Sunday, January 18, 2026
Write about that one movie or book or incident that drastically changed your life.
Dari sekian film ataupun buku yang pernah nemenin aku, tetep hanya satu film dan buku-buku ini yang berhasil mengubah hidup aku: Laskar Pelangi. Film dan juga tetralogi bukunya berhasil membuat aku memiliki sudut pandang yang baru mengenai pendidikan tinggi bagi orang yang kurang secara finansial. Film dan buku ini juga berhasil membakar semangat aku kala aku tengah hampir putus asa untuk bisa berkuliah S1 kala itu karena tidak memiliki biaya. Berbekal cerita Ikal dan kawan-kawan yang bisa berkuliah sampai ke Paris, akhirnya mematahkan omongan orang-orang yang bilang bahwa aku gak bisa kuliah karena kondisi keuangan keluarga yang serba kurang. Namun tidak ada yang mustahil bagi Allah. Selama aku berusaha dan bertekad, akhirnya aku bisa berkuliah. Walau sambil bekerja dan mengambil kelas karyawan, aku sangat mensyukuri momen tersebut. Karena setelah disadari, banyak yang tidak bisa mengenyam pendidikan sampai ke S1.
Buku ini juga yang sampai sekarang terus menginspirasi aku yang masih memiliki mimpi untuk melanjutkan study. Bismillah ya. Jangan pantang menyerah.
Imagine yourself stranded alone in an unknown land. How does it look?
Gak bisa ngebayangin sih gimana jadinya. Terdampar di sebuah negeri yang aku sendiri gak kenal udah pasti langkah pertama yang akan aku cari adalah rumah ibadah. Mau agama apapun itu karena satu hal yang aku yakini, semua rumah ibadah itu adalah aman. Tempat yang aman. Habis itu baru nanya ama orang sekitar mau pake bahasa isyarat sekalipun yang penting ada orang yang bisa dikenal dan bantu kita buat bisa stay di sana atau ke luar dari negeri tersebut. Karena aku bisa bahasa Inggris, bisa ngebantu sih kalau mereka bisa ngobrol Inggris. Dari sini aku mikir, ternyata penting juga buat belajar bahasa lain ya. Walau belajar buat mantepin bahasa Inggris saja aku masih butuh effort yang luar biasa. Ya namanya juga bahasa gak bisa satu hari lu cas cis cus ngomong kan?
Habis itu gimana ya? Entahlah aku juga gak bisa bayangin. Yang jelas dua hal itu yang akan aku lakukan. Hahahaa.
Friday, January 16, 2026
You are allowed to change one thing in your life. What will it be?
Aku ingin kembali ke tahun 2012, tahun di mana aku bisa memilih sekolah impianku dulu. SMAN 1 Tasikmalaya, tanpa takut soal biaya dll.
Nilai sudah mumpuni untuk bisa daftar ke sekolah tersebut, tapi izin dari orang tua? Tidak. Aku tidak mendapatkan itu. Ditambah obrolan orang-orang yang bilang kalau di sekolah tersebut banyaknya anak-anak orang kaya, nanti secara pergaulan aku gak kuat. Belum nanti anak-anaknya pada les ini itu. sementara aku hanya mengandalkan otak dan usaha aku sendiri karena untuk bisa di tahap itu rasanya jauh sekali.
Padahal itu hanya gosip belaka. Belum tentu seperti itu. Dulu aku terlalu nurut sama orang tua. Gak berani ambil resiko, dan menciut soal uang. Tapi ya, nasi sudah menjadi bubur. Mungkin tidak jadi sekolah di sana dan harus bersekolah di tempat lain adalah jalan terbaik dari Allah.
Hanya saja dari pengalaman ini aku jadi belajar, jangan pernah takut ambil kesempatan. Karena gak semua kesempatan datang dua kali dalam hidupmu bukan?
Thursday, January 15, 2026
![]() |
| doc. pribadi |
Identitas Buku
Judul: Kupikir Segalanya Akan Beres Saat Aku Dewasa
Penulis: Kim Haenam & Park Jongseok
Tahun Terbit: Cetakan keempat, September 2022
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta
Blurb
"Saat aku dewasa, kupikir aku tidak akan sakit.
Saat aku dewasa, kupikir aku akan menjadi lebih kuat.
Saat aku dewasa, kupikir aku tidak akan terluka.
Aku menulis buku ini sebagai pedoman dan tali penghubung bagi jiwa yang sakit.
Aku menulis buku ini untuk membagi pengetahuan dan ceritaku kepada orang-orang yang bermasalah dengan kesehatan mental mereka dan menderita karenanya, serta bersama-sama menemukan jawabn dari pertanyaan, 'Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang?'
Jika cara ini bisa menyembuhkan mereka atau menjadi sinar terang untuk membuka pintu harapan, tidak ada yang lebih kuharapkan dari itu." - Kim Haenam
Tiga Ingsight Utama
1. Di balik rasa ingin mati, mungkin terdapat keinginan yang sangat dalam untuk hidup. (p. 38)
2. Rawatlah diri Anda sendiri seperti orang lain merawat Anda, maafkanlah diri sendiri seperti orang lain memaafkan Anda. Ini adalah langkah awal untuk keluar dari penderitaan agar bisa berdamai dengan diri Anda dan memiliki pola pikir bahwa Anda bisa berbahagia seperti orang lain. (p. 67)
3. Anda harus berlatih untuk tidak hidup agar dibanggakan oleh orang lain, melainkan oleh diri sendiri.
Seberapa pun besarnya pengaruh orang lain di hidup Anda, mereka adalah orang lain. Inti dari kehidupan saya adalah diri saya sendiri. (p. 103)
Refleksi Pribadi
Tidak menyangka, buku yang aku ambil secara random di rak toko buku Gramedia ini ternyata banyak memberikan ilmu baru mengenai kesehatan mental serta bagaimana cara menanganinya. Buku ini disajikan dalam bentuk cerita-cerita dari pasien yang memiliki gangguan kesehatan yang berbeda. Membaca buku ini seperti sedang bercerita seorang diri kepada psikiater langsung. Selain itu, saran-saran praktisnya bikib aku jadi sadar bahwa masalah kesehatan mental itu bisa diatasi step by step, tanpa perlu malu atau merasa sendirian. Buku ini juga rasanya kayak temen ngobrol yang ngingetin kalau hidup itu masih ada harapan, dan aku jadi lebih berani buat ngobrolin perasaan sendiri ke orang terdekat. Buku ini bener-bener eye-opening banget dan aku merasa lebih kuat setelah membaca buku ini. Di lain kesempatan aku harus mencoba untuk menerapkan ilmu-ilmu yang ada di buku ini.
Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Write about your pet or write about a pet you always wanted.
Ngomongin soal pet, dari dulu pengen banget punya kucing tapi sayangnya tubuh aku menolak itu semua. Kenapa? Karena tiap main ama kucing tetangga pulang-pulang ke rumah mata gatal, hidung berair, dan bersin-bersin. Iyap, aku alergi sama bulu kucing.
Suatu ketika pernah ketika aku berkunjung ke rumah teman untuk mengerjakan tugas kuliah. Di rumah temanku banyak kucing. Awalnya masih biasa aja ya, sampai beberapa menit kemudian bersin-bersin, hidung gatal, mata merah berair. Boro-boro bisa mengerjakan tugas, yang ada aku udah kewalahan sama alergi aku sendiri. Gak lama aku pamit pulang aja daripada terus menerus menyiksa diri berada di lingkungan yang ada kucingnya banyak.
Kalau sekarang mungkin daripada memaksakan diri pengen punya kucing, kayaknya aku pengen punya kolam ikan yang di dalamnya banyak banget jenis ikan. Tapi hiu gak termasuk ya. Apalagi paus, gak muat kolamnya wkkw. Aku bercita-cita kalau nanti Allah izinkan aku banyak duit, aku pengen beli kolam ikan aja, biar kalau lagi suntuk bisa duduk di pinggir kolam sambil merhatiin ikan-ikan yang lagi berenang ke sana - ke mari.

Social Media
Search