![]() |
| doc.pribadi |
Ramadan sering kita sebut sebagai bulan kembali. Kembali kepada Al-Qur'an, kembali kepada masjid, kembali kepada doa.
Namun, pernahkah kita benar-benar kembali kepada diri sendiri?
Sering kali kita berpuasa dari makan dan minum, tetapi tidak pernah berpuasa dari luka lama, dari dendam, dari rasa tidak cukup yang terus menggerogoti hati. Kita sibuk memperbaiki amal, tetapi lupa memeriksa hati.
Tahun ini, aku tidak ingin hanya menjalani Ramadan sebagai rutinitas ibadah. Aku ingin menjadikannya perjalanan. Perjalan untuk mengenal siapa diriku sebenarnya di hadapan Allah. Perjalanan untuk berdamai dengan luka yang belum selesai. Perjalanan untuk menemukan kembali makna hidup yang mungkin sempat hilang di tengah lelahnya dunia.
Melalui seri #RamadanJournaling ini dengan tema Self Discovery, aku ingin menuliskan percakapan-percakapan sunyi antara aku dan Penciptaku. Tentang dosa yang masih membuatku takut. Tentang doa yang belum terjawab. Tentang harapan yang diam-diam masih kupeluk.
Ada lelah yang belum selesai
Ada luka yang belum sembuh
Ada doa yang masih menggantung di langit.
Aku sadar, mungkin selama ini aku lebih sibuk memperbaiki penampilanku di hadapan manusia daripada memperbaiki hatiku di hadapan-Mu.
Maka di bulan ini, izinkan aku belajar kembali. Belajar mengenal diriku sebagaimana Engkau mengenalkanku. Belajar menerima takdir yang tak selalu sesuai harapan. Belajar mencitai-Mu bukan hanya karena takut, tapi karena rindu.
Semoga tulisan ini bukan hanya menjadi catatam perjalan pribadiku, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi siapapun yang sedang mencari cahaya di bulan penuh ampunan ini.

Post a Comment