Maaf banget baru nulis di hari Senin pagi. Kemarin mendadak sakit flu tak tertahankan. Gak apa-apa ya. Meski terlambat yang penting tetep nulis kan?
Ok, seminggu kemarin setelah liburan ke Bandung begitu balik ke Tasik, entah kenapa aku merasa capek sekali dan mulai malas melakukan hal apapun. Hampir 4 hari aku bangun siang, mandi, nonton K-Drama, baca buku bentar, tidur lagi. Gitu terus aja kerjaannya. Malas ngapa-ngapain dan mulai kembali kerasa: hilang semangat hidup dan inginnya tidur terus.
"Harus banyak digerakin. Semakin diam semakin menjadi." Kata psikiaterku waktu hari Jumat kemarin konseling. "Gimana mau lepas obat kalau pola hidup sehatnya belum dilaksanakan?"
"Jangan nunggu mood. Bikin jadwal harian dan paksakan untuk lakukan."
"Kamu gak bisa terus ketergantungan sama obat ini."
"Sembuh atau tidaknya itu kembali ke diri kamu sendiri. Pola hidup sehat jika rutin dilakukan secara konsisten itu baru terasa 6 bulan kemudian."
Aku cuma banyak mendengarkan. Okay, kalau mau lepas obat jadi harus gimana, Hat?
Aku melirik jam di tangan, sepertinya tak ada waktu untuk menunggu obat. Aku bergegas pergi menuju tempat kerjaku dan membiarkan obatku diurus pengirimannya oleh JNE.
Setelah masuk kerja, fokusku bisa lebih mudah terarahkan. Ditambah dengan motto: gak kerja, gak bisa beli kopi, membuatku mau tidak mau harus masuk kerja.
Apa jangan-jangan aku gak boleh libur ya? Hahahaa. Maksudnya libur lama gitu. Kalau kerja kan ya gitu, fokusnya jadi terarah.
Di saat yang lain menggerutu karena tanggal 2 sudah masuk kerja, aku justru malah bersyukur karena aku bisa punya duit dan juga fokusku bisa teralihkan. Aku tahu ada banyak tantangan di depan mata, tapi aku gak akan tahu diri aku mampu atau tidak kalau aku gak mencoba bukan?
Post a Comment