Sunday, January 18, 2026
Imagine yourself stranded alone in an unknown land. How does it look?
Gak bisa ngebayangin sih gimana jadinya. Terdampar di sebuah negeri yang aku sendiri gak kenal udah pasti langkah pertama yang akan aku cari adalah rumah ibadah. Mau agama apapun itu karena satu hal yang aku yakini, semua rumah ibadah itu adalah aman. Tempat yang aman. Habis itu baru nanya ama orang sekitar mau pake bahasa isyarat sekalipun yang penting ada orang yang bisa dikenal dan bantu kita buat bisa stay di sana atau ke luar dari negeri tersebut. Karena aku bisa bahasa Inggris, bisa ngebantu sih kalau mereka bisa ngobrol Inggris. Dari sini aku mikir, ternyata penting juga buat belajar bahasa lain ya. Walau belajar buat mantepin bahasa Inggris saja aku masih butuh effort yang luar biasa. Ya namanya juga bahasa gak bisa satu hari lu cas cis cus ngomong kan?
Habis itu gimana ya? Entahlah aku juga gak bisa bayangin. Yang jelas dua hal itu yang akan aku lakukan. Hahahaa.
Friday, January 16, 2026
You are allowed to change one thing in your life. What will it be?
Aku ingin kembali ke tahun 2012, tahun di mana aku bisa memilih sekolah impianku dulu. SMAN 1 Tasikmalaya, tanpa takut soal biaya dll.
Nilai sudah mumpuni untuk bisa daftar ke sekolah tersebut, tapi izin dari orang tua? Tidak. Aku tidak mendapatkan itu. Ditambah obrolan orang-orang yang bilang kalau di sekolah tersebut banyaknya anak-anak orang kaya, nanti secara pergaulan aku gak kuat. Belum nanti anak-anaknya pada les ini itu. sementara aku hanya mengandalkan otak dan usaha aku sendiri karena untuk bisa di tahap itu rasanya jauh sekali.
Padahal itu hanya gosip belaka. Belum tentu seperti itu. Dulu aku terlalu nurut sama orang tua. Gak berani ambil resiko, dan menciut soal uang. Tapi ya, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin tidak jadi sekolah di sana dan harus bersekolah di tempat lain adalah jalan terbaik dari Allah.
Hanya saja dari pengalaman ini aku jadi belajar, jangan pernah takut ambil kesempatan. Karena gak semua kesempatan datang dua kali dalam hidupmu bukan?
Thursday, January 15, 2026
![]() |
| doc. pribadi |
Identitas Buku
Judul: Kupikir Segalanya Akan Beres Saat Aku Dewasa
Penulis: Kim Haenam & Park Jongseok
Tahun Terbit: Cetakan keempat, September 2022
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta
Blurb
"Saat aku dewasa, kupikir aku tidak akan sakit.
Saat aku dewasa, kupikir aku akan menjadi lebih kuat.
Saat aku dewasa, kupikir aku tidak akan terluka.
Aku menulis buku ini sebagai pedoman dan tali penghubung bagi jiwa yang sakit.
Aku menulis buku ini untuk membagi pengetahuan dan ceritaku kepada orang-orang yang bermasalah dengan kesehatan mental mereka dan menderita karenanya, serta bersama-sama menemukan jawabn dari pertanyaan, 'Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang?'
Jika cara ini bisa menyembuhkan mereka atau menjadi sinar terang untuk membuka pintu harapan, tidak ada yang lebih kuharapkan dari itu." - Kim Haenam
Tiga Ingsight Utama
1. Di balik rasa ingin mati, mungkin terdapat keinginan yang sangat dalam untuk hidup. (p. 38)
2. Rawatlah diri Anda sendiri seperti orang lain merawat Anda, maafkanlah diri sendiri seperti orang lain memaafkan Anda. Ini adalah langkah awal untuk keluar dari penderitaan agar bisa berdamai dengan diri Anda dan memiliki pola pikir bahwa Anda bisa berbahagia seperti orang lain. (p. 67)
3. Anda harus berlatih untuk tidak hidup agar dibanggakan oleh orang lain, melainkan oleh diri sendiri.
Seberapa pun besarnya pengaruh orang lain di hidup Anda, mereka adalah orang lain. Inti dari kehidupan saya adalah diri saya sendiri. (p. 103)
Refleksi Pribadi
Tidak menyangka, buku yang aku ambil secara random di rak toko buku Gramedia ini ternyata banyak memberikan ilmu baru mengenai kesehatan mental serta bagaimana cara menanganinya. Buku ini disajikan dalam bentuk cerita-cerita dari pasien yang memiliki gangguan kesehatan yang berbeda. Membaca buku ini seperti sedang bercerita seorang diri kepada psikiater langsung. Selain itu, saran-saran praktisnya bikib aku jadi sadar bahwa masalah kesehatan mental itu bisa diatasi step by step, tanpa perlu malu atau merasa sendirian. Buku ini juga rasanya kayak temen ngobrol yang ngingetin kalau hidup itu masih ada harapan, dan aku jadi lebih berani buat ngobrolin perasaan sendiri ke orang terdekat. Buku ini bener-bener eye-opening banget dan aku merasa lebih kuat setelah membaca buku ini. Di lain kesempatan aku harus mencoba untuk menerapkan ilmu-ilmu yang ada di buku ini.
Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Write about your pet or write about a pet you always wanted.
Ngomongin soal pet, dari dulu pengen banget punya kucing tapi sayangnya tubuh aku menolak itu semua. Kenapa? Karena tiap main ama kucing tetangga pulang-pulang ke rumah mata gatal, hidung berair, dan bersin-bersin. Iyap, aku alergi sama bulu kucing.
Suatu ketika pernah ketika aku berkunjung ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kuliah. Di rumah temanku banyak kucing. Awalnya masih biasa aja ya, sampai beberapa menit kemudian bersin-bersin, hidung gatal, mata merah berair. Boro-boro bisa mengerjakan tugas, yang ada aku udah kewalahan sama alergi aku sendiri. Gak lama aku pamit pulang aja daripada terus menerus menyiksa diri berada di lingkungan yang ada kucingnya banyak.
Kalau sekarang mungkin daripada memaksakan diri pengen punya kucing, kayaknya aku pengen punya kolam ikan yang di dalamnya banyak banget jenis ikan. Tapi hiu gak termasuk ya. Apalagi paus, gak muat kolamnya wkkw. Aku bercita-cita kalau nanti Allah izinkan aku banyak duit, aku pengen beli kolam ikan aja, biar kalau lagi suntuk bisa duduk di pinggir kolam sambil merhatiin ikan-ikan yang lagi berenang ke sana - ke mari.
Wednesday, January 14, 2026
![]() |
| doc. pribadi |
Identitas Buku
Judul: Personal Finance 101
Penulis: Philip Mulyana
Tahun Terbit: Cetakan kedua, Maret 2025
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta
Blurb
Salah satu kenyataan yang baru kita sadari setelah dewasa adalah betapa sulitnya mengelola keuangan. Gaji pas-pasan, habis. Gaji besar, habis juga. Jangankan untuk investasi, untuk dana darurat pun nggak ada. Bokap gue mengalami itu. Setelah melihat sendiri bagaimana bokap kesulitan mengatur keuangan, gue malah mengulangi kesalahan beliau. Itulah alasan kenapa gue menulis buku ini. Gue nggak mau kesalahan ini terulang lagi pada kalian.
Di dalam buku ini, gue bakal ngebahas hal-hal yang harus kalian tahu tentang personal finance. Gue bakal bagikan ilmu yang sudah gue pelajari selama bertahun-tahun menjadi financial content creator. Mulai dari gimana caranya naikin penghasilan (making more money), gimana caranya mengelola keuangan (managing the money), sampai gimana caranya mengembangkan uang yang sudah ada (growing the money).
Gue harap buku ini bisa membantu kalian menghindari kesalahan-kesalahan yang fatal terkait personal finance. Gue udah pernah mengalami kesalahan-kesalahan itu dan "biayanya" sangat mahal. Baca buku ini dan praktikkan ilmunya. Kehidupan kalian akan lebih aman dan nyaman.
Tiga Insight Utama
1. Bekal terpenting unutk meningkatkan penghasilan adalah keberanian mengambil kesempatan. (p. 7)
2. Instant gratification. Lo lebih memilih kebahagiaan instan dibanding jangka panjang. Padahal kebahagiaan instan belum tentu baik untuk hidup lo ke depannya. (p. 59)
3. Lalu banyak juga yang gak bisa membedakan needs & wants (kebutuhan dan keinginan). Rentan terhadap impulsive buying. (p. 61-64)
Refleksi Pribadi
Membaca buku ini seperti mendapatkan pencerahan baru mengenai cara mengelola keuangan. Dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami, membuat aku sebagai pembaca mulai bisa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan. Tidak hanya membahas soal mengelola keuangan saja sih, cara kita memandang uang, karier, bisnis, semua dibahas di buku ini secara ringkas dan mudah dimengerti. Tiga insight utama itu benar-benar menjadi insight baru buat aku karena buat bisa making more money ya berani untuk mengambil kesempatan, menjemput bola. Terlepas nanti hasilnya bagiamana setidaknya kita sudah mencoba bukan?
Buku ini sangat aku rekomendasikan untuk kamu yang sedang belajar mengelola keuangan, atau ingin memiliki freedom financial di usia tertentu. Kamu bisa membaca buku ini untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan insight-insight baru terkait mengelola keuangan.
Tertarik untuk membaca buku ini? Kamu bisa mendapatkan buku ini dengan klik link berikut ini https://aff.gramedia.com/s/eHRysHUQGS


Social Media
Search