

My Book: Breathing Through the Noise

Refleksi Catatan 94: Titik-Titik Cahaya

Refleksi Catatan 93: Kembali ke Nol, Tapi Tidak Sendiri

Aku yang Pura-Pura Baik-Baik Saja