Books

Tuesday, May 12, 2026

doc. pribadi


Identitas Buku

Judul: You Are Enough: A Guide To Self-Love and Be Kind To Yourself
Penulis: Rara Noormega
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, 2024
Halaman: 190 Halaman
Penerbit: Mediakita, Jakarta Selatan

Blurb

"...to feel,

to hurt,

to love,

and to heal

you were born to be a human being."

This book serves as a compaasionate reminder that, on your self-love journey, you are never truly alone. May its pages empower you with the courage to embrace and forgive every aspect of yourself, both inside and out. 

Tiga Insight Utama

1. As now you're recognizing your inner child or getting along with your inner voice, let's begin the journey of loving yourself. Let's give your inner voice a space to be heard. Let's give a chance for your emotions to be felt. The journey of embracing your inner voice will be challenging, but you'll be okay.

2. You are different, unique, and you have your own path. You don't have to be someone else to be successful dan happy. You don't have to follow other people's lives to be considered as someone who's worthy. Being you is enough.

3. Sometimes, not everything is your fault. Sometimes, bad things happened because it supposed to happen. And, no, you shouldn't blame and beat yourself up that hard. Because darling, there are many things out there which are beyond your control. Not everything is your fault. Please forgive yourself.

Refleksi Pribadi

Membaca buku ini rasanya seperti sedang dipeluk dan dipahami tanpa sedikit pun dihakimi. Bahasanya sederhana namun sangat dalam, seolah setiap kalimatnya mampu menyentuh bagian paling rapuh dalam diri yang selama ini disembunyikan. Buku ini benar-benar mewakili suara hati kita yang sedang berjuang untuk menerima luka dan belajar mencintai diri sendiri kembali. Melalui buku ini, aku diingatkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa lelah, dan tidak apa-apa jika proses sembuhku tidak secepat orang lain. Benar-benar sebuah teman perjalanan yang menenangkan bagi siapa pun yang sedang berusaha berdamai dengan masa lalu.

Thursday, April 30, 2026

 


Amalia pulang ke Tasikmalaya bukan untuk mencari kenangan, melainkan untuk melarikan diri dari suara-suara di kepalanya. Namun, di kota kecil yang tenang ini, ia justru didiagnosis depresi. Di saat ia berjuang untuk tetap "waras", sebuah kabar datang: pria yang dulu menghancurkan masa SMA-nya dengan perundungan kejam, kini kehilangan kewarasan di Rumah Sakit Jiwa.

Ironi itu memuncak saat mereka bertemu. Pria itu tak lagi ingat siapa dirinya sendiri, tak lagi ingat dunia yang ia tinggalkan. Hanya satu memori yang tersisa di kepalanya: Nama Amalia.

Sanggupkah Amalia memaafkan seseorang yang bahkan tidak ingat pernah menyakitinya?


Setelah hiatus hampir beberapa tahun, akhirnya saya kembali mencoba menulis non-fiksi berjudul Breathing Through the Noise. Kamu bisa membacanya dengan klink link berikut ini ya. Saran dan komentar sangat saya tunggu!

Monday, March 16, 2026

doc.pribadi


Identitas Buku

Judul: Blooming Gracefully: A Collection of Comforting Writings to Give You Love in Your Healing Journey

Penulis: Rara Noormega

Tanggal Rilis: 03 Desember 2024

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Blurb

A healing journey might look different for each of us, but it feels almost the same for us all: lonely, hurtful, hopeless, and full of despair. And that is why I wrote this book for you. To be your healing friend. To be your source of love when you need to feel loved. This book is a love letter for you whenever you feel all alone in your healing journey.

Healing is not linear, and it doesn't happen in a stright line. Thus, read this book as you wish. You can start from each chapter accordingly, or you can opne the page wherever your heart is calling you. May this book be your friend, especially on your healing journey's most lonely and hurtful nights. May each of the pages in this book lead you to yourself. May this book lead you home. And most of all, may you heal your wounds while also blooming gracefully. 

Your healing journey doesn't make you a broken one. It's making you more beautiful than ever before. Healing makes you grow. It makes you bloom. 

Tiga Insight Utama

1. I hope you fall in love with how you put your best efforts into everything you do. I hope you fall deeply in love, not with a person, but with how you live your life. I hope you fall in love with your mind, talents, and courage, even with your silly jokes and foolish decisions. I hope you fall in love with how you stumble upon failures and get back up. I hope you fall in love with how you love someone instead of the idea of someone. I hope you fall in love with your thoughts, hopes, and dreams, not your expectations towards someone.

2. Your healing journey might take months or years, and you might need to create yourself all over again, but it'll be worth that wait and the effort. Your healing journey doesn't have to be fast or smooth or full of trips to tropical island. Most of the time, you need kindness from yourself. 

3. So, when you feel trapped in a dark place and have no way out, go inside yourself and cast a light from within. Because even when you're in the dark, you still grow. 


Refleksi Pribadi

Sebelum membahas buku ini, let me tell you something about this book. Sebenarnya udah dari lama aku pengen banget baca buku ini, berkali-kali tiap ke Gramedia hanya mampu foto cover bukunya saja, sambil berharap bulan depan uang gajiku bisa aku sisihkan untuk membeli buku ini. Meski aku belum tahu pasti ini isi bukunya membahas apa, tapi entah mengapa di dalam hati terus bergumam, "Ini buku yang aku butuhkan." Sayangnya, bulan selanjutnya, uang gajiku belum bisa aku alokasikan untuk membeli buku ini. Namun, gejolak itu tak kunjung reda, seperti panggilan halus dari dalam diri.  

Hingga suatu malam, aku membuka aplikasi Gramedia Digital yang sudah lama aku download di Ipadku. Scroll-scroll pelan hingga akhirnya aku memutuskan untuk berlangganan non-fiction sebesar Rp. 49.000 untuk bisa aku gunakan selama satu bulan. Dan duaarr!! Senangnya tak terkira, karena aku bisa menemukan buku-buku yang ingin aku baca tanpa harus merogoh kocek yang besar walau ya bedanya aku tak punya buku fisik di tangan heheee. Untuk kamu yang ingin mendapatkan buku ini secara fisik kamu bisa mendapatkan buku ini dengan klik link berikut ini ya! Cuma satu pelajaran penting buat aku, di tengah keterbatasan budget yang aku punya, aku bersyukur dengan kehadiran aplikasi Gramedia Digital  ini sehingga aku bisa membaca buku apapun yang aku mau tanpa harus merogoh uang saku yang banyak.

Ternyata intuisi hati tak pernah mengkhianati. Aku tak pernah menyesal sedikitpun untuk bisa membaca buku ini. Buku ini berhasil menggoyahkan sudut pandangaku tentang luka, kegelapan, healing process, seperti cermin lembut, memantulkan bayanganku sendiri yang selama ini kusembunyikan. Buku ini juga seperti seorang sahabat yang tak bermaksud untuk menasihati tapi kata-katanya  menenangkan hatiku yang sebelumnya kacau balau. Aku merasa diingatkan tanpa paksaan,  ditenangkan tanpa penghakiman, dan akhirnya, aku seperti sedang diajak pulang ke rumah diri sendiri. Terima kasih, Kak Rara sudah menulis buku seindah ini. Terima kasih karena sudah menulis tenang healing dari sudut pandang yang mudah dimengerti dan difahami. 

Buku ini sangat cocok untuk kamu yang sedang berada dalam fase gelapnya hidup, kehilangan arah, tengah menyembuhkan luka, atau untuk kamu yang sedang berjuang kembali ke pelukan diri sendiri, mengajakmu merenung, bahwa proses ini adalah bagian dari perjalanan pulang. 

Selamat berproses, dari hati ke hati. 



 

Monday, February 16, 2026

doc.pribadi

Identitas Buku

Judul: Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah

Penulis: Alfialghazi

Tahun Terbit: Cetakan kesebelas, 2022

Penerbit: Penerbit Sahima (Kelompok Penerbit PT Magenta Media), Depok, Jawa Barat

Blurb

Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginanmu. Pada satu waktu, impianmu akan dipukul mundur, harapanmu terpatahkan, dan langkahmu dihentikan paksa.

Dunia yang luas terasa begitu menyesakkan. Ramai, tapi sepi.

Ingin terus melangkah, takut terjatuh. Ingin putar balik, sudah tak mungkin tertempuh. Ingin menyerah, tetap saja tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Setiap pilihan nyaris tak mampu kamu tanggun konsekuensianya. 

"Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah" akan menemanimu, untuk terus melangkah maju, menerabas segala keterbatasan, menikmati segala kekecewaan, melewati dunia yang penuh dengan kefanaan, menuju satu tempat bernama keabadian.

Untukmu, jiwa-jiwa kecil yang sedang mendamba bahagia, kebahagiaan yang sesungguhnya. Selamat menikmati!

Tiga Insight Utama:

1. Padahal, itu semua tak akan pernah menemui kata selesai, angka-angka tak akan pernah memuaskanmu, karena yang sedang kamu beri makan adalah nafsu, ia tak punya rasa kenyang. Sayangnya, kamu meletakkan kebahagiaan pada hal-hal semacam itu, pada deretan angka yang menipu. (p. 21)

2. Apabila pada masanya nanti kita menemu situasi-situasi sulit, bahkan sangat rumit untuk diselesaikan, ingatlah selalu bahwa langkah kita harus terus berlanjut, sebesar apa pun halangannya dan sesakit apa pun kenyataannya. 

Walaupun kebahagiaan terasa begitu jauh, kita tetap tak boleh kehilangan harapan karena sejatinya kebahagiaan ataupun kesulitan keduanya sama. Keduanya adalah jalan juang yang harus dilewati. Pada kebahagiaan, kita tak boleh lali, sedangkan pada kesulitan, kita tak boleh menyerah. (p. 68)

3. Memang benar, mencari pekerjaan yang baik memang tidaklah salah. Namun, jika itu membuat seseorang menjadikan dunia sebagai poros kehidupan dan harta sebagai tanda keberhasilan maka tentu hal tersebut adalah keliru. 

Kaya belum tentu menemui kebahagiaan dan miskin belum tentu menemui kesengsaraan. Inilah kenyataan yang kira sering alpa untuk memahaminya. (p. 242)

Refleksi Pribadi

Buku ini adalah buku milik teman yang aku pinjam. Aku tidak pernah menyangka bahwa buku ini akan banyak menamparku dan membuatku menangis. Aku sadar selama ini aku terlalu menjadikan angka-angka itu sebagai bentuk keberhasilan padahal ketika aku sudah merasakannya nyatanya hati aku tidak pernah tenang dan nyaris sering membuatku stress tak karuan. Angka-angka kecil yang kini aku terima entah mengapa rasanya jauh menenangkan dan membuatku tak pernah takut merasa kehilangan. Dengan waktu yang aku korbankan untuk berbagi melalui program mengajar gratis, hatiku merasa tenang dan diriku merasa utuh kembali. Kini aku sedang belajar kembali menata niat, diri, dan hati. Akan bawa ke mana hidupku ini? 

Meski tak bisa dipungkiri, melihat teman-teman se usiaku banyak yang sudah mapan secara angka dan mudah pergi bolak-balik ke luar negeri membuatku kadang merasa iri, tapi ini aku selalu berusaha untuk menyadarkan dan menenangkan diri. Kalau kamu dikasih kesempatan itu sama Allah, apa niat kamu? Mau pamer sama orang-orang bahwa kamu itu mampu dan hebat? Sementara yang memampukan dan menghebatkan itu semua adalah atas izin Allah? 

Aku kembali lagi merenung. Kenapa hanya poros dunia yang dijadikan standar keberhasilannya bukan standar akhirat? Apakah ini yang memicu stress dan merasa bahwa diri ini tidak layak?

Buku ini sangat membantu kamu yang sedang kehilangan arah, hampir dan bahkan ingin menyerah. Kita akan disadarkan kembali melalui buku ini, bahwa dunia adalah sementara dan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. 

Kamu tertarik untuk membaca buku ini? Kamu bisa mendapatkan buku ini dengan klik link berikut ini.

Letters to Myself | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi