Sunday, November 13, 2022
I haven’t been writing a lot these past two months. I haven’t
been sharing a lot as well. I didn’t have any idea to do so. Moving to this
city is not easy from me, far from family; my big support system. I was sad
most of the time. Angry, other times. Small things triggered my insecurities.
Even I know, live here is one of my dreams and also being an English teacher is
my big dream. So, I didn’t write a lot and I didn’t share a lot.
My heart was empty. Actually, when I wrote here, I was confused. I
just sat down, stared at the computer, played the keyboard. Usually after hanging
out with my friends, I got any idea so directly I wrote it on my laptop,
publish it in my blog. But, I don’t know why for my situation right now, I didn’t
get anything to share with you. To get the inspiration is so hard from me.
Should I take rest for a while from social media?
Should I give big motivation to myself?
Should I read many books to charge my mind and my energy?
Should I come closer to Allah? As my creator?
In the reality, I find it burden to be a teacher. While I was
writing here, I got the reason for that. Yep, because I put “teacher” as my big
dream.
Thus, please! Just give it a try, you have nothing to lose.
Never give up!
Sunday, September 11, 2022
Dear kamu,
Lama tak jumpa dan yang kudapati adalah
kabar kamu telah meminang orang lain. Kaget, bahagia, sekaligus kecewa
bercampur dalam hati. Cerita-certia imajinasiku mendadak luluh, hancur dan aku
tak berdaya untuk melanjutkan kisah fiksi ini.
Kamu yang ku kira akan menjadi terakhir
bagiku ternyata tidak. Bukan kamu orangnya. Kamu adalah harapan terakhir yang selalu
aku panjatkan, rupanya hanya menjadi tempat persinggahan dan kisah yang sudah
usai. Yang seharusnya sudah aku tutup lembarannya tujuh tahun yang lalu.
Doa yang kamu panjatkan yang pertama dan juga
rupanya menjadi yang terakhir bagiku itu harusnya sudah menjadi bab akhir yang
tak perlu aku lanjutkan lagi dengan paragraph baru berisi harapan-harapan
kosong.
Aku kembali pada titik terendahku.
Kembali pada garis merah yang selama ini dengan
susah payah aku telah menarik diri darinya.
Aku kembali terjerebab hanya karena
kenyataan yang seolah-olah selalu menipuku.
Aku benci dibuat bahagia kemudian tak lama
dibuat menderita
Aku benci pada cinta yang datang yang pada
akhirnya hanya membuat aku kembali menjadi seperti orang gila.
Aku mulai membenci diriku sendiri karena
begitu mudahnya terperdaya
Aku mulai merutuk pada diri sendiri
Sudah tak seharusnya kemarin aku mencarimu
Meminta kepada-Nya
Jelas dari awal kamu hanya datang sebagai
pelangi di hidupku.
Yang hanya bisa dipandang namun tak bisa
diraih.
Sudah sadar sekarang?
Yuk, kembali lagi berjalan untuk pulang
pada rumah sendiri
Tak apa-apa sambil terseok-seok asal sampai
Doakan agar kamu bahagia dengan kehidupan
barumu
Namun sungguh aku tak sanggup jika pertemuan
pertama nanti setelah tujuh tahun tak jumpa
Kamu sudah menggandeng tangan seorang
perempuan, yang tak lain dan tak bukan adalah istrimu.
Dan hujan mengguyur deras malam ini seolah meredam tangisku agar kamu tak mendengarnya.
Love,
Ihat
Saturday, July 23, 2022
![]() |
| www.canva.com |
Bismillahirrahmanirrahiim...
It's been a long time, almost two months I've never written here. I was busy and hadn't found the pattern to get the new job done. I'm still learning it, so working on it is a bit hampered, considering all this is new to me.
I feel insecure. I felt so useless, and even I kept lowering myself even though the new people around me didn't say anything to me. They said that I was pretty confident when performing in front. Even when hanging out or meeting, I don't look like I'm down.
I know these are just my feelings. The satanic feelings keep whispering for me to give up. Yet this place is perfect. A theme that will make me grow, develop and even make my relationship with God closer.
Now I'm starting to stroll because I can't run. I simply try, give my best and enjoy all this process even though it is very annoying and tiring.
Don't people who are experts start from their incompetence which is then honed, and when they find failure, they get up and don't give up?
Common Ihat. You can do it! Don't underestimate yourself. Starting now, let's study hard, work hard, memorize forcefully, and don't forget to Allah for always praying and asking for Him everything. Your tahajjud, don't leave it.
Remember! Just Allah will enable you. Just Allah will help you. Just Allah will make easy your way.
It is just about time. I need to enjoy everything that comes to me. Pray to Allah, ask for Him and never get bored doing it.
Love,
Ihat
Monday, May 16, 2022
Sunday, May 15, 2022
![]() |
| Foto oleh cottonbro dari Pexels |
Memendam sebuah perasaan itu terasa menyesakkan bukan? Entah itu perasaan sedih, kecewa, senang, hingga bahagia karena jatuh cinta. Menyimpannya sendiri dan hanya mampu dituangkan dalam sebuah aksara di malam-malam yang dingin pada tumpukan kertas yang dikunci rapat adalah kebiasaanku. Seluruh perasaan yang aku alami hari ini selalu aku curahkan menjelang beranjak pergi untuk memejamkan mata. Karena bagiku perasaan yang dibawa tidur hanya akan membuat otak terus menerus bekerja mengingatnya lalu menjelmakannya menjadi mimpi-mimpi malam yang panjang yang terkadang meresahkan atau membuat tak keruan hingga tak ingin terbangunkan oleh suara kokokkan ayam tetangga.
Adalah hari itu. Saat aku tak mampu lagi memendam seluruh perasaan yang aku miliki sejak awal kita berjumpa maka dengan segenap keberanian yang telah aku kumpulkan jauh-jauh hari aku membulatkan tekad untuk mengirimkan sepotong lirik lagu padamu sebagai representasi dari isi hatiku.
Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini aku tak mengerti
Akankah sama jadinya bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kaulah cinta pertama dan terakhirku.
Sherina Munaf - Cinta Pertama dan Terakhir
Dengan perasaan campur aduk dan hati yang berdebar keras akhirnya aku putuskan untuk kembali mengirimmu pesan.
Maaf salah kirim
Karena pada saat itu kita tak bisa menarik pesan yang statusnya telah terkirim. Berbeda dengan sekarang. Bisa jadi dia tak keburu untuk membacanya lantaran pesannya sudah kamu tarik. Tapi zaman itu beda. Apa yang telah kamu lakukan ya sudah. Tak bisa lagi ditarik. Hingga pesan itu aku yakin kamu membacanya dan sebuah pesan balasan sampai padaku.
Hayo buat siapa hayo? Nanti saya sampaikan ke orangnya.
Aku hanya tersenyum membacanya. Kamu itu benar-benar polos, tidak tahu, atau memang sengaja menjawab seperti itu sebagai bentuk sebuah penolakan yang halus?
Kamu tak perlu menyampaikannya pada orang lain. Kamu sendiri adalah orangnya. Bisikku dalam hati.
Gak usah. Salah kirim kok.
Tak butuh hitungan menit sebuah pesan kembali hadir.
Ayolah beri tahu saya, nanti saya sampaikan.
Aku merebahkan diri di atas kasur sambil menatap langit-langit kamar dan membiarkan pesanmu itu tanpa membalasnya. Hingga aku tertidur kemudian terbangun di keesokan harinya dan mendapati lagi sebuah pesan darimu.
Ayo buat siapa sebenarnya pesan itu?
Masih sambil tersenyum dengan sedikit menantang aku menjawab,
Kalau buat kamu gimana?
Bergeming. Tak ada lagi pesan masuk darimu.
Hingga akhirnya kembali berjumpa di sekolah dengan sedikit perasaan canggung.
💓💓💓
Lagu Sherina Munaf-Cinta Pertama dan Terakhir akhirnya selesai diputar membuat aku kembali ke masa kini. Duduk sendirian tanpa mengindahkan kursi di samping sambil menikmati panorama sore yang indah dari balik jendela bus, aku tersenyum sendirian.
"Jadi lagu itu dulu benar-benar buat saya?"
Sebuah suara tiba-tiba muncul dari seorang penumpang di sampingku, membuat aku menoleh padanya.
"Kamu?" Aku cukup terkejut sekaligus gugup.
"Hari ini masih berlaku gak kalau lagunya itu buat saya? Bukan cuma jadi yang pertama tapi jadi yang terakhir juga."
Senyumku memudar. Antara percaya sekaligus tidak. Antara mimpi atau kenyataan karena sejatinya pertemuan ini adalah pertemuan kami setelah tujuh tahun berpisah.
"Saya dari tadi duduk di samping kamu tapi kamunya menghadap ke jendela terus. Mungkin kamu lagi mengenang saya karena lagu itu diputar." Jawabmu penuh percaya diri sambil tersenyum menggoda.
Love,
Ihat





Social Media
Search