Monday, May 22, 2023
#002 DDL-Putih Abu
29 Januari 2013
Hai diary! Maaf nih udah
beberapa hari gak nulis.
Hm.. kemarin pas udah jam
istirahat, aku nanya ke Farhan tentang Maths. Secara dia kan jago banget
di Maths. Beda banget sama aku yang rapor kemarin aja nilainya di bawah
KKM :’(. Alhasil ya beginilah aku harus mengerjakan beberapa tugas dari LKS
untuk menambal nilai aku semester kemarin.
“Apa ini?” Tanya dia sambil membulati
sebuah tulisan I Hate Maths di halaman yang dia buka secara acak itu. Sementara
itu aku cuma nyengir sambil bilang dalam hati, sekarang udah enggak kok. Soalnya
gara-gara…” Disensor aja ya deh kalimatnya. Hehehee.
Pas pelajaran Maths berlangsung
kenapa ya Farhan nanya mulu ke Tiyas? Tapi emang sih, Tiyas juga lumayan pinter
dibanding aku jadi ya mana mungkin kan dia nanya sama aku perihal Maths? Aku aja
minta bantuan ke dia. Tapi gak tahu kenapa… Aku cemburu lho! Gak biasanya aku
punya perasaan itu sama dia.
Tuhan kenapa sih aku jadi kayak
gini?
Kenapa rasa ini hadir disaat aku
tidak mengharapkannya?
Tuhan kenapa aku harus jatuh pada
hatinya?
Dan entah mengapa Tuhan,
semenjak aku menyukainya, disaat itu pula aku mulai peduli dengan Maths. Tuhan…
kenapa semuanya jadi begini?
Bingung… bimbang… semuanya
terasa hambar.
Lia
#001 DDL-Putih Abu
24 Januari 2013
Hai diary! Tadi pas jam olahraga
nyebelinnya. Huhuuh!
Gini, tadi itu olahraganya
bagian lari. Jadi dibagi dua lah, cowok-cowok, terus cewek-cewek. Pas cowok
yang lari, nah dihitung berapa kali balikannya sama cewek begitupun sebaliknya.
Setelah pemanasan itulah kita semua membuat barisan sebanyak dua banjar. Dalam hati
aku berharap banget bisa ngitung larinya Farhan! Secara aku kan ya gitu, diam-diam
suka sama dia hihiii.
Dimulailah guru olahraga aku,
Pak Yusuf menghitung kami semua. Dan saat hitungan itu jatuh ke arahku,
“Nah, kamu ngitung larinya Angga.”
Kata Pak Yusuf membuat Angga langsung menoleh ke arahku.
“Hah?! Ih..” ucapku sebal tak
terima.
“Yah, Pak! Kok sama dia sih? Heuh,
musuh!” jawab Angga dengan ekspresi sama sebalnya. Sayangnya protes aku dan dia
tidak digubris oleh Pak Yusuf.
Cewek-cewek pun mulai berjalan
ke pinggir, termasuk aku sambil manyun karena tak terima. Sementara itu pas aku
lihat ke arah Farhan, dia hanya tersenyum.
Beginilah teriakan-teriakan
ketika harus menghitung lari Angga: musuh bebuyutan!
“Heh! Cepetan larinya! Delapan!”
“Berisik lu! Ngitung aja kali!”
“Heh! Yang lain udah beres. Boyot
amat sih laki!”
“Mulut lo berisiknya kebangetan
ya!”
Lalu pas giliran aku yang lari. Sebenarnya
sama aja sih. Aku juga boyot larinya.
“Heh cepetan larinya!”
“Berisik ngomel mulu!”
“Banyakan makan sih lu, jadi
larinya lama hahahahaaa!” Tawa khasnya yang terdengar sampai ujung lapangan,
membuat aku pengen banget nimpuk jidat dia pake sepatu aku.
“Sama-sama boyot ternyata,
makannya jangan sok jago!” ucap dia lagi begitu aku melintasinya. Udah pengen dimasukin
cabe tuh ke mulutnya. Gila keseelll!!!!
Nah tadi pas pelajaran IPA, kan
bagian presentasi. Yes! Dari kelompok 1, ternyata aku yang nilainya paling
tinggi. Kata Devi sama Nina katanya pas aku lagi presentasi, Farhan tuh gak
henti-hentinya menyimak. Masa iya sih? Sejujurnya aku tadi grogi, bukan grogi
karena teman-teman, tapi grogi karena dia.
Amalia yang sukanya dipanggil Lia
Friday, May 12, 2023
Untuk aku yang saat ini sudah tak lagi mengharapkanmu. Sudah tak lagi mendoakanmu. Sudah menghapusmu dari kisah harian yang biasa aku tulis di lembaran-lembaran kertas.
Kalaupun berakhir baik. Mungkin kamu adalah hadiah terbaik yang Tuhan kirim untuk aku.
Aku hanya sedang belajar mencintai diriku sendiri. Membuang semua prasangka-prasangka buruk dan menikmati setiap kehadiran yang datang dalam hidupku.
Terima kasih wahai diri untuk bisa menahan ego. Terima kasih karena telah menerima perasaan ini tanpa perlu merasa menjadi beban.
Ihat
Thursday, April 20, 2023
Ngabuburit ke kekuburan? Ngapain?
Beberapa teman-teman aku di media sosial memberikan komentar kurang lebih seperti itu saat aku mem-post foto-foto hasil walking tour ke Ereveld Pandu. Jawabanku ya, why not? I got many stories here.
Sabtu, 15
April 2023 lalu aku berkesempatan untuk bisa kembali mengikuti walking tour
with CeritaBandung.id dengan rute perjalanan “Senja di Ereveld Pandu.” Waw!
Salah satu destinasi yang aku tunggu selama ini! Jadi ada hikmahnya juga ya kebagian
tiket kereta malam, siangnya bisa jalan-jalan dulu yey!
Yang pertama kali terlintas di benak sebelum mengikuti rute kali ini adalah aku berfikir untuk bisa mengambil foto terbaik di makam yang tersusun rapi dan cantik ini. Unfortunately, fikiran itu mendadak musnah begitu mengikuti langsung rute perjalanan ini. Bukan karena suasana “kuburan” yang orang-orang pasti tebak menyeramkan; tidak. Tapi setelah mendengarkan sejarah dari tour guidenya membuat kami sebagai peserta tour harus bisa saling respect satu sama lain.
Firstly, di rute kali ini kami gak diajak langsung menuju Ereveld Pandu, tapi kami diajak untuk mengunjungi makam-makam para tokoh sejarah yang berada di TPU Pandu. Dimulai dari makamnya Raymond Kenndy, seorang professor antropologi dari Yale University yang sampai saat ini kasus pembunuhannya belum terungkap, kemudian kami juga diajak mengunjungi makam Alexius Impurung Mendur, seorang fotografer yang mengabadikan peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan RI. Ada juga makam Prof. Ir. Charles Prosper Wolff Schoemaker yang merupakan seorang arsitek, dosen ITB, dan juga guru Ir. Soekarno. Beberapa karya beliau salah satunya adalah Villa Isola yang berada di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
![]() |
| doc. pribadi |
Selain itu
ada juga makam keluarga Ursone yang merupakan warga asal Italia, yang kemudian menetap
tinggal di Bandung tepatnya di daerah Lembang dan memiliki usaha berupa
perternakan susu sapi. Selain itu, mereka juga memberikan tanahnya secara cuma-cuma
untuk pendirian Observatorium Bosccha lho! Gimana keren kan?
![]() |
| doc. pribadi |
Barulah terakhir kami mengunjungi Ereveld Pandu, sebuah kompleks pemakaman yang dikelola oleh Yayasan pemakaman Belanda, yaitu Oorlogs Graven Stichting (OSG). Makam yang tersusun rapi dan cantik ini merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi para korban Perang Dunia Kedua.
![]() |
| doc.pribadi |
![]() |
| doc. pri |
Terkadang
kita terlalu menyepelekan hal-hal yang kita anggap sudah tiada padahal di sana
ada makna dan juga pembelajaran yang bisa kita ambil. Contohnya, dari
perjalanan kali ini adalah beberapa maut yang masih menyisakan tanya yang sulit
untuk bisa dipecahkan siapa dalangnya. Namun percaya dan yakin bahwa jika di
dunia belum bisa terpecahkan, di akhirat nanti pasti akan terbalaskan.
Pada saat
hari ketika mereka dibangkitkan oleh Allah semuanya, lalu diberitakan kepada
mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal
perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan
segala sesuatu.” (Q.S
Al-Mujadilah ayat 6).
Gimana masih
mau komen, ngapain ngabuburit ke kuburan? :D
Love,
Ihat
Sunday, April 09, 2023

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Setelah melewati beberapa rintangan dan anehnya ini terasa seperti drama. Fix! I call this drama of the school internship (PPL).
First, pas mau daftar guru pamongku bilang buat nanti exam ambil jam 3-4 biar waktunya gak banyak kebuang. Soalnya kalau take the first lesson dikhawatirkan banyak waktu terbuang lantaran banyak a b c d nya. Ok, aku sepakat dan aku tulis di form pendaftarannya I will teach on the third lesson!


Next day, aku balik lagi ke sekolah dan juga ke kampus buat tanda tangan di beberapa lembar pengesahan. When I visited my lecturer she said that she can’t attend if I teach on the third lesson. Because she has agenda in another school. She can attend if I take on the first lesson so I agree with her.
I back to my school and I seeing my teacher. Her face like just little shocked when I say that I took the first lesson because my lecturer has another agenda.
On Wednesday, October 9 2019.
That was my teaching examination. I was nervous because my lecturer came late and my students said to me that at half past eight they were going to the Bank! OMG! Cobaan apalagi ini. Setelah tadi pagi pas naik ojeg lama si mang nya salah berhenti terus pas mau ke sekolah salah ambil jalan, that was made me came late five minutes :(!
With totally twelve students went to the bank, my project had to finish in this day. In the class there were seven students keep stay. But, I said thanks to Allah my teaching examination ran well.









Social Media
Search