#30DaysWritingChallenge

Thursday, January 15, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

 Write about your pet or write about a pet you always wanted.

Ngomongin soal pet, dari dulu pengen banget punya kucing tapi sayangnya tubuh aku menolak itu semua. Kenapa? Karena tiap main ama kucing tetangga pulang-pulang ke rumah mata gatal, hidung berair, dan bersin-bersin. Iyap, aku alergi sama bulu kucing.

Suatu ketika pernah ketika aku berkunjung ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kuliah. Di rumah temanku banyak kucing. Awalnya masih biasa aja ya, sampai beberapa menit kemudian bersin-bersin, hidung gatal, mata merah berair. Boro-boro bisa mengerjakan tugas, yang ada aku udah kewalahan sama alergi aku sendiri. Gak lama aku pamit pulang aja daripada terus menerus menyiksa diri berada di lingkungan yang ada kucingnya banyak. 

Kalau sekarang mungkin daripada memaksakan diri pengen punya kucing, kayaknya aku pengen punya kolam ikan yang di dalamnya banyak banget jenis ikan. Tapi hiu gak termasuk ya. Apalagi paus, gak muat kolamnya wkkw. Aku bercita-cita kalau nanti Allah izinkan aku banyak duit, aku pengen beli kolam ikan aja, biar kalau lagi suntuk bisa duduk di pinggir kolam sambil merhatiin ikan-ikan yang lagi berenang ke sana - ke mari. 

Wednesday, January 14, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write your goals for the next 1 month

Gak muluk-muluk dan gak besar juga sih. Cukup simple tapi aku tahu gak semua orang juga bisa. Goals aku di satu bulan kedepan adalah sering nulis di blog, satu hari satu tulisan, bisa baca minimal 2 buku. Buku apapun itu. Bebas yang penting bisa beres dibaca. Sama rajin olahraga pagi. Mau jalan kaki, sepedahan, lari apapun itu yang penting gerak di pagi hari. 

Entahlah untuk saat ini aku gak punya target yang besar-besar. Semuanya aku coba runut menjadi hal-hal kecil yang bisa aku lakukan setiap hari tapi konsisten. Nah ini sih, di konsistennya. Karena untuk bisa konsisten kan gak melulu soal mood gak mood. Mau dalam keadaan apapun yang tetap dikerjakan karena itu sudah komitmen dengan diri sendiri. Ini sih terutama modalnya disiplin juga ya. 

Yah gitu sih gak muluk-muluk. Kelihatannya mudah, tapi gak semua orang bisa melakukannya dengan konsisten kan? Huhuuu

Tuesday, January 13, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write about the three most important people you’ve ever met

Ini harus banget tiga ya. Okay. Aku akan menulis tiga orang ini berdasarkan nama-nama yang muncul begitu aja di kepala dan mempengaruhi cara pandang aku soal hidup. 

1. Pak Mus (Mantan Rekan Kerja sekaligus Atasan Aku)

Hidup aku mulai jungkir balik dengan segala perspektif baru setelah beliau menunjuk aku untuk menjadi Pembina OSIS. Luar biasa darderdor nya dengan aku yang minim ilmu mengenai leadership. Berbekal pengalaman berorganisasi selama di sekolah dulu dan di pondok satu persatu bisa dilalui. Satu hal yang selalu aku ingat dari perkataan beliau setiap kenyataan tak sesuai dengan harapan adalah,

"Gak apa-apa Bu. Kita cuma bisa berencana, semua yang terjadi itu di luar kuasa kita."

Atau,

"Gak apa-apa, Bu. Gak harus nunggu sempurna buat mulai. Yang penting mulai aja dulu, nanti kurangnya dievaluasi dan diperbaiki."

Dari sana perlahan aku belajar untuk lebih legowo tentang hidup. Mau sehebat apapun kita merancang, tetap ada yang lebih Maha Hebat lagi, yaitu Allah. Jadi setelah banyak berusaha dan berdoa, sisanya serahkan ya.

2. Bu Risma 

Teman, sahabat, sekaligus alarm aku tentang akhirat heheheee. Dari dia aku belajar bahwa saat terjadi sesuatu yang tidak sesuai perbanyak istighfar, deketin Allah, minta sama Allah, jangan jauh sama Allah. Pokoknya apa-apa Allah dulu, Allah lagi, Allah terus lah gitu. Yang selalu menyemangati aku di kala aku sedang down. Atau dia akan mengajak kita untuk merenung sejenak alih-alih banyak scrolling gak jelas. Selain itu kadang kalau aku lagi grasak-grusuk gak jelas dia akan mengingatkan aku untuk lebih bersabar lagi. 

"Sabar, Ceu. Gak usah buru-buru. Mau ke mana sih?"

3. Kak Anwar

Pertama kali bertemu di English Volunteers, orang yang peka banget sama perasaan orang, orang yang untuk pertama kalinya tiba-tiba nyuruh aku nangis, mengingatkan aku kalau lagi gak baik-baik aja dan jangan semunya dipendam sendiri. Awalnya tersinggung sih, kayak ngapain sih nih orang baru aja kenal udah sok tahu hahahaaa. Tapi lambat laun memang aku sedang tidak baik-baik saja dan selalu berusaha untuk terlihat kuat padahal sebenarnya udah mulai hancur dari dalam. 

Teman mengobrol untuk hal-hal random sampai hal-hal yang harus dipikirin. Apalagi semenjak didagnosis depressive episode aku serasa punya teman untuk sama-sama mengobrol hal-hal yang hanya bisa dipahami oleh orang gila wkwkwk. Perspektifnya soal hidup membuat aku bisa memiliki harapan baru lagi, apalagi dia sering jalan-jalan ke luar negeri bikin aku mikir, 

"Ok, aku gak mau mati sekarang. Aku pengen bisa jalan-jalan ke luar negeri kayak dia."


Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write a letter to a close friend that you lost contact with

Dear Silmi,

Kamu apa kabar? Udah lama banget ya kita gak ketemu. Terakhir ketemu ya waktu kita masih TK. Meski begitu aku akan selalu mengingat kamu karena kamu orang baik dan orang yang pertama kali mengajak kenalan denganku ketika aku masih malu menjadi murid baru. 

Kamu di mana sekarang? Kira-kira kalau kamu ketemu aku, kamu bakal ingat aku enggak? Kalau kamu lupa kayaknya aku bakal nangis sih. Hahahaaa.

Aku ingat banget gimana kamu suka traktir aku jajan susu karena uang bekal aku sedikit. Atau kamu bagi makanan kamu sama aku. Main bareng sepulang sekolah, sampai aku ingat banget waktu Mamah kamu datang buat jenguk Mamah aku yang pada saat itu sama-sama sedang mengandung.

Oh iya, terakhir aku dengar, Mamah kamu sudah tidak ada. Aku sedih mendapat kabar itu. Bagaimana pun, Mamah kamu itu baik banget sama aku. 

Gak banyak yang ingin aku sampaikan sama kamu, aku cuma pengen bilang aku rindu dan ingin bertemu. Semoga kamu di sana sehat dan bahagia ya!

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

What is the biggest lesson you learned till now?

"Jangan jadi gak enakan. Nanti malah ditindas orang seenaknya."

"Jangan apa-apa iya-iya terus. Sesekali harus belajar bilang "enggak."

"Jangan membenani diri sendiri dengan kata iya, kalau gak sanggup bilang daripada menyiksa diri."

Dari beberapa teman dekatku selalu saja bilang begitu. Aku tahu dan aku kenal diriku yang begitu people pleasure sampai apapun yang diminta orang aku turuti dan aku terima. 

Sampai suatu ketika pernah rekan kerjaku yang sudah agak kesal denganku langsung menolak beberapa pekerjaan yang tadinya akan diberikan padaku. Aku hanya melongo pada saat itu. Dari sana aku berpikir, orang lain aja bisa paham kalau kamu itu sudah kesulitan dan tak perlu lagi menambah beban, lalu kenapa diri kamu sendiri yang selalu mengiyakan keinginan mereka semua?

Semenjak kejadian itu aku mulai belajar untuk berkata tidak. Meski di awal rasanya gak enak ya tapi justru bikin lega. Makin ke sini makin belajar lagi untuk memprioritaskan diri sendiri. Karena aku paham aku gak bisa terus bergantung sama rekan kerjaku itu untuk membelaku berkata tidak. 

Dan sampai sekarang aku masih belajar soal ini. Aku menikmati prosesnya sampai suatu hari nanti aku akan terbiasa bilang tidak pada sesuatu yang aku sendiri tidak sanggup mengerjakannya. Karena pada akhirnya kita gak bisa menyenangkan semua orang kan?

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write about a friend who never left your side.

Her name is Dede Kharisma.

"Ceu, kamu teh harus banyak istighfar geura."

"Ceu, bangunin aku ya jam 9. Nanti aku pulangnya jam 9."

"Ceu, euleuh kamu sakit apa? Mau dibeliin bubur gak? Nanti pulang sekolah aku ke kosan kamu."

"Ceu, anter aku ke klinik yuk. Aku lagi gak enak badan."

"Ceu, ke Selasih yuk."

Dan banyak sekali ungkapan-ungkapan yang selalu ia lontarkan diawali dengan kata Ceu, yang artinya Kakak Perempuan. 

Berteman dekat selama tiga tahun ketika aku merantau di Bandung membuat aku merasa merasa she's not only my best friend, but also my sister. Rasanya kayak udah jadi sama saudara jauh aja gitu. Bersama dia  aku berani menjadi diri aku sendiri, berani cerita apa saja. Walau sering banget berantem, rebutan apapun itu, dan saling menjaili, tapi aku sayang sama sahabatku yang satu ini. 

Hal yang paling aku suka adalah caranya yang hanya banyak diam selama aku bercerita. Karena dia faham, aku hanya butuh didengarkan saja. Meski kadang dibuat kesal karena ujung-ujungnya dia malah tertidur pulas meninggalkan aku yang masih nyeroscos sendirian. Walau begitu ya pada akhirnya aku bisa tertidur pulas dan lupa membangunkan dia di jam sembilan malam. Alhasil dia harus pulang pagi buta sebelum berangkat ke sekolah. 

Pernah suatu ketika pada saat aku sedang sakit, dia rela tidur di kosan demi bisa merawatku. Apa-apa diambilin sama dia, diurusin sama dia. 

Mungkin masa kami bersama-sama hanya diberikan tiga tahun. Meski begitu dia tetap jadi sahabatku di mana pun kita berada. 

Sunday, January 11, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

What is one thing you regret very badly and cannot change?

Kalau ditanya pertanyaan ini aku akan jawab soal audisi penyiar radio vs sekolah. 

When I was in junior high school, I applied a radio announcer. Radio announcer cilik gitu, buat yang masih sekolah. Hari itu inget banget, lagi libur semester kan jadi aku bisa ikut audisinya langsung ke tempat. Udah sampe ke tahap interview, kemudian si penyiarnya nanya, 

"Kalau nanti lolo dan hari Minggu harus ikut kelas radio bisa?"

Aku diam sejenak. Rasanya galau. Kenapa galau? Ya karena dulu sekolah aku liburnya Jumat dan Minggu itu masuk. Lalu, udah pasti orang tua gak ngizinin karena harus mengutamakan sekolah. Dengan berat hati aku jawab,

"Aku sekolah kak kalau hari Minggu. Jadi sepertinya gak bisa."

Si kakak penyiar radio itu hanya bisa manggut-manggut sambil menulis di kertas. Udah pasti gak akan keterima. Batinku. 

Acara berlangsung sampai siang. Dan begitu diumumkan iya, aku tidak lolos. 

Aku pulang dengan langkah yang gontai. Sedih? Tentu! Begitu sampai rumah dan cerita kepada orang tua, orang tua tidak banyak komentar. Kalau aku ingat-ingat ya, keputusan itu aku ambil berdasarkan perspektif aku sendiri. Padahal jika didiskusikan dengan orang tua, sepertinya aku akan diizinkan. Dan sekolah akupun pastinya akan mengizinkan juga.

Aku dulu terlalu takut untuk keluar dari zona aman. Aku terlalu takut akan nilai rapor aku yang jelek, kemudian dikomentari oleh teman-teman karena izin tidak masuk di hari Minggu. Hei! Padahal itu semua hanya terjadi di isi kepalamu bukan? Tidak terjadi di dalam kehidupan nyata?

Aku tahu, aku gak bisa merubah tentang hari itu. Tapi dari kejadian ini, aku mengambil hikmahnya. Jangan pernah takut untuk mengambil kesempatan yang ada di depan mata. Selama itu positif, gak apa-apa kan?

Thursday, January 08, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

What fascinates you about life and people around you?

Aku selalu tertarik dengan masa depan. Kira-kira apa ya yang akan terjadi pada kehidupan ku selanjutnya? Lalu bagaimana dunia ini dengan segala kemajuan teknologinya? Meski mau secanggih apapun tetap tak ada yang bisa membuat waktu berhenti sejenak, pindah ke masa lalu, atau pergi ke masa depan. 

Aku selalu tertarik juga dengan kehidupan orang yang berbeda-beda. Bagaimana mereka memulai hari di pagi hari, menjalani hari, hingga menutup hari mereka. Aku selalu takjub saja dengan seluruh perbedaan yang ada di dunia ini. 

Semenjak berteman dengan depresi, aku jadi menyadari banyak hal yang selama ini aku lewatkan begitu saja. Misal segarnya udara di pagi hari, hangatnya sinar mentari pagi, hiruk pikuk orang-orang di pagi hari yang berbeda-beda. 

Sejujurnya topik ini agak berat ya menurutku. Terlebih untuk kondisi aku saat ini yang belum benar-benar pulih. Untuk bisa mendapatkan spark dalam hidup ini aku harus mencoba banyak hal yang selama ini tak pernah aku lakukan. Tak seperti dulu, hal apapun bisa menjadi sumber inspirasi. Kini agak susah ya, tapi aku yakin aku bisa keluar dari situasi ini dan kembali melihat dunia dengan segala warna dan rasanya. 

Wednesday, January 07, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Find an old photograph that you like and share the story behind it

doc. pribadi

Ini adalah foto tahun 2012, lebih tepatnya bulan Mei 2012 tapi aku lupa lagi persis tanggal berapa-berapa nya. Ini adalah momen pertama kalinya aku melihat dan merasakan bagaimana pantai dan seisinya. Saat itu aku baru kelas 3 MTs (setingkat SMP) dan sekolah aku mengadakan tour ke Yogyakarta. Untuk pertama kalinya juga mengunjungi Candi Borobudur. Tapi ini yang paling berkesan dan memorable.  Mungkin karena pertama kalinya dan juga hal yang paling dinanti dari semua destinasi yang akan dikunjungi ya pantai. Pantai Parangtritis lebih tepatnya. 

Masih inget banget waktu mau sampai, Mudir (kepala sekolah) almarhum bilang, 

"Siti, jangan tidur. Sebentar lagi akan sampai ke laut."

Aku begitu antusias di dalam bis. Melihat-lihat ke jendela kalau-kalau bibir pantai sudah bisa terlihat. Begitu sampai aku senangnya bukan main. Aku mulai bermain bersama ombak, main pasir, menulis nama di atas pasir, dan berfoto bersama teman-teman. 


doc. pribadi

"Gimana? Senang tidak?" Tanya Mudirku itu melihat aku yang terus tersenyum semingrah. Sampai-sampai hal ini sampai di satu angkatan kalau aku belum pernah ke pantai dan ini yang pertama kalinya hehheee. 

Sampai sekarang tetep pengalaman ini yang paling membekas. Entah mengapa. Mungkin karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama mendambakan kali ya? Hahahaaa. 


Tuesday, January 06, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write ten things you love regarding yourself.

Hmm, mari kita lihat ke diri sendiri. Hal apa yang aku suka dari diri aku?

Cheerful. Iyap. Gampang ketawa dan hal apapun jarang dimasukan ke hati. Orang-orang sekitar pasti akan berpikir, ini ketawa mulu jangan-jangan bebannya udah banyak banget ya? Hehheee. 

Act of service.  Udah terbiasa bantuin orang lain. Suka gak enak aja lihat orang lain kesusahan. Tapi ini terganutung sikonya. Tentunya aku juga mengutamakan diri aku sendiri. 

Punya suara kayak penyiar radio. Iya aku suka banget sama suara aku kalau lagi rekam-rekaman, atau bikin podcast. Suaranya enak didengar gitu. 

Fleksibel. Gimana sikon, kalau jalan A udah gak bisa dipake, kita pake cara lain. Gak usah memperibet diri sendiri. 

Gak suka ngurusin orang lain. Males kalau udah harus tahu urusan orang apalagi itu gak ngaruh ke kenaikan gaji *ehehhh.

Mandiri. Sudah terbiasa mandiri dari sejak TK. Terbukti dari zaman TK udah jarang diantar ke sekolah apalagi ditungguin ama Mamah: gak pernah ya. Sampai saat ini kalau gak susah-susah amat ya diurus sendiri. Kemana-mana sendiri. 

Jujur. Ok, aku orangnya jujur. Sulit untuk bisa berbohong. Kecuali soal perasaan itu mah pandai banget menyembunyikannya. Hihii.

In time. Karena aku gak suka nunggu orang lama, makannya suka dateng minimal banget 5 menit sebelum waktu yang ditentukan. 

Less expectation. Udah gak lagi naruh harapan besar ke orang lain. Jadi kalau kamu kenalan sama aku, tenang. Aku hanya menganggap kamu manusia biasa tanpa embel-embel apapun karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Aku gak mau kecewa lagi dengan ekspektasi yang aku taruh baik ke diri aku sendiri atau ke orang lain. 

Semangat belajar hal baru. Hal yang aku suka dari diri aku sendiri adalah aku senang belajar hal baru. Bukan hanya belajar dalam artian pakai buku, atau belajar buat ujian. Bukan hanya itu aja. Aku senang belajar dari pengalaman dan merefleksikannya sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna buat aku.

Padahal cuma 10 ya, tapi kenapa rasanya kok kalau mau nyari kebaikan dalam diri sendiri susah ya? Wkwkwkw. Coba kalau kita mention hal yang kita suka dari orang yang kita suka atau sayang pasti lebih dari 10. Apa jangan-jangan ini artinya aku belum sepenuhnya mencintai diri sendiri? Ah, iya. Aku masih belajar ditahap itu kok. Belajar untuk nyaman sama diri sendiri dan belajar untuk tidak bergantung kepada orang lain. 


Monday, January 05, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau. 

Write about your most interesting day of the past year.

Interesting ya. Mungkin ini. Hari Jumat, 14 November 2025. Hari di mana untuk pertama kalinya aku didiagnosis depressive episode. Kaget? Sedih? Marah? Semua bercampur aduk. Gak nyangka akan mendapatkan ujian ini. Pantesan selama setahun kebelakang seperti ada yang aneh dengan diri aku. Ternyata pas diperiksa ya ini. 

Aku inget banget. Hari itu aku izin ke sekolah dengan alasan mau periksa gigi. Lama banget waktu di Puskesmas itu dan memang pada saat itu lagi banyak banget pasien yang berobat. Aku baru selesai di jam 11.15. Telefon masuk dari rekan kerjaku karena pada hari itu semua guru ikut ke sekolah lain untuk menghadiri acara PGRI. Aku berasalan bahwa aku masih berobat dan belum selesai. Jadi aku tidak akan menyusul. Setelah telefon ditutup, aku hanya memandangi surat rujukan yang berisi nama penyakit dan juga poli yang dituju. Poli Jiwa. 

Hari itu juga aku dirujuk langsung ke rumah sakit. Karena memang jadwalnya sudah penuh juga aku baru bisa ke rumah sakit di minggu depannya. Dan ya, akhirnya aku harus minum obat anti-depresan, mengatur pola hidup. Rasanya ya seperti mimpi. Gak pernah nyangka sih bakal mengalami ini. 

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Are you early or nocturnal? Write the pros and cons of being one.

Kalau dikasih pertanyaan gini, sejujurnya aku bingung ya. Kadang malam banget, kadang bangun pagi banget. Tapi memang setelah dipikir-pikir, aku bisa on focus itu di jam 5 shubuh asalkan ada paparan cahaya layar mau laptop atau hp aku pasti on terus. Apalagi sekarang karena lagi berobat, aku sedang mengatur jam tidur ku yang sebelumnya kacau. Jam 8 udah harus minum obat, itu artinya aku harus sudah lepas semua gadget biar lebih mudah menuju alam tidurnya. Nah berhubung sekarang-sekarang lagi gak salat, aku jadi bangunnya siang. Ini juga lagi terus diperbaiki biar tetep bangun di jam setengah 5 lagi ya atau jam 4. Jadi pagi-paginya biar aku bisa olaharaga dulu. 

Kalau dulu zaman sekolah sih nocturnal ya. Nah pas kerja, jadi early gitu. Karena udah gak kuat banget kalau masih harus lanjutin kerjaan di malam hari. Alhasil setelah salat isya suka langsung tidur dan biar nanti selepas shubuh dilanjut. 

Kalau kamu gimana?

Sunday, January 04, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

What are the three most improtant things you cannot live without?

Waduh, harus nulis tiga nih. Mari kita berpikir keras dulu sebelum nulis tiga benda keramat ini. Hihii.

1. Radio

Ini udah nemenin dari zaman aku orok kali ya. Hahaha. Gak tahu gak bisa aja kalau gak ada radio. Hidup rasanya sepi dan salah satu sumber rasa happy aku berkurang kalau gak ada alat ini. Meski sekarang sudah ada aplikasi lain, tetep radio ya radio. Gak terganti.

2. HP

Iya mau gimanapun tetep ya butuh. Buat komunikasi, buat tetep bisa berkarya, buat dapetin informasi. Apalagi? Buat mengabadikan momen dengan kameranya, atau buat rekam momen penting tertentu. 

3. Internet

Iya zaman sekarang kalau gak ada internet gimana gitu ya. Ini penting banget sih buat aku. Kenapa? Ya buat share informasi kalau gak ada internet pakai apa dong? Buat tetep bisa eksis juga kan butuh internet ya? Ya gitu sih, ini penting banget pokoknya. 


Friday, January 02, 2026

Photo by Bekka Mongeau

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau. Dan sekarang kita sudah berada di hari kedua. Dan ini dia topiknya. 

Write about the things or activity that make you happy

1. Membaca

Gak tahu sih seneng aja baca. Berasa bisa mengistirahatkan pikiran dari riuhnya yang kadang sulit untuk bisa diajak diem. Melalui membaca juga aku jadi punya sudut pandang yang baru, ilmu baru, malah menurutku buku adalah teman aku juga. Atau terkadang saat aku tidak memahami apa yang aku rasa, aku akan mencari buku yang sesuai dengan apa yang aku butuhkan. Setelah membaca itu aku jadi bisa mengerti tentang apa yang aku rasa. Bukan hanya teman sih, tapi translator perasaan iya. Hehee. Pokoknya kalau kamu lagi suntuk, buntu gak tahu harus ngapain, daripada scroll sosial media gak jelas mending cari buku yang kamu suka dan mulai membaca. Dijami kamu akan anteng!

2. Mendengarkan Radio

Meski sekarang udah ada YouTube, Spotify atau aplikasi musik lainnya aku tetap setia dengerin radio. Karena gak tahu kenapa ya, seneng aja gitu. Dengerin penyiarnya ngobrol, dan yang paling seneng itu kalau udah diputerin lagu tanpa non-stop, suka cemas-cemas dan nebak-nebak habis ini lagu apa ya. Seneng aja gitu. Beda aja kalau denger di YouTube atau Spotify gak dapet tuh sensasi harap-harap cemas dan seneng pas lagu yang kita suka di play. 

3. Menulis

Tentunya! Gak tahu ya, dari zaman SD nulis di buku diary sampai sekarang walau kadang-kadang gak sesering dulu, seneng aja bawaannya. Bisa mengeluarkan semua uneg-uneg yang gak bisa tersampaikan dengan baik lewat lisan. Bisa sumpah serapah tanpa takut ada yang judge. Bisa sambil nangis kalau udah se emosional itu. Hahaha. Tapi ternyata itu terapi ya. Kalau udah kayak gitu, lega sudah rasanya. Biasanya nih ya, kalau udah otak penuh dan ngerasa kayak pengen meledak gitu, biasanya aku ambil laptop atau enggak pulpen sama kertas. Tulis aja apapun di sana, perasaan yang sedang aku rasakan. Gak apa-apa gak terstruktur juga, lompat-lompat ke sana - ke sini yang penting ini isi kepala yang kadang sulit dimengerti bisa diterjemahkan lewat kata. Habis itu ya lega sendiri. Gak tahu kenapa. Meski sekedar misal habis nulis beginian di blog, udahnya ya seneng aja. Aneh? Hahahaa. Pokoknya aku seneng sama menulis. Titik. 



Thursday, January 01, 2026

Untuk mengawali bulan Januari di tahun 2026 ini, aku mau challange diriku sendiri lewat kegiatan #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara: www.kevinanggara.com. Topik-topiknya pun aku ambil semua dari blognya Kak Kevin. Makasih ya kak udah nulis topik-topik tersebut selama 30 hari. 

Okay mari kita mulai di hari pertama ini dengan pertanyaan:

 List three things you are grateful for and why?

1. Buku

Aku bersyukur banget karena di dunia ini ada buku. Aku juga bersyukur sama diri sendiri yang suka banget baca buku dari mulai aku TK bawa-bawa buku cerita Nabi yang bergambar sampai sekarang yang lagi doyan bacan buku self-improvement: khusus yang bahas soal kesehatan mental. Makin ke sini makin sadar kalau ternyata buku jadi teman paling mujarab di kala otak udah kalang kabut ke sana-kemari. Selain itu pula melalui buku, aku jadi punya bahan untuk menulis. Ambil saja satu kalimat yang menarik, habis itu aku bahas dari segi pengalaman atau perspektif aku sendiri. 

Berawal dari buku cerita kisah para Nabi bergambar, naik ke buku tebal yang tidak bergambar, cerpen-cerpen di koran, lalu novel-novel, sampai akhirnya anteng di buku penuh tips-tips atau pengalaman orang lain. 

Di tahun 2022-2024, sempet stuck sih karena rutinitas yang padat membuat aku hanya mampu membaca buku 1-2 buku selama satu tahun itu. Nah di akhir tahun 2025 kemarin, aku berhasil melahap setidaknya kurang lebih 10 buku. Dan di tahun ini, aku gak menargetkan sih. Pokoknya satu hari harus baca buku aja. Udah titik. 

2. Internet

Aku bersyukur banget dengan kehadiran internet. Kenapa coba? Ya tentunya biar bisa nge blog hahahaaa. Aku mulai nge blog itu di tahun 2013, masih inget banget dulu zamannya ke warnet kan ya. Sekarang bisa lebih mudah mengakses internet di manapun kita berada. 

Selain itu juga dengan adanya internet, mempermudah aku dalam mencari prompt-prompt journal yang sesuai dengan apa yang aku butuhkan. Meski di buku bisa kita temukan, tapi ada beberapa hal juga yang bisa dengan mudah kita temukan di internet bukan? Sebenarnya bukan hanya soal internetnya aja sih, bersyukur punya duit dan bisa beli kuota itu yang utama. Hahahaa. Karena kalau gak ada duit, gimana bisa kita beli kuota dan menikmati akses internet?

3. Ice Cream

Yap, semenjak didiagnosis depressive episode, ice cream adalah jalan ninjaku dikala kambuh tiba-tiba. Rasanya menenangkan aja pas lagi makan itu dan udahnya cukup bikin diri ini tenang. Biasanya ice cream andalan aku adalah Mixue dengan menu Boba Sundae atau engga Ice Cream Latte. Sebenarnya ice cream McD tak tergantikan sih, tapi mau gimana ya. Lagi boikot kan huhuuu. Jadi biasanya sambil makan ice cream, sambil melamun dan itu menyenangkan. Hahahaa!

Itu dia tiga hal yang aku syukuri kehadirannya. Kalau kamu gimana? Share pengalaman kamu di sini yak!

Happy writing!

Ihat

Letters to Myself | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi