Hai readers! Maaf terlambat untuk menulis reklefsi minggu kemarin. Aku sakit dari hari Sabtu kemarin. Alhamdulillahnya sekarang sudah membaik.
Hari Sabtu lebih tepatnya. Sabtu shubuh, tiba-tiba aku sakit perut tak tertahankan. Langsung pergi ke Puskesmas diantar Bapak dan setelah diperiksa ternyata aku didiagnosis gejala usus buntu. Aku menghela napas panjang. Yallah, apalagi ini?
Aku berjalan gontai menuju tempat parkir begitu selesai pemeriksaan. Rasa sakit di perutku masih terasa, tapi masih bisa ku tahan.
Kalau sudah gak kuat nahan sakitnya, langsung ke IGD saja.
Terngiang-ngiang suara dokter di telingaku dan segera ku tepis. Amit-amit sampai dibawa ke IGD.
Selama perjalanan pulang ke rumah aku terus mikir. Ini kok tiba-tiba sakit begini ya? Habis makan apa? Padahal makan pedes suka dikit, udah dikurangi levelnya. Apa jangan-jangan karena keseringan kali ya? Ditambah jarang makan sayur dan buah. Ya sudahlah. Aku terdiam dan mengakui bahwa aku salah.
Begitu sampai rumah, aku langsung makan bubur lalu minum obat. Beberapa menit setelah itu rasa sakit kembali lagi datang menyerang bahkan sampai muntah. Hampir di hari itu apa yang aku makan kembali lagi dimuntahkan. Malamnya ketika akan tidur, aku melihat ke langit-langit kamar.
Ya Allah, aku gak mau mati karena aku sakit ini. Aku mau sembuh, aku mau sehat.
Tiba-tiba aku terdiam lagi. Hah? Serius? Bukannya beberapa minggu lalu dipikiran kamu hanya ada kalimat gimana caranya mati?
Tak lama dari itu, air mata menetes. Enggak Ya Allah, aku masih mau hidup, masih mau melakukan banyak hal, tolong angkat penyakit ini, jangan biarin aku mati.
Sampai akhirnya aku tertidur, walau sedikit-sedikit terbangun karena rasa sakitnya masih terasa seperti ditusuk-tusuk jarum.
Pada awalnya, aku udah ngeluh kayak kenapa sih, Allah kasih aku ujian lagi? Belum juga selesai masalah mental aku, sekarang fisik aku juga kena. Aku capek. Tapi setelah sadar aku jadi berpikir, ternyata dengan didatangkannya rasa sakit ini justru muncul semangat baru dalam hidup agar aku sehat dan bisa hidup lebih lama.
Yah begitulah. Intinya harus back to real food, forget fast food and friends.
See you!
Post a Comment