#30DaysWritingChallenge

Monday, February 02, 2026

Write about your chilhood ambition

Dari semenjak dulu ampe sekarang, cita-cita aku gak pernah berubah: menjadi seorang guru. Alhamdulillah ini berhasil dicapai walau kalau kita lihat kondisi sekarang miris banget buat jadi guru karena pemerintah gak peduli sama nasib guru. Gaji gak seberapa, tapi tugasnya seabrek. Malah lebih fokus sama MBG. Hahahaaa.

Januari lalu aku sudah berhenti tidak lagi menjadi guru honorer di sekolah. Kenapa? Ya realistis aja. Di gaji 400 ribu perbulan tapi tugasnya sama kayak PNS. Ogah deh. Aku memilih untuk jadi guru lesan aja di sebuah lembaga kursusan. Sedih? Iya sedih. Tapi buat makan sehari-hari emangnya bisa bermodalkan ikhlas dan pengabdian? 

Semoga pemerintah bisa berbenah soal kesejahteraan guru ini. Bisa lebih memperhatikan mereka dan mendukung para guru baik dari segi finansial, fisik, dan mental. 

Who and what adds meaning to your life?

Bingung harus jawab apa. Karena untuk saat ini aku aja masih mempertanyakan tujuan hidup aku apa, aku mau ke mana, dan harus apa untuk hidup ini. Apalagi semenjak keinginan untuk bunuh diri itu kuat banget, walau pada akhirnya aku gak jadi melakukan itu. 

Untuk saat ini aku hanya ingin berhenti sejenak dari semua ambisi-ambisi aku yang tak pernah ada habisnya. Aku hanya ingin mendengar diriku lebih banyak dan apa yang sebenarnya aku butuhkan. Aku hanya ingin mendengar diri sendiri saja untuk saat ini. Gak apa-apa mau dibilang lambat, gagal, gak ada tujuan hidup. Untuk bisa bangun dari tempat tidur, mandi, dan pergi kerja buat aku itu sudah menjadi pencapaian yang besar. 

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, pertanyaan "Who and what adds meaning to your life?" ini bikin aku mikir lebih dalam. Saat ini, mungkin belum ada orang atau hal spesifik yang benar-benar menambahkan makna besar ke hidupku, karena aku sedang fokus untuk mengerti sama diri sendiri dulu. Tapi, proses mendengarkan suara hati aku sendiri itu mulai jadi sumber makna kecil-kecilan, meski belum jelas bentuknya. Mungkin nanti, setelah aku lebih paham apa yang aku butuhkan, aku baru bisa menemukan jawaban yang lebih pasti. Yang penting, aku sedang belajar menerima bahwa pencapaian sehari-hari seperti itu sudah cukup untuk saat ini.

 Where do you wish to travel next?

Malaysia? Singapura? Dua negara itu sih. Pengen banget nyoba ke luar negeri karena emang belum pernah. Pengen banget tahu budaya di sana bagaimana. Karena selama ini cuma denger dari orang yang pernah pergi ke sana. 

Meski kalau dilihat dari penghasilan aku sekarang kayaknya impossible banget atau butuh waktu yang lama untuk bisa ngumpulin duit biar bisa ke sana, tapi aku yakin suatu saat aku bisa ke negera tersebut dan berkunjung ke negara-negara lainnya. 

Thursday, January 29, 2026

Write about a gift you have always cherished.

Sepertinya hadiah berupa postcard dari Turki yang dikasih sama temen aku yang baru pulang kerja dari sana. Tanpa minta oleh-oleh dia ngasih itu dan rasanya entah kenapa seneng aja. Melihatnya setiap hari membuat aku termotivasi untuk belajar lebih giat lagi agar mendapatkan beasiswa yang aku inginkan. Hadiah itu aku simpan di meja kecilku sebagai alarm atas mimpiku, setiap kali aku bengong aku selalu mengambil postcard itu dan membayangkan suatu saat aku akan ada di sana.

doc.pribadi

Kadang aku mikir, postcard sederhana ini gak cuma sekedar kertas dengan gambar cantik, tapi simbol dari harapan yang hidup. Ia mengingatkan dan  meyakinkan aku kalau kerja keras bakal bawa aku ke tempat-tempat yang aku impikan. Setiap kali pegangnya, rasanya seperti janji kecil buat diri sendiri, bahwa aku nggak sendirian dalam perjalanan ini.

 Write about your favourite song and share your memories associated with it.


Kau adalah belahan jiwa

Ku tau itu sayang sedari dulu

Kau cinta yang hembuskan aku

Surga dunia di sepanjang nafasku

Tompi - Sedari Dulu


Lagu ini akan dan terus menjadi lagu favoritku karena aku suka cerita di balik lagu ini. Pertama kali mendengarkan lagu ini di televisi, di acara inbox ketika aku masih SD kelas 5, duduk di kursi pasien sambil menunggu antrean untuk periksa oleh dokter. Lagu ini yang menemani aku yang kala itu belum tahu sakit apa tapi setelah diperiksa dan di test darah ternyata aku mengalami gejala tipus. 

Lagu itu masih terngiang-ngiang di telinga ketika perjalan pulang dan Mamah mengomel karena khawatir akan kondisi aku sendiri. Dan untuk pertama kalinya aku merasa dikhawatirkan oleh Mamah dan rasanya senang sekali. Sekarang, setiap kali mendengar lagu ini, aku teringat betapa kecilnya aku dulu, tapi juga betapa besarnya cinta dan perhatian yang datang dari orang-orang terdekat. Lagu ini seperti pengingat bahwa di balik rasa sakit atau ketakutan, ada kehangatan yang membuat segalanya terasa lebih ringan, dan itu membuatku lebih menghargai momen-momen sederhana dalam hidup.

Monday, January 26, 2026

 What is the first wish you want to make if you are granted three wishes?

Aku bakalan minta buat kasih jalan biar aku bisa keliling dunia. Mau gimana pun itu. Mau itu akunya dikasih rezeki yang melimpah, lewat beasiswa, atau dapet tiket gratis: yang penting bisa jalan-jalan keliling dunia. 

Kenapa ngebet banget pengen keliling dunia? Ya penasaran aja sama budaya mereka, pola pikir masyarakatnya, adat istiadatnya, makanannya, tempat-tempatnya. Semua itu pengen aku pelajari dan jadi bahan renungan untuk aku sendiri. Dan sisanya aku bisa share melalui tulisan di blog ini. 

 What are the three things you are unable to let go of?

1. Lanjut sekolah

Impian untuk bisa melanjutkan sekolah masih terus menggebu walau belum benar-benar dieksekusi, tapi impian ini akan tetap menyala sampai kapanpun.

2. Menulis Diary

Dari sejak SD sampai sekarang gak bisa tuh meninggalkan satu hobiku ini. Mau dalam keadaan apapun tetap menulis di diary karena ini satu-satunya cara agar aku bisa berkomunikasi dengan diri aku sendiri dan mengeluarkan semua yang isi kepala yang kusut dan berisik. 

3. Tidur habis shubuh

Gak tahu kenapa ya rasanya enak aja gitu tidur habis shubuh. Walau sebenarnya ini gak boleh ya, tapi tetep aja dilakuin huhuu. Meski gak setiap hari tapi tetep aja intensitasnya cukup sering. Habis solat shubuh masih pakai mukena, terus tidur lagi deh. Heheheee. 

Friday, January 23, 2026

 Your inspiration

Inspirasi itu seperti angin: bisa datang dari mana saja, dan sering kali tiba-tiba, tanpa diundang. Kadang-kadang, ia muncul dari obrolan singkat dengan orang asing, atau saat aku bersepeda santai, melihat-lihat sekitar jalanan yang ramai, dan tiba-tiba ada ide yang melintas di pikiran. Inspirasi juga bisa datang dari buku yang aku baca, video di YouTube yang menarik, atau bahkan saat aku asyik scrolling di media sosial. Ya, sumbernya memang tak terbatas, tapi untuk saat ini, inspirasi-inspirasi terbesar aku datang dari buku karya Brianna Wiest berjudul 101 Essays that Will Change the Way You Think.

Melalui buku ini, aku banyak merenung dan berefleksi tentang diri aku sendiri serta kehidupan aku. Setiap esai di dalamnya penuh dengan pertanyaan-pertanyaan mendalam yang memaksa aku untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: Siapa aku sebenarnya? Apa yang benar-benar aku inginkan dari hidup ini? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan itu yang akhirnya membantu aku mencari tahu jawabannya, bukan dengan jawaban instan, melainkan melalui proses menulis dan dialog internal. Ini seperti terapi gratis: aku duduk sendirian, pena di tangan, dan menuangkan pikiran-pikiran yang selama ini tersembunyi.

Satu hal yang pasti, ketika inspirasi datang, aku selalu buru-buru mencatatnya. Tak peduli di mana aku berada atau media apa yang aku gunakan: apakah itu catatan di ponsel, buku harian, atau bahkan coretan di kertas bekas, aku langsung menuliskannya. Karena, aku tahu betul, inspirasi itu mudah sekali hilang jika tidak segera diabadikan. Pikiran kita kan seperti pasir yang licin; kalau tidak segera dipegang, ia akan luruh begitu saja.

Refleksi ini membuat aku sadar bahwa inspirasi bukanlah sesuatu yang harus dicari-cari, melainkan sesuatu yang harus kita siapkan diri untuk menangkapnya. Dengan membaca buku seperti ini, aku belajar untuk lebih terbuka terhadap dunia di sekitar aku. Dan siapa tahu, inspirasi berikutnya mungkin datang dari hal-hal sederhana yang aku lewatkan hari ini. Mari kita jaga agar api inspirasi itu terus menyala dengan mencatat, merenung, dan berbagi. Siapa tahu, inspirasi aku bisa menjadi inspirasi bagi orang lain juga.

What can you do to create an ideal world for yourself and others?

Dalam perjalanan hidup ini, aku sering merenung tentang apa yang bisa aku lakukan untuk membangun dunia yang lebih baik—bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitar aku. Dunia ideal bagi aku bukanlah utopia yang jauh dari jangkauan, melainkan sebuah realitas yang bisa kita wujudkan melalui langkah-langkah konkret. Salah satu jalan utama yang aku yakini adalah melalui pendidikan. Mengapa? Karena pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan fondasi untuk perubahan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.

Ketika aku memikirkan kembali pengalaman pribadi aku, pendidikan telah menjadi pilar utama dalam hidup aku. Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, setiap pelajaran yang aku terima membuka pintu untuk mimpi-mimpi yang lebih besar. Namun, aku sadar bahwa tidak semua orang memiliki akses yang sama. Itulah mengapa aku percaya bahwa memprioritaskan pendidikan adalah langkah pertama. Kita harus menyamakan kualitas pendidikan bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Pendidikan di Indonesia, pendidikan adalah hak setiap warga negara—bukan hak istimewa. Ini bukan hanya tentang keadilan, tapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih kuat dan inklusif.

Refleksi ini membuat aku bertanya-tanya: Bagaimana kita bisa mewujudkan ini? Aku ingat saat aku melihat teman-teman di desa yang kesulitan melanjutkan sekolah karena biaya atau fasilitas yang terbatas. Itu membuat aku sadar bahwa pendidikan yang merata bukanlah impian kosong, melainkan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran krusial di sini. Mereka harus mengutamakan kesejahteraan para pendidik—guru, dosen, dan tenaga kependidikan lainnya. Bayangkan jika guru-guru kita diberi gaji layak, pelatihan berkala, dan dukungan psikologis; pendidikan akan berjalan lebih efektif, dan siswa akan termotivasi untuk belajar.

Melalui pendidikan, kita bisa mengubah taraf kesejahteraan hidup kita secara fundamental. Aku percaya bahwa pengetahuan adalah kunci untuk membuka peluang kerja, inovasi, dan bahkan perdamaian dunia. Saat aku melihat bagaimana pendidikan telah mengubah hidup aku, dari seorang anak yang tadinya hampir putus sekolah menjadi seseorang yang bisa berkontribusi melalui mengajar di kelas. Tapi ini bukan hanya tentang aku; ini tentang kita semua. Mari kita refleksikan bersama: Apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk mendukung pendidikan? Mulai dari mendukung kampanye literasi hingga mendorong kebijakan yang adil.

Dalam dunia yang penuh tantangan ini, pendidikan adalah cahaya harapan. Dengan memprioritaskannya, kita tidak hanya menciptakan dunia ideal untuk diri sendiri, tapi juga untuk generasi mendatang. Mari kita mulai dari sekarang.

Wednesday, January 21, 2026

What is that one thing you have always wanted to do but could not?

Sebenarnya ini bisa dilakukan sih, tapi aku memilih untuk tidak karena banyak sekali pertimbangan. Apa itu? Jadi full time writer. Kenapa gak bisa? Karena ya butuh effort yang besar dan konsisten kan untuk bisa menghasilkan uang dari karya kita? Sementara di awal-awal dan ini udah jadi rahasia umum, pasti tulisan kita belum bisa menghasilkan uang. Pengen banget gitu jadi full time writer,  diem di rumah, sesekali nulis di kafe, baca buku. Tapi untuk saat ini itu belum bisa. Aku masih perlu kerja yang lain untuk bisa menghidupi diri aku seorang. Jadi aku menulis hanya untuk sampingan dan menyalurkan hobi serta isi kepala yang berisik. 

Kalau kamu gimana?

Tuesday, January 20, 2026

How is your life today? Write three good things and three areas of improvement.

Hidup saat ini baik-baik saja. Meski jauh dari kata ideal bagi standar masyarakat kita, tapi aku tidak peduli. Aku tidak hidup untuk membungkam mulut mereka, karena itu di luar kendaliku jadi aku hanya akan fokus pada hal yang bisa aku kendalikan.

3 hal baik dalam hidupku

1. Masih bisa bekerja

Alhamdulillah masih bisa bekerja walaupun gajinya belum dua dijit ya. Hahaa. Tapi ini masih sangat aku syukuri, karena selain dapat gaji juga pekerjaan ini membantu aku untuk bisa improve skill aku di bagian mengajar dan bahasa Inggris.

2. Tinggal bersama orang tua

Meski selalu ada cek coknya tapi ya begitulah hidup bersama orang tua/keluarga. Aku bersyukur masih bisa tinggal bersama mereka di tengah-tengah perjuangan aku untuk bisa sembuh dari depressive episode. 

3. Lingkungan kerja yang suportif

Aku sangat senang dan bersyukur karena lingkungan kerjaku saat ini sangat suportif, tidak saling sikut, dan hanya fokus pada pertumbuhan diri masing-masing. Selain itu, lingkungannya masih saling mengingatkan untuk ibadah. 

3 hal yang harus aku tingkatkan

1. Skill bahasa Inggris aku.

Jujur skill bahasa Inggris aku masih mentok di level B1-B2. Mau ke C1 rasanya butuh effort yang besar, tapi aku tetap belajar agar bisa sampai ke level itu. Semangat

2. Belajar tentang sidehustle

Karena gajiku hanya cukup untuk makan, jajan dan kebutuhan pribadi, aku harus putar otak untuk bisa menambah penghasilan aku di jam pagi sampai siang. Saat ini aku sedang mencoba untuk melamar di luar zona nyaman aku: mengajar. Hihiii Semangat juga, Ihat.

3. Rajin olahraga dan makan sayur serta buah

Ini nih, masih harus terus ditingkatkan. Meski tiap pagi suka sepedahan, cuma intensitasnya harus ditambah setiap harinya ya. Biar badan sehat dan melepaskan stres atau emosi-emosi yang membelenggu hehheee. Makan sayur sama buahnya harus sering juga, okay. 

Monday, January 19, 2026

 Your long-forgotten hobby.

Menulis, membaca dan mendengarkan radio itu adalah hobi yang aku tekuni dari sejak SD sampai sekarang. Lalu hobi apa ya yang aku dulu lakukan dan sekarang udah enggak lagi? Bentar. Harus agak mikir dulu. 

Kayaknya ini deh, main ke rumah temen. Iya, dulu pas zaman TK, SD sampai SMA seneng banget tuh main ke rumah temen. Pokoknya mau ngerjain apa-apa harus di rumah temen ampe pernah ikut tidur siang juga di rumah temen. Gak tahu deh, dulu gak betah banget di rumah. Pengennya main mulu, ketemu orang. Kalau sekarang boro-boro. Diajakin ngumpul atau ketemuan sama temen aja malesnya ampun. Mending diem aja di rumah, tidur walaupun diomelin sama orang tua tidur mulu, tapi ya dari pada kelayapan ke luar rumah ketemu orang banyak? No. Big no. 

Untuk saat ini aku lebih banyak menikmati waktu ku seorang diri. Gak tahu kenapa, lagi seneng sama diri sendiri aja, lagi anteng. Dulu boro-boro. Habis beres mandi pagi, makan langsung nyamper tetangga. Hahahaa. Meski harus nunggu karena temen masih mandi juga ya aku tungguin aja. Pernah kena omel gegara masih pagi udah nyamper buat main. Wkwkkw. Tapi ya itu aku yang dulu, gak pernah betah di rumah. 

Sunday, January 18, 2026

 Write about that one movie or book or incident that drastically changed your life.

Dari sekian film ataupun buku yang pernah nemenin aku, tetep hanya satu film dan buku-buku ini yang berhasil mengubah hidup aku: Laskar Pelangi. Film dan juga tetralogi bukunya berhasil membuat aku memiliki sudut pandang yang baru mengenai pendidikan tinggi bagi orang yang kurang secara finansial. Film dan buku ini juga berhasil membakar semangat aku kala aku tengah hampir putus asa untuk bisa berkuliah S1 kala itu karena tidak memiliki biaya. Berbekal cerita Ikal dan kawan-kawan yang bisa berkuliah sampai ke Paris, akhirnya mematahkan omongan orang-orang yang bilang bahwa aku gak bisa kuliah karena kondisi keuangan keluarga yang serba kurang. Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah. Selama aku berusaha dan bertekad, akhirnya aku bisa berkuliah. Walau sambil bekerja dan mengambil kelas karyawan, aku sangat mensyukuri momen tersebut. Karena setelah disadari, banyak yang tidak bisa mengenyam pendidikan sampai ke S1. 

Buku ini juga yang sampai sekarang terus menginspirasi aku yang masih memiliki mimpi untuk melanjutkan study. Bismillah ya. Jangan pantang menyerah. 

Imagine yourself stranded alone in an unknown land. How does it look?

Gak bisa ngebayangin sih gimana jadinya. Terdampar di sebuah negeri yang aku sendiri gak kenal udah pasti langkah pertama yang akan aku cari adalah rumah ibadah. Mau agama apapun itu karena satu hal yang aku yakini, semua rumah ibadah itu adalah aman. Tempat yang aman. Habis itu baru nanya ama orang sekitar mau pake bahasa isyarat sekalipun yang penting ada orang yang bisa dikenal dan bantu kita buat bisa stay di sana atau ke luar dari negeri tersebut. Karena aku bisa bahasa Inggris, bisa ngebantu sih kalau mereka bisa ngobrol Inggris. Dari sini aku mikir, ternyata penting juga buat belajar bahasa lain ya. Walau belajar buat mantepin bahasa Inggris saja aku masih butuh effort yang luar biasa. Ya namanya juga bahasa gak bisa satu hari lu cas cis cus ngomong kan?

Habis itu gimana ya? Entahlah aku juga gak bisa bayangin. Yang jelas dua hal itu yang akan aku lakukan. Hahahaa. 


Friday, January 16, 2026

 You are allowed to change one thing in your life. What will it be?

Aku ingin kembali ke tahun 2012, tahun di mana aku bisa memilih sekolah impianku dulu. SMAN 1 Tasikmalaya, tanpa takut soal biaya dll. 

Nilai sudah mumpuni untuk bisa daftar ke sekolah tersebut, tapi izin dari orang tua? Tidak. Aku tidak mendapatkan itu. Ditambah obrolan orang-orang yang bilang kalau di sekolah tersebut banyaknya anak-anak orang kaya, nanti secara pergaulan aku gak kuat. Belum nanti anak-anaknya pada les ini itu. sementara aku hanya mengandalkan otak dan usaha aku sendiri karena untuk bisa di tahap itu rasanya jauh sekali. 

Padahal itu hanya gosip belaka. Belum tentu seperti itu. Dulu aku terlalu nurut sama orang tua. Gak berani ambil resiko, dan menciut soal uang. Tapi ya, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin tidak jadi sekolah di sana dan harus bersekolah di tempat lain adalah jalan terbaik dari Allah. 

Hanya saja dari pengalaman ini aku jadi belajar, jangan pernah takut ambil kesempatan. Karena gak semua kesempatan datang dua kali dalam hidupmu bukan?

Thursday, January 15, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

 Write about your pet or write about a pet you always wanted.

Ngomongin soal pet, dari dulu pengen banget punya kucing tapi sayangnya tubuh aku menolak itu semua. Kenapa? Karena tiap main ama kucing tetangga pulang-pulang ke rumah mata gatal, hidung berair, dan bersin-bersin. Iyap, aku alergi sama bulu kucing.

Suatu ketika pernah ketika aku berkunjung ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kuliah. Di rumah temanku banyak kucing. Awalnya masih biasa aja ya, sampai beberapa menit kemudian bersin-bersin, hidung gatal, mata merah berair. Boro-boro bisa mengerjakan tugas, yang ada aku udah kewalahan sama alergi aku sendiri. Gak lama aku pamit pulang aja daripada terus menerus menyiksa diri berada di lingkungan yang ada kucingnya banyak. 

Kalau sekarang mungkin daripada memaksakan diri pengen punya kucing, kayaknya aku pengen punya kolam ikan yang di dalamnya banyak banget jenis ikan. Tapi hiu gak termasuk ya. Apalagi paus, gak muat kolamnya wkkw. Aku bercita-cita kalau nanti Allah izinkan aku banyak duit, aku pengen beli kolam ikan aja, biar kalau lagi suntuk bisa duduk di pinggir kolam sambil merhatiin ikan-ikan yang lagi berenang ke sana - ke mari. 

Wednesday, January 14, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write your goals for the next 1 month

Gak muluk-muluk dan gak besar juga sih. Cukup simple tapi aku tahu gak semua orang juga bisa. Goals aku di satu bulan kedepan adalah sering nulis di blog, satu hari satu tulisan, bisa baca minimal 2 buku. Buku apapun itu. Bebas yang penting bisa beres dibaca. Sama rajin olahraga pagi. Mau jalan kaki, sepedahan, lari apapun itu yang penting gerak di pagi hari. 

Entahlah untuk saat ini aku gak punya target yang besar-besar. Semuanya aku coba runut menjadi hal-hal kecil yang bisa aku lakukan setiap hari tapi konsisten. Nah ini sih, di konsistennya. Karena untuk bisa konsisten kan gak melulu soal mood gak mood. Mau dalam keadaan apapun yang tetap dikerjakan karena itu sudah komitmen dengan diri sendiri. Ini sih terutama modalnya disiplin juga ya. 

Yah gitu sih gak muluk-muluk. Kelihatannya mudah, tapi gak semua orang bisa melakukannya dengan konsisten kan? Huhuuu

Tuesday, January 13, 2026

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write about the three most important people you’ve ever met

Ini harus banget tiga ya. Okay. Aku akan menulis tiga orang ini berdasarkan nama-nama yang muncul begitu aja di kepala dan mempengaruhi cara pandang aku soal hidup. 

1. Pak Mus (Mantan Rekan Kerja sekaligus Atasan Aku)

Hidup aku mulai jungkir balik dengan segala perspektif baru setelah beliau menunjuk aku untuk menjadi Pembina OSIS. Luar biasa darderdor nya dengan aku yang minim ilmu mengenai leadership. Berbekal pengalaman berorganisasi selama di sekolah dulu dan di pondok satu persatu bisa dilalui. Satu hal yang selalu aku ingat dari perkataan beliau setiap kenyataan tak sesuai dengan harapan adalah,

"Gak apa-apa Bu. Kita cuma bisa berencana, semua yang terjadi itu di luar kuasa kita."

Atau,

"Gak apa-apa, Bu. Gak harus nunggu sempurna buat mulai. Yang penting mulai aja dulu, nanti kurangnya dievaluasi dan diperbaiki."

Dari sana perlahan aku belajar untuk lebih legowo tentang hidup. Mau sehebat apapun kita merancang, tetap ada yang lebih Maha Hebat lagi, yaitu Allah. Jadi setelah banyak berusaha dan berdoa, sisanya serahkan ya.

2. Bu Risma 

Teman, sahabat, sekaligus alarm aku tentang akhirat heheheee. Dari dia aku belajar bahwa saat terjadi sesuatu yang tidak sesuai perbanyak istighfar, deketin Allah, minta sama Allah, jangan jauh sama Allah. Pokoknya apa-apa Allah dulu, Allah lagi, Allah terus lah gitu. Yang selalu menyemangati aku di kala aku sedang down. Atau dia akan mengajak kita untuk merenung sejenak alih-alih banyak scrolling gak jelas. Selain itu kadang kalau aku lagi grasak-grusuk gak jelas dia akan mengingatkan aku untuk lebih bersabar lagi. 

"Sabar, Ceu. Gak usah buru-buru. Mau ke mana sih?"

3. Kak Anwar

Pertama kali bertemu di English Volunteers, orang yang peka banget sama perasaan orang, orang yang untuk pertama kalinya tiba-tiba nyuruh aku nangis, mengingatkan aku kalau lagi gak baik-baik aja dan jangan semunya dipendam sendiri. Awalnya tersinggung sih, kayak ngapain sih nih orang baru aja kenal udah sok tahu hahahaaa. Tapi lambat laun memang aku sedang tidak baik-baik saja dan selalu berusaha untuk terlihat kuat padahal sebenarnya udah mulai hancur dari dalam. 

Teman mengobrol untuk hal-hal random sampai hal-hal yang harus dipikirin. Apalagi semenjak didagnosis depressive episode aku serasa punya teman untuk sama-sama mengobrol hal-hal yang hanya bisa dipahami oleh orang gila wkwkwk. Perspektifnya soal hidup membuat aku bisa memiliki harapan baru lagi, apalagi dia sering jalan-jalan ke luar negeri bikin aku mikir, 

"Ok, aku gak mau mati sekarang. Aku pengen bisa jalan-jalan ke luar negeri kayak dia."


Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

Write a letter to a close friend that you lost contact with

Dear Silmi,

Kamu apa kabar? Udah lama banget ya kita gak ketemu. Terakhir ketemu ya waktu kita masih TK. Meski begitu aku akan selalu mengingat kamu karena kamu orang baik dan orang yang pertama kali mengajak kenalan denganku ketika aku masih malu menjadi murid baru. 

Kamu di mana sekarang? Kira-kira kalau kamu ketemu aku, kamu bakal ingat aku enggak? Kalau kamu lupa kayaknya aku bakal nangis sih. Hahahaaa.

Aku ingat banget gimana kamu suka traktir aku jajan susu karena uang bekal aku sedikit. Atau kamu bagi makanan kamu sama aku. Main bareng sepulang sekolah, sampai aku ingat banget waktu Mamah kamu datang buat jenguk Mamah aku yang pada saat itu sama-sama sedang mengandung.

Oh iya, terakhir aku dengar, Mamah kamu sudah tidak ada. Aku sedih mendapat kabar itu. Bagaimana pun, Mamah kamu itu baik banget sama aku. 

Gak banyak yang ingin aku sampaikan sama kamu, aku cuma pengen bilang aku rindu dan ingin bertemu. Semoga kamu di sana sehat dan bahagia ya!

Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com  untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.

What is the biggest lesson you learned till now?

"Jangan jadi gak enakan. Nanti malah ditindas orang seenaknya."

"Jangan apa-apa iya-iya terus. Sesekali harus belajar bilang "enggak."

"Jangan membenani diri sendiri dengan kata iya, kalau gak sanggup bilang daripada menyiksa diri."

Dari beberapa teman dekatku selalu saja bilang begitu. Aku tahu dan aku kenal diriku yang begitu people pleasure sampai apapun yang diminta orang aku turuti dan aku terima. 

Sampai suatu ketika pernah rekan kerjaku yang sudah agak kesal denganku langsung menolak beberapa pekerjaan yang tadinya akan diberikan padaku. Aku hanya melongo pada saat itu. Dari sana aku berpikir, orang lain aja bisa paham kalau kamu itu sudah kesulitan dan tak perlu lagi menambah beban, lalu kenapa diri kamu sendiri yang selalu mengiyakan keinginan mereka semua?

Semenjak kejadian itu aku mulai belajar untuk berkata tidak. Meski di awal rasanya gak enak ya tapi justru bikin lega. Makin ke sini makin belajar lagi untuk memprioritaskan diri sendiri. Karena aku paham aku gak bisa terus bergantung sama rekan kerjaku itu untuk membelaku berkata tidak. 

Dan sampai sekarang aku masih belajar soal ini. Aku menikmati prosesnya sampai suatu hari nanti aku akan terbiasa bilang tidak pada sesuatu yang aku sendiri tidak sanggup mengerjakannya. Karena pada akhirnya kita gak bisa menyenangkan semua orang kan?

Letters to Myself | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi