Saturday, December 14, 2024
![]() |
| Photo by Alex Fu |
Aku kembali gelisah
Waktu terus berputar tak bisa kuhentikan
Malam semakin larut, tetapi mata sulit untuk bisa dipejamkan
Kebisingan dunia sudah berhenti tinggal semilir angin yang terdengar, namun bisik di kepala rupanya masih salih bersahutan sulit untuk bisa dihentikan.
Menatap jam yang kini jarumnya sudah berpindah ke hari baru
Tiba-tiba perasaan sedih, rindu, kesal, bercampur marah kembali hadir
Air mata tak bisa lagi ku bendung
Aku kembali menangis sendirian, bayangan-bayangan yang menyebalkan itu kembali lagi datang
Ingin sekali aku menghubungimu saat itu
Menangis kembali dipelukanmu, sembari mendengar nasihatmu yang selalu menenangkanku
Tapi malam itu aku tak bisa
Aku tak bisa melakukannya lagi
Teringat bahwa tujuan kita berbeda
Arah yang kita tuju ternyata tak sama
Aku memutuskan untuk segera pergi meninggalkanmu sebelum aku jatuh terlalu dalam
Dan kamu membiarkan aku pergi dengan keputusanku
Tak ada yang salah dengan pertemuan ini
Kesempatan yang kita lalui bersama
Kamu yang selalu ada untukku
Begitupun aku
Meski aku tahu jalanan yang harus ku tempuh ini masih jauh untuk menemukan cahaya
Tapi aku tak mau, saat aku sudah terlalu terbiasa denganmu dan perjalanan yang kita lalui sudah sangat jauh, sementara tujuan kita berbeda
Pada akhirnya kita akan tetap berpisah bukan?
Sungguh, jika harus ku katakan
Aku sangat merindukanmu
Namun keputusan yang aku buat
Aku tak bisa mengatakan itu kembali
Dan aku tak ingin kehilangan diriku lebih jauh lagi
Biarkan sepi malam dan segala riuh dalam isi kepala menemaniku
Meski harus tetap terjaga sampai fajar tiba
Ihat
Monday, December 09, 2024
![]() |
| Photo by alexandre saraiva carniato |
Minggu ini rasanya masih menjadi minggu yang berat bagiku. Perasaanku kembali naik. Aku malas beraktiftas, sering melamun bahkan terkadang lupa dengan apa yang akan aku kerjakan atau yang sudah aku kerjakan detik itu juga. Diam sedikit sudah bengong. Tidur tidak nyenyak. Sudah beberapa hari aku terbangun di tengah malam dan sulit kembali untuk memejamkan mata. Atau aku akan kesulitan untuk tidur sampai tengah malam dengan kondisi mata yang masih terjaga. Meski mataku terpejam, fikiranku tetap riuh berisik dan tidak berhenti mondar-mandir ke sana kemari.
Selain itu, tak jarang aku menangis tanpa sebab setiap malam selama seminggu kebelakang ini. Lucunya lagi, saat minggu lalu aku mengajak diriku sendiri untuk jalan-jalan sebentar dengan naik bandros yang ada malah aku banyak bengong sepanjang jalan. Aku benar-benar tidak menikmati perjalananku di minggu lalu. Dan anehnya lagi justru aku sangat menikmati waktu liburku untuk tidak bertemu banyak orang, mengurung diri di kamar, mematikan ponsel, dan tidur seharian.
Sungguh, saat tak mengetahui perasaan ini kenapa dan mengapa rasanya capek ya. Perasaan bingung dan sering berubah-rubah inilah yang mendominasiku kembali selama kurang lebih dua minggu kebelakang ini. Aku tahu menjadi dewasa tidak bisa seperti saat kamu kecil bisa berhenti sejenak bermain atau sekolah. Sudah dewasa ya mau seberantakan apapun diri kamu di dalam, kerja ya tetep harus kerja. Pasang muka baik-baik aja, walau jauh dalam hati kamu sudah ingin menyerah.
Aku tahu, aku faham. Fase ini sangat sulit sekali untuk bisa aku lalui. Tapi di tengah-tengah kesulitan ini, aku hanya yakin bahwa Allah tetap ada di sampingku, tetap menemaniku, tetap menjagaku, membimbingku agar aku tetap berjalan melewati semua ujian perasaan ini. Aku bersyukur karena aku sudah bisa melawan perasaan untuk menyakiti diri sendiri. Bersyukur karena orang tuaku sangat memahami kondisiku di saat aku sering menghubungi mereka.
Aku cuma mau bilang sama diri aku sendiri.
Hai,
Makasih ya udah mau bertahan sejauh ini. Tahu, ini berat banget dan kamu benar-benar sedang merasakan masa kegelapan dalam hidupmu. Gak apa-apa. Semuanya gak akan lama, semuanya akan berakhir. Percaya aja ya kamu akan baik-baik aja kok dan kamu akan menjadi semakin kuat juga tangguh setelah melewati perjalanan ini.
Kalau mau nangis, nangis aja. Jangan ditahan. Sampaikan dan terima perasaan yang kamu rasakan saat ini. Kamu hebat. Kamu kuat.
Tetep berjalan ya, jangan pernah berhenti. Titip. Jangan menyakiti diri sendiri, karena siapa lagi yang mau menemani kalau bukan diri sendiri.
Love,
Ihat


Social Media
Search