Wednesday, January 14, 2026
![]() |
| doc. pribadi |
Identitas Buku
Judul: Personal Finance 101
Penulis: Philip Mulyana
Tahun Terbit: Cetakan kedua, Maret 2025
Penerbit: PT Gramedia, Jakarta
Blurb
Salah satu kenyataan yang baru kita sadari setelah dewasa adalah betapa sulitnya mengelola keuangan. Gaji pas-pasan, habis. Gaji besar, habis juga. Jangankan untuk investasi, untuk dana darurat pun nggak ada. Bokap gue mengalami itu. Setelah melihat sendiri bagaimana bokap kesulitan mengatur keuangan, gue malah mengulangi kesalahan beliau. Itulah alasan kenapa gue menulis buku ini. Gue nggak mau kesalahan ini terulang lagi pada kalian.
Di dalam buku ini, gue bakal ngebahas hal-hal yang harus kalian tahu tentang personal finance. Gue bakal bagikan ilmu yang sudah gue pelajari selama bertahun-tahun menjadi financial content creator. Mulai dari gimana caranya naikin penghasilan (making more money), gimana caranya mengelola keuangan (managing the money), sampai gimana caranya mengembangkan uang yang sudah ada (growing the money).
Gue harap buku ini bisa membantu kalian menghindari kesalahan-kesalahan yang fatal terkait personal finance. Gue udah pernah mengalami kesalahan-kesalahan itu dan "biayanya" sangat mahal. Baca buku ini dan praktikkan ilmunya. Kehidupan kalian akan lebih aman dan nyaman.
Tiga Insight Utama
1. Bekal terpenting unutk meningkatkan penghasilan adalah keberanian mengambil kesempatan. (p. 7)
2. Instant gratification. Lo lebih memilih kebahagiaan instan dibanding jangka panjang. Padahal kebahagiaan instan belum tentu baik untuk hidup lo ke depannya. (p. 59)
3. Lalu banyak juga yang gak bisa membedakan needs & wants (kebutuhan dan keinginan). Rentan terhadap impulsive buying. (p. 61-64)
Refleksi Pribadi
Membaca buku ini seperti mendapatkan pencerahan baru mengenai cara mengelola keuangan. Dibahas dengan bahasa yang mudah dipahami, membuat aku sebagai pembaca mulai bisa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan. Tidak hanya membahas soal mengelola keuangan saja sih, cara kita memandang uang, karier, bisnis, semua dibahas di buku ini secara ringkas dan mudah dimengerti. Tiga insight utama itu benar-benar menjadi insight baru buat aku karena buat bisa making more money ya berani untuk mengambil kesempatan, menjemput bola. Terlepas nanti hasilnya bagiamana setidaknya kita sudah mencoba bukan?
Buku ini sangat aku rekomendasikan untuk kamu yang sedang belajar mengelola keuangan, atau ingin memiliki freedom financial di usia tertentu. Kamu bisa membaca buku ini untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan insight-insight baru terkait mengelola keuangan.
Tertarik untuk membaca buku ini? Kamu bisa mendapatkan buku ini dengan klik link berikut ini https://aff.gramedia.com/s/eHRysHUQGS
Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Write your goals for the next 1 month
Gak muluk-muluk dan gak besar juga sih. Cukup simple tapi aku tahu gak semua orang juga bisa. Goals aku di satu bulan kedepan adalah sering nulis di blog, satu hari satu tulisan, bisa baca minimal 2 buku. Buku apapun itu. Bebas yang penting bisa beres dibaca. Sama rajin olahraga pagi. Mau jalan kaki, sepedahan, lari apapun itu yang penting gerak di pagi hari.
Entahlah untuk saat ini aku gak punya target yang besar-besar. Semuanya aku coba runut menjadi hal-hal kecil yang bisa aku lakukan setiap hari tapi konsisten. Nah ini sih, di konsistennya. Karena untuk bisa konsisten kan gak melulu soal mood gak mood. Mau dalam keadaan apapun yang tetap dikerjakan karena itu sudah komitmen dengan diri sendiri. Ini sih terutama modalnya disiplin juga ya.
Yah gitu sih gak muluk-muluk. Kelihatannya mudah, tapi gak semua orang bisa melakukannya dengan konsisten kan? Huhuuu
Tuesday, January 13, 2026
Hai readers! Maaf terlambat untuk menulis reklefsi minggu kemarin. Aku sakit dari hari Sabtu kemarin. Alhamdulillahnya sekarang sudah membaik.
Hari Sabtu lebih tepatnya. Sabtu shubuh, tiba-tiba aku sakit perut tak tertahankan. Langsung pergi ke Puskesmas diantar Bapak dan setelah diperiksa ternyata aku didiagnosis gejala usus buntu. Aku menghela napas panjang. Yallah, apalagi ini?
Aku berjalan gontai menuju tempat parkir begitu selesai pemeriksaan. Rasa sakit di perutku masih terasa, tapi masih bisa ku tahan.
Kalau sudah gak kuat nahan sakitnya, langsung ke IGD saja.
Terngiang-ngiang suara dokter di telingaku dan segera ku tepis. Amit-amit sampai dibawa ke IGD.
Selama perjalanan pulang ke rumah aku terus mikir. Ini kok tiba-tiba sakit begini ya? Habis makan apa? Padahal makan pedes suka dikit, udah dikurangi levelnya. Apa jangan-jangan karena keseringan kali ya? Ditambah jarang makan sayur dan buah. Ya sudahlah. Aku terdiam dan mengakui bahwa aku salah.
Begitu sampai rumah, aku langsung makan bubur lalu minum obat. Beberapa menit setelah itu rasa sakit kembali lagi datang menyerang bahkan sampai muntah. Hampir di hari itu apa yang aku makan kembali lagi dimuntahkan. Malamnya ketika akan tidur, aku melihat ke langit-langit kamar.
Ya Allah, aku gak mau mati karena aku sakit ini. Aku mau sembuh, aku mau sehat.
Tiba-tiba aku terdiam lagi. Hah? Serius? Bukannya beberapa minggu lalu dipikiran kamu hanya ada kalimat gimana caranya mati?
Tak lama dari itu, air mata menetes. Enggak Ya Allah, aku masih mau hidup, masih mau melakukan banyak hal, tolong angkat penyakit ini, jangan biarin aku mati.
Sampai akhirnya aku tertidur, walau sedikit-sedikit terbangun karena rasa sakitnya masih terasa seperti ditusuk-tusuk jarum.
Pada awalnya, aku udah ngeluh kayak kenapa sih, Allah kasih aku ujian lagi? Belum juga selesai masalah mental aku, sekarang fisik aku juga kena. Aku capek. Tapi setelah sadar aku jadi berpikir, ternyata dengan didatangkannya rasa sakit ini justru muncul semangat baru dalam hidup agar aku sehat dan bisa hidup lebih lama.
Yah begitulah. Intinya harus back to real food, forget fast food and friends.
See you!

Social Media
Search