Sunday, August 04, 2024
![]() |
| Photo by Ylanite Koppens |
Di tengah upaya untuk menyembuhkan dan mencintai diri sendiri selalu dan pasti selalu ada kerikil yang ikut turut serta mewarnai proses perjalanan ini.
Dari mulai cerita yang membuatmu cemburu untuk berada di posisinya.
Cerita yang kadang membuatmu kembali merasa kecil dan tak berarti.
Membuatmu kembali ingin menyalahkan diri sendiri.
Tapi...
Haruskah kamu kembali ke titik terendahmu lagi?
Mungkin kamu masih diuji dengan hal yang sama, tapi setidaknya kamu sudah mulai bisa menyikapinya dengan baik saat ini.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa kalau kamu belum bisa menyikapinya dengan sangat baik.
Apa yang sudah kamu lakukan sampai sejauh ini, aku bangga dengan prosesmu.
Aku bangga dengan upaya yang sudah kamu lakukan untuk tidak lagi menyalahkan diri sendiri, tidak lagi menahan orang yang memang ingin pergi dari hidupmu.
Kamu hebat!
Meski dalam hati ada rasa cemburu melihat ataupun mendengar cerita orang lain, ketahuilah. Kamu tidak sepenuhnya tahu tentang apa yang terjadi pada mereka. Bisa jadi hal yang mereka dapat saat ini, mereka harus membayarnya dengan menyerahkan hal lain yang kamupun belum tentu sanggup untuk bisa menerimanya.
Gak apa-apa. Gak harus buru-buru kok. Lagian mau ke mana sih?
Makasih ya karena di detik ini kamu sudah bisa lebih bijak dalam menghadapi rintangan hidup.
Kamu gak perlu jealous sama kehidupan orang lain.
Fokus sama hidup kamu sendiri.
Syukuri yang ada, perbaiki kesalahan yang pernah dibuat, lakukan yang terbaik, setelah itu serahkan segala urusan pada Sang Pencipta.
Janji. Senyum ya :)
Jangan gantungkan rasa bahagia kamu kepada orang lain, tapi ciptakan rasa bahagiamu itu oleh dirimu sendiri.
Dear myself,
I'm so proud of you.
I love you :)
with love,
Ihat
Sunday, July 28, 2024
![]() |
| canva.com |
06 Mei 2013
Dear diary,
Hai diary! Sorry ya, udah beberapa hari gak suka nulis. Lagi banyak tugas dari sekolah.
Sekarang aku udah gak mau lagi bahas mereka. Males! Lagi pula percuma mau marah-marah sama mereka. Gak ada gunanya.
Tau kondisi kelas lagi gak baik-baik aja, ditambah dapet tugas dari OSIS buat handle satu acara. Ketuanya Farhan, sekretarisnya Tita. Tita yang panikan, apa-apa dibuat ribet. Mana sering ngelangkahin ketua. Dan barusan aja, tanpa diduga si Farhan telfon aku. Bela-belain beli pulsa lagi gegara pulsa sebelumnya gak cukup. Dia curhat soal kelakuan Tita yang menyebalkan, bikin wibawa dia sebagai ketua gak ada harganya.
Selama dia nelfon, yang ada difikiran aku cuma satu.
Dia pacarannya sama si Tiyas, kenapa untuk urusan beginian harus curhat ke aku? Harusnya ke pacarnya kan? Iya kan?
Saturday, July 27, 2024
![]() |
| canva.com |
3 Mei 2013
Dear diary,
Hai diary! Sorry kemaren gak nulis. Malam juga enggak. Habisnya males plus ngantuk.
Huhuuu, si Tiyas tambah ngelunjak! Gila tu orang. Di saat aku ingin mengakhiri semuanya eh malah dia and the genk yang ngajak ribut!
Tau gak? Kemarin hari Rabu seluruh siswa harus piket bersih-bersih di tempat yang sudah ditentukan oleh kakak OSIS. Aku kan bagian piket bersihin perpustakaan. Begitu aku balik dari perpus dan hendak mau ke kelas buat ngambil sapu karena sapunya kurang, aku lihat ada sepatunya Tiyas nongkrong di depan kelas. Pas aku lihat dari balik jendela kelas, ternyata di kelas itu cuma ada Tiyas sama Farhan lagi ngobrol! Mereka berdua di kelas! Aku memberanikan diri aja masuk ke kelas dan mereka langsung bubar gitu aja. Aku gak peduli dengan adanya mereka di kelas. EGP! Dan setelah itu aku keluar kelas, pura-pura gak lihat mereka aja.
Terus pas aku lagi nyapu teras perpus, sekonyong-konyong ada orang lewat tanpa permisi. Begitu aku mengangkat wajahku dan melihat siapa yang lewat tanpa permisi padahal lantai lagi disapu adalah TIYAS! Helloo!!! Nyelonong aja seenak jidat! Gak punya mata apa?!
Tadi pagi aja aku udah males lihat dia, mana si Farhan gak punya malu. Si Farhan malah nanyain tugas Ekonomi ke aku dan pas aku lirik ke arah Tiyas, dia langsung mendelikkan mata. Kesel ya? Atau jangan-jangan cemburu? HAHAHAHAHAAA!
Lia
![]() |
| Foto oleh Nugroho Wahyu |
Dear myself,
Di tengah gempuran media sosial yang serba memperlihatkan pencapaian
Terima kasih karena kamu telah memilih untuk senantiasa bersyukur seraya berusaha kembali sesuai dengan jalanmu sendiri
Terima kasih karena telah belajar untuk tidak lagi membanding-bandingkan dirimu dengan yang lain karena kamu tahu itu amatlah sangat tidak sepadan.
Dear myself,
Terima kasih karena selalu berusaha untuk berbaik sangka atas ketetapan-Nya dalam hidup ini
Belajar untuk menahan amarah di saat semua keadaan tidak sesuai dengan harapan
Walau sekuat tenaga kamu harus mengelus dada, beristighfar, seraya berkata: "You're gonna be ok. Don't worry."
Dear myself,
Terima kasih karena telah memilih bertahan serta menghadapi segala situasi yang datang daripada menyerah lantas melarikan diri
Terima kasih karena masih mau berjalan walau tertatih kesakitan
Maaf jika fikiran jahat itu masih saja menghantui, membuat tidurmu tak nyaman, atau membuat awal harimu menjadi awan kelabu
Maaf jika aku masih belum bisa membuatmu baik, membuatmu bahagia lebih banyak dari yang seharusnya.
Tolong jangan tinggalkan aku
Mari hadapi semua rintangan ini bersama
Semoga aku bisa lebih baik lagi dalam memperlakukanmu
Selamat bertumbuh setiap harinya
Bukan karena perayaan setahun sekali
Tapi memang aku harus merayakan pencapaian kecilku setiap harinya
Mengapresiasi serta mengevaluasi tanpa dilebih-lebihkan dari ke duanya
Karena setiap yang hadir dalam hidup ini bersifat sementara
Atau bahkan tak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan
Tuhanku
Tolong bantu aku untuk bisa mencintai diriku sendiri sepenuhnya
Untuk menyayangi diriku sendiri tanpa harus lagi ketakutan dengan fikiran buruk yang kerap menghantui
Ajari aku dan bimbing aku agar senantiasa legowo, percaya, dan menerima segala putusan yang telah Kau tulis untukku
Tolong jangan biarkan aku menjadi hamba yang kufur dan selalu berburuk sangka atas rencana-Mu
Aku hanya ingin bahagia baik itu di dunia dan maupun di akhirat.
Love,
Ihat
Sunday, May 05, 2024
![]() |
| Photo by KawaiiArt1980 |
Kenapa ya orang ini benar-benar bisa membuat perasaanku kacau balau. Bisa tiba-tiba seneng, kesel, benci, marah, kecewa. Hanya saja setiap ada kesempatan untuk bisa berbagi cerita dengan dia, entah kenapa aku selalu merasa bisa menjadi diriku seutuhnya dan juga aku merasa tidak ragu untuk berbagi cerita apapun dengannya.
Rasanya aku bisa tenang walau kadang jawabannya bisa sangat tajam, tapi ya aku sadar semua itu karena dia ingin menyampaikan realita yang ada.
Meski... ya aku tahu dia sudah ada yang memiliki dan perasaan ini rupanya masih mengalir. Aku pernah begitu marah saat mengetahui bahwa dia rupanya sudah ada yang memiliki dambaan hati. Aku kecewa, aku marah, dan aku tidak menerima semua itu. Aku merasa seperti hanya dikasihani, namun setelah aku belajar lagi rupanya aku tidak marah atas kehadirannya. Justru aku marah kepada diriku sendiri karena mengapa aku begitu mudah untuk jatuh cinta.
Kini, aku hanya perlu menikmatinya saja. Tak perlu lagi marah kepada diri sendiri juga sih. Bukankah perasaan yang hadir itu merupakan suatu anugrah dari Allah? Dan aku tidak akan merasakan perasaan itu kalau Allah sendiri yang mengizinkannya bukan? Aku tidak merasa takut lagi kalau memang pada akhirnya kamu hanya singgah dalam kehidupanku.
Kehadiranmu dalam hidupku sudah sangat ku syukuri.
Maaf jika kemarin aku sempat marah
Maaf jika kemarin pun aku sempat merasa kecewa
Itu semua bukan karena kehadiranmu kok
Tapi ternyata ya karena aku udah menyimpan harapan duluan sama kamu
Sehat selalu orang baik :)
Terima kasih karena selalu hadir dan mendengarkan ceritaku.
Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something in the way you look at me
(The Way You Look at Me - Christian Bautista)
Love
Ihat





Social Media
Search