| doc. pribadi |
Identitas Buku
Judul: A Guide Book To Find Yourself
Penulis: Luc Diana
Tahun Terbit: Cetakan kedua, 2024
Penerbit: Brilliant Books
Blurb
I still haven't found what I'm looking for
"Aku masih belum menemukan apa yang aku cari." Piuhh... perasaan semacam ini sangat menyebalkan, saat aku merasa galau terus-menerus dan merasa tidak harus melakukan apa dalam hidupku ini. Inilah yang sempat kurasakan pada masa-masa pendewasaan diriku. Aku pernah merasakan hari-hari gelap, saat aku merasa tidak pernah cukup untuk diriku sendiri, dan aku merasa begitu kesepian, sampai-sampai aku ingin mati saja.
Di luar sana, mungkin banyak orang yang punya pengalaman sama. Punya perasaan yang sama ketika hari-hari mereka dipenuhi oleh kegelisahan yang sepertinya tidak akan pernah berakhir. Buku ini adalah salah satu caraku mengatasi hari-hari gelap itu. Ini adalah catatan pergulatan batinku, serta hasil pencarianku tentang bagiaman aku harus menemukan diriku yang sejati, dan bagaimana menemukan apa yang kucari selama ini dalam hidupku. Buku ini sekaligus menjadi semacam pengingat bagiku.
Besar harapanku agar buku ini bisa menjadi panduan sekaligus teman untukmu yang sedang mengalami pergulatan dalam pencarian jati diri dan di akhir kamu bisa mengatakan, "Now, I have found what I'm looking fo."
Tiga Insight Utama
1. "Mengapa aku selalu merasa tidak bahagia?" adalah karena aku terlalu ketat, dan terlalu tinggi menerapkan standar-standar dalam kehidupanku. Aku lupa kalau hidup itu tidak perlu sempurna, atau tidak perlu mengikuti standar-standar kebahagiaan orang lain. (p. 43)
2. Pikiran itu muncul karena aku merasa jika aku mati, sepertinya perasaan-perasaan menyiksa itu pasti akan hilang. Padahal, kan belum tentu. (p. 67)
3. Ketika aku menarik napas dan menghembuskannya, di situlah kesadaranku dilatih. Saat aku harus sadar bahwa yang aku pikirkan secara terus menerus itu hanyalah ilusi. Jika aku berpikir tentang masa depan, itu artinya aku memikirkan hal yang belum tentu terjadi.
Sementara itu, kalau aku berpikir tentang masa lalu, itu artinya aku mimikirkan hal yang sudah lewat, dan sia-sia karena masa itu tidak akan pernah kembali atau mengubah hal yang sudah terjadi itu.
Refleksi Pribadi
Membaca buku ini persis seperti sedang berbicara kepada seorang teman yang paham sekali dengan kondisi kita, terutama aku pribadi. Penggunaan bahasa yang santai dan mudah dipahami membuat aku merasa tidak sendiri dalam menjalani hari-hari gelap itu. Banyak tips menarik dan mudah dipraktikkan dalam buku ini, seperti latihan pernapasan sederhana yang langsung bisa aku coba saat merasa cemas. Buku ini benar-benar membantuku memahami bahwa kesepian itu sementara, dan aku mulai merasa lebih percaya diri setelah menerapkan saran-sarannya. Jika kamu sedang dalam masa-masa sulit dan belum mengenal siapa dirimu, kamu bisa mulai dengan membaca buku ini, siapa tahu, ini bisa jadi titik balik kamu.
Post a Comment