Tuesday, February 21, 2023
![]() |
| Photo by Feyza TuÄŸba |
Seperti
dituntun untuk mengetahui yang sebenarnya
Tanpa harus
tahu dari mulut ke mulut
Kebenaran
yang nampak di depan mata dan juga perlakuan yang tak semestinya sudah aku
terima sendiri
Aku yang
berniat melakukannya untuk diri sendiri rupanya niat itu malah dimanfaatkan
saat kesempatan baik itu datang
Aku yang tak
bisa berkutik dihadapan semuanya, aku yang sesekali ikut pembicaraan karena
semuanya terasa asing bagiku
Sudah ingin
berlari jauh, tapi aku terlanjur menyanggupinya
Jari jemari
dipaksakan untuk menyelesaikan namun sungguh aku sudah hancur dari awal
Di depanku
adalah kebenaran yang tak bisa dielakkan lagi
Aku yang
terbilang mampu rupanya tak berarti di matamu
Kamu ragu padaku
dan seolah menyiratkan keengganan
Karena yang
kamu mau adalah dirinya
Dan aku tak
bisa berbuat banyak
Untuk apa
aku menawarkan diri jika niatmu bukan aku yang dicari?
Aku memilih pergi
dengan seulas senyum yang dipaksakan
Dan rupanya kepergianku
ini adalah hal yang selama ini kamu nanti bukan?
Kalaupun tidak,
lantas mengapa kepergianku tidak dicegah dan juga dipertahankan?
Untuk apa
aku berada di sana jika pembicaraan saja sudah tak satu frekuensi, jika semuanya
hanya tertuju pada diri masing-masing?
Aku bak
orang bodoh yang memaksakkan diri berdiri diantara semuanya
Aku terlalu
baik untuk dimanfaatkan dengan cara seperti ini
Aku pun tak
tahu jika tutur kata manis itu tak sebaik yang aku bayangkan
Mungkin baginya aku akan bahagia diperlakukan dengan cara seperti ini
Tidak. Kamu salah.
Aku terlalu
pintar untuk membaca keadaan.
Bukankah sudah
jelas kejadian-kejadian itu tak bisa mempererat keadaan selanjutnya bukan?
Kamu hanya
datang di saat butuh
Dan memanfaatkan
perasaan tulus ini hanya demi tujuanmu sendiri.
Wednesday, February 15, 2023
![]() |
| Photo by cottonbro studio |
This is my first time I talk the fact about my own self. Bener-bener diajak buat jujur sama diri sendiri. Baik dan buruknya kita kan cuma kita yang tahu sendiri bener gak? Diri kita di kaca mata orang pasti berbeda, gimana yang liatnya dan dari sudut pandang mana mereka menilai kita. Here, there are seven facts about Ihat:
- Suka Keramaian tapi Suka Menyendiri juga atau SebaliknyaSaya suka pergi ke tempat ramai ataupun perginya bareng temen-temen tapi pas udah sampai ditempat saya terkadang lebih memilih sendiri atau lebih memilih diam saat yang lain sedang asyik-asyiknya ngobrol. Begitupun sebaliknya. Kalau keadaannya sedang sepi justru saya lebih aktif dan mendominasi; mencoba membuat suasana jadi hangat. Aneh gak sih? Kadang saya mikir, saya extrovert enggak introvert apalagi. Apa jangan-jangan saya ambivert ya? Tapi kata senior saya yang jadi BK, kalau mau tahu kepribadian kita seperti apa harus di test dulu ke psikolog.
- Plin-Plan, Impulsif, dan Susah NolakIni nih kelemahan yang ada pada diri saya. Saya orangnya plin-plan. Gampang bikin janji gampang juga batalin. Mikirnya juga impulsif, gak pernah difikirin dulu kalau mau memutuskan suatu hal. Selain itu kalau dimintai tolong sama orang karena saya ini orangnya ‘gak enakan’ ya suka saya “iya” in aja tanpa liat sikon diri saya sendiri mendukung atau tidak. Pernah suatu hari rekan kerja saya minta tolong sama saya buat bantuin kerjaannya padahal saya sendiri gak yakin bisa. Ya saya “iya” in aja begitu dia menelfon. Alhasil pas di lapangan saya kelabakan dong sampai akhirnya minta tolong ke temen. Untung temennya mau bantuin. Jujur buang sifat ini susah huhuu. Tapi kalau tiap orang minta bantuan diiya-in aja efeknya jadi buruk juga lho buat diri kita. Saya ngalamin sendiri itu. Orang-orang jadi seenaknya nyuruh-nyuruh sama kita meski dengan dalih “minta tolong” karena mereka mikirnya kita pasti mau aja dan akan melakukan permintaannya. Dari situlah saya sadar sudah saatnya saya berani menolak permintaan orang dan membuat batasan pada diri saya sendiri. Mana yang bisa saya lakukan mana yang tidak. Karena kita tidak bisa memenuhi ekspektasi mereka bukan?
- Suka Romance Paling Anti HorrorMau novel, film, acara TV, video, podcast, acara radio semuanya saya suka bergenre romance dan anti horror. Iya saya akui saya memang penakut. Apalagi nih ya nonton film horror di bioskop bikin rugi buat saya. Kenapa? Karena dari awal film itu ditanyangkan saya lebih banyak menutup mata saya dibandingkan menonton filmnya. Belum lagi teriak-teriak sambil nyubit orang disebelah saya. Makannya kalau lagi nonton horror sama teman-teman mereka paling gak mau kalau saya di samping mereka. Sakit badan katanya :D. Beda lagi kalau nonton film romance. Udah pasti keuwuaannya yang paling kenceng diteriakin. Sampai saat ini film romance versi saya tetep film A Crazy Little Thing Called Love.Kalau acara radio pernah waktu itu kayak cerita-cerita hantu gitu udah langsung dimatiin aja radionya gak disetel lagi dan langsung diingat dong jadwalnya. Pokoknya di hari itu jam segitu jangan setel radio bla bla bla karena acaranya horror. Baca novel horror aja merinding. Makannya saya belum pernah baca novel horror.Ketika teman-teman saya nonton Jurnalrisa saya mana berani. Pernah sih satu episode saya tonton, itupun harus ditemani sama temen gak berani sendiri. Habis itu gak mau nonton lagi. Padahal menurut saya bagus itu video-videonya Jurnalrisa mengajarkan kita untuk tidak takut pada makhluk-makhluk halus. Tapi tetep aja emang penakut belum berani lagi tonton videonya.
- Suka Curhat di Diary sambil Mendengarkan RadioDari zaman sd kelas 5 sampai sekarang masih nulis di diary meski untuk saat ini jarang sih nulisnya. Gak tau kenapa. Biasanya kalau lagi galau, kasmaran, kesel, marah, unek-uneknya saya tulis semua di diary. Lumayan tuh udah berapa buku yang sudah saya tulis. Kenang-kenangan hidup. But the main point is self healing. Mengeluarkan segala unek-unek dalam bentuk tulisan di buku diary bisa membuat hati dan fikiran saya jauh lebih tenang. Sambil menulis biasanya saya sambil mendengarkan siaran di radio juga. Asik sih. Apalagi kalau lagu yang diputarnya lagu-lagu jadul. Band-band hitz dulu tahun 2000-an.
- Suka Makanan Rasa CoklatMau makanan apapun asal rasa coklat pasti saya makan. Ice cream, biscuit, cake, drink, apapun itu yang berbau coklat udah sikat. Bahkan coklat batangan aja saya anteng makannya. Temen saya makan coklat SilverQueen yang beratnya 65 gram itu butuh berapa kali makan. Lha saya sendiri pas dibuka langsung dilahap semua.
- Dari Satu Bulan Pasti Ada 1 Hari Izin KerjaYup! Alasannya adalah dismenore. Apa itu dismenore? Kalau di saya biasanya disebut sumilangeun. Itu sakit kram pas lagi datang bulan atau haid. Dalam satu bulan pasti ada aja izinnya karena dismenore. Kalau udah kerasa udah bisa gulang-guling seharian di atas kasur sambil nangis. Atau kalau rasa sakitnya datang pas malam saya gak bisa tidur semalaman. Teman-teman saya bahkan orang tua saya udah sering bilang buat diperiksain lagi ke bidan atau ke dokter kandungan. Tapi saya jawabnya paling hormon atau sebelum haid makan pedes mulu.
- Baru Suka Korean Drama dan Bucin Ok Taec-YeonKemana aja baru suka? Hihii iya saya baru dua tahun kebelakang ini suka sama Korean-Drama dan artis-artisnya, salah satunya yang membuat saya bucin saat ini adalah Ok Taec-Yeon. Duh padahal dari dulu dari zaman saya SMP saya sering dengerin lagu Hands Up nya 2PM sambil nonton di YouTube pula, cuma bilang itu yang di mobil kuning ganteng. Ehh baru tahu namanya kalau itu adalah Ok Taec-Yeon. Tahu Ok Teac-Yeon juga dari drakornya Vincenzo. Gara-gara suka dan bucin inilah akhirnya saya jadi mau dan senang mempelajari bahasa Korea.
Well that is all about me. Mungkin dari kalian ada yang baru tahu fakta tentang diri saya. Masih banyak kok fakta-fakta lain tentang diri saya cuma ya yang saya aforementioned itu saya ambil highlight nya aja. Saya sadar saya terlahir dengan segala kekurangan dan juga kelebihan. Tergantung kamu liat saya dari sudut pandang yang mana. Memang benar sih, saya akan dianggap baik oleh orang yang menyukai saya dan saya akan dianggap jelek atau jahat oleh orang yang membenci saya. Tapi soal pandangan orang ke kita emang betul kita tidak bisa mengendalikannya. So keep focus on your target!
Love,
Ihat
Saturday, February 11, 2023
![]() |
| Photo by Archie Binamira |
Tak ada yang
namanya pekerjaan yang sempurna. Pasti selalu ada titik dimana kita benar-benar
telah lelah, jenuh, bahkan ingin menyerah. Hanya saja menginjak dewasa bukan perkara
kita sudah tak sanggup lantas cabut begitu saja, banyak urusan runyam jika
hanya memikirkan ego sesaat. Maka tak lain dan tak bukan adalah tetap bertahan
meski itu itu bukanlah hal yang menyenangkan.
Siang itu,
saat semuanya terasa runyam aku memilih untuk pergi ke toilet untuk membasuh
muka. Berharap ada ilham datang sehingga bisa mempercepat urusan pekerjaan yang
mendadak stuck di kepala. Menuruni anak tangga dengan fikiran melayang-layang
hingga kemudian seorang anak kecil perempuan yang sedang berdiri di bawah anak
tangga tersenyum ke arahku, tak biasanya.
“Hai Uneng!”
sapaku.
“Ibu..” jawab
dia sambil tersenyum lebar membuat hatiku senang. “Ibu ini.” Lanjut dia sambil
memamerkan kepalan tangannya. Aku mengerutkan kening tidak mengerti. Kemudian
dia membalikkan kepalan tangannya itu. “Buka.”
Aku pun
membuka kepalan tangannya itu dan di sana rupanya ada satu permen.
“Buat Ibu,
ambil.” Aku tersenyum sembari terharu lalu diambillah permen yang ada di tangan
Uneng tersebut. Lalu si Kaka yang ada di sampingnya tak ingin kalah. Dia melakukan
hal yang sama seperti yang dilakukan adiknya. Aku pun disuruh untuk mengambil
permen yang ada di tangan si Kaka.
“Terima
kasih ya.” kataku sambil tersenyum bahagia. Kemudian aku kembali menuju
ruanganku dengan perasaan lega. Entah mengapa hal-hal yang tadinya kusut di
kepalaku kini mendadak rapih dan sudah terurai. Memangnya apa yang sudah
dilakukan kedua anak kecil tadi? Bukankah itu hal yang amat sederhana bukan?
Kemudian di hari
yang lain saat sepulang kerja rasanya aku ingin berteriak kencang, tiba-tiba
datang anak kecil yang baru saja membeli kopi sambil berlarian kecil. Wajahnya masih
penuh dengan bedak yang tak ditabur sempurna di wajahnya membuat aku terhibur. Aku
tersenyum sendiri. Mengingat ketika kecil setiap sore pasti selalu disuruh untuk
membeli kopi oleh Bapak. Setelah melihat pemandangan itu entah mengapa rasa
capek yang tadinya menggunung langsung lenyap seketika. Rupanya terkadang kita
lupa akan hal-hal yang terjadi di sekitar lantaran kita terlalu sibuk dengan
fikiran kita sendiri. Padahal banyak sekali hal-hal istimewa yang bisa kita
saksikan langsung di sekitaran kita. Entah itu saat kita berangkat kerja,
pulang kerja, ataupun saat bekerja.
Terima kasih
untuk hal-hal istimewa ini yang membuat aku kembali tersenyum dan sejenak bisa
melupakan keruwetan yang ada.
Love,
Ihat
Wednesday, February 08, 2023
Lama tak menulis. Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang ingin aku bagi di sini. Entah mungkin karena penyakit procrastinating aku kambuh lagi atau bagaimana. Hingga sebuah video reels di Instagram menamparku bahwa lakukan sedikit dan jangan menunda-nunda.
Pada hari Minggu,
22 Januari 2023 lalu aku berkesempatan untuk mengikuti walking tour bersama
Cerita Bandung. Dengan rute perjalanan Patung Pastor H.C.Verbraak yang berada
di Taman Maluku dan berakhir di Gedung Sate. Ini adalah pertama kalinya untuk
aku mengikuti acara tour kota Bandung. Bermodalkan nekat dan ingin lari dari kenyataan namun tak bisa :D, akhirnya tanpa berharap banyak rupanya namaku masuk di list pada rute perjalanan ini. Tarif untuk
kegiatan ini, Cerita Bandung sendiri menerapkan sistem pay as you wish. Lalu
bagaimana cara kita kisa mengikuti tur ini? Cukup mudah, kita hanya perlu
menunggu jadwal tur yang rilis setiap Rabu malam di akun Instagram Cerita
Bandung @ceritabandung.id, setelah itu kita bisa mengisi form untuk mendaftar
di link yang ada di bio Instagram Cerita Bandung.
![]() |
| Doc. Pribadi |
![]() |
| Doc. Pribadi |
![]() |
| Doc. Pribadi |
Salah satu hal yang paling menarik dari acara tour minggu lalu, yaitu sejarah mengenai Stasion Radio Malabar. Meski monumen Doktor de Groot atau yang kerap disebut dengan monumen Pantat Bugil kini hanya tinggal nama dan sudah berganti menjadi Masjid Istiqomah, kemudian stasion Radio Malabar sendiri kondisinya saat ini kini sudah tinggal puing-puing reruntuhan. Ada satu cerita menarik mengenai dua orang yang berjauhan yang kemudian saling terhubung dengan menggunakan telepon tanpa kabel. Yaitu seorang anak yang tinggal di Bandung sementara itu ibunya tinggal di Belanda. Setelah bisa menelfon itu tak lama sang Ibu meninggal. Hingga kemudian tercipta lah lagu Hallo Bandoeng karya Willy Derby pada tahun 1929.
Dari kisah tersebut bisa menjadi bahan
renungan dan refleksi untuk diri sendiri, di era canggih seperti saat ini kita bisa
menghubungi semua orang dengan begitu mudahnya tapi entah mengapa selalu kita lupakan.
Contoh, bagi teman-teman yang diperantauan kadang kita lupa, hingga tak sadar
sudah berbulan-bulan tidak pulang ke rumah lalu lupa mengabari orang tua. Sampai-sampai
kita menerima kenyataan bahwa kita terpaksa harus pulang karena kondisi orang
tua kita sakit atau sudah tidak ada. Selama ada kesempatan maka sempatkanlah untuk
menelfon, bertukar kabar, atau pulang sejenak untuk melepas rindu yang melanda.
Karena sungguh tak ada obat selain segera bertemu untuk rindu yang sudah
menggebu.
Semoga di
lain kesempatan bisa kembali lagi mengikuti walking tour dari Cerita Bandung.
Karena sungguh rupanya Bandung menyimpan banyak cerita di setiap sudut yang
kita lewati dan bisa menjadi bahan untuk evaluasi diri.
Sunday, January 15, 2023
![]() |
| Photo by hissetmehurriyeti |
Have you ever written about your future? Such as, I wanna have my husband in the future like bla bla bla. You just write in your book, and day by day goes on. You forgot about what you’ve written and in the next day. Di hari yang tak pernah kamu sangka, kamu dipertemukan dengan orang yang persis seperti apa yang telah kamu tulis.
Satu persatu list
yang pernah aku buat, menceklis dengan sendirinya setiap kali kebenaran tentang
dirimu terungkap. Aku semakin kacau sekaligus bahagia. Rupanya orang yang ku
anggap hanya ada dalam imajinasiku ternyata hidup dan ada di depan mata.
Kamu tahu? Aku selalu
ingin berlari saat mengetahui bahwa apa yang aku imajinasikan perlahan
membentuk utuh dirimu. Seperti menggabungkan puzzle yang berantakan dan kini
mulai tersusun rapih memperlihatkan dirimu.
Diantara rasa senang
sekaligus tak percaya terselip kekhawatiran yang amat dalam. Selalu
bertanya-tanya atas Kuasa-Nya menunjukkan semua ini secara perlahan.
Sering terlontar doa
agar diberi petunjuk untuk satu hentakan agar puzzle itu bisa berantakan dan
aku bisa mengendalikan fikiran yang mengarah pada tujuan yang aku buat.
Aku tak punya harapan
padamu. Karena menaruh harapan kepadamu sama saja aku berkhianat pada Tuhanku. Dan
aku tak ingin Tuhanku marah dengan menjadikan harapanku kepadamu sebagai
boomerangnya.
Melihatmu hadir dan
nyata dihadapanku adalah suatu bentuk Kuasa-Nya atas mimpi dan juga dongeng
yang aku buat sendiri selama bertahun-tahun.
Dan saat ini aku sedang bermain peran bersama sosok yang aku impikan dalam wujud nyata mengikuti skenario-Nya. Tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi selalu yakin bahwa ketetapan-Nya adalah yang terbaik dan jika sudah menjadi ketetapan-Nya ia tak akan pernah lari meski badai selalu menghalangi.
Love,
Ihat







Social Media
Search