Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Write about a friend who never left your side.
Her name is Dede Kharisma.
"Ceu, kamu teh harus banyak istighfar geura."
"Ceu, bangunin aku ya jam 9. Nanti aku pulangnya jam 9."
"Ceu, euleuh kamu sakit apa? Mau dibeliin bubur gak? Nanti pulang sekolah aku ke kosan kamu."
"Ceu, anter aku ke klinik yuk. Aku lagi gak enak badan."
"Ceu, ke Selasih yuk."
Dan banyak sekali ungkapan-ungkapan yang selalu ia lontarkan diawali dengan kata Ceu, yang artinya Kakak Perempuan.
Berteman dekat selama tiga tahun ketika aku merantau di Bandung membuat aku merasa merasa she's not only my best friend, but also my sister. Rasanya kayak udah jadi sama saudara jauh aja gitu. Bersama dia aku berani menjadi diri aku sendiri, berani cerita apa saja. Walau sering banget berantem, rebutan apapun itu, dan saling menjaili, tapi aku sayang sama sahabatku yang satu ini.
Hal yang paling aku suka adalah caranya yang hanya banyak diam selama aku bercerita. Karena dia faham, aku hanya butuh didengarkan saja. Meski kadang dibuat kesal karena ujung-ujungnya dia malah tertidur pulas meninggalkan aku yang masih nyeroscos sendirian. Walau begitu ya pada akhirnya aku bisa tertidur pulas dan lupa membangunkan dia di jam sembilan malam. Alhasil dia harus pulang pagi buta sebelum berangkat ke sekolah.
Pernah suatu ketika pada saat aku sedang sakit, dia rela tidur di kosan demi bisa merawatku. Apa-apa diambilin sama dia, diurusin sama dia.
Mungkin masa kami bersama-sama hanya diberikan tiga tahun. Meski begitu dia tetap jadi sahabatku di mana pun kita berada.
Post a Comment