Tuesday, January 06, 2026
Hi!
Lo apa kabar? Kabar gue di sini baik. Gue harap lo juga baik-baik aja sama keluarga kecil lo dan anak lo yang masih kecil nan imut itu.
Gue cuma mau bilang makasih banyak karena lo udah hadir di kehidupan gue. Tepatnya di kehidupan masa pra remaja gue. Makasih karena lo ternyata punya rasa yang sama kayak gue, meski hubungan kita dulu gak diresmikan pacaran. Tapi dari teriakan lo waktu lo bilang lo suka gue di lapangan yang bikin gue lari terbirit-terbirit dan ngumpet di perpus karena gue malu didenger orang banyak. Lo yang milih pilihan atas nama gue waktu gue kirim lo surat. Hahaaa. Bocil banget ya. Tapi gue seneng. Gue masih inget banget degdegannya gimana tiap ketemu sama lo atau ngobrol sama lo. Gue mana berani. Gua udah gugup duluan dan malu luar biasa. Termasuk lo juga sama.
Makasih juga udah ngizinin gue gimana rasanya dibonceng di sepeda. Gue seneng banget. Meski sepanjang jalan kita banyak diam, tapi itu bikin hati kita sama-sama dagdigdug gak jelas dan kayak pengen meledak bukan?
Makasih karena lo pernah dukung gue, teriakin nama gue di pinggir lapang waktu pelajaran olahraga. Mau-maunya pakai baju yang sama dan begonya gue malah gak pake baju itu.
Makasih ya. Izinin gue buat tutup semua kenangan manis ini. Meski cerita kita gak berakhir tanpa kata tiba-tiba hilang dan perasaan itu bubar sendiri, setidaknya gue diizinkan untuk merasakan semua perasaan itu untuk pertama kalinya.
Doain gue biar gue cepet ketemu jodoh gue ya! Makasih karena sampai saat ini kalau ketemu lo masih nanya gue dan masih baik sama gue. Bahkan waktu kuliah lo masih baik banget mau gue tebengin buat pergi ke kampus bareng.
Sekali lagi, makasih!
Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Write ten things you love regarding yourself.
Hmm, mari kita lihat ke diri sendiri. Hal apa yang aku suka dari diri aku?
Cheerful. Iyap. Gampang ketawa dan hal apapun jarang dimasukan ke hati. Orang-orang sekitar pasti akan berpikir, ini ketawa mulu jangan-jangan bebannya udah banyak banget ya? Hehheee.
Act of service. Udah terbiasa bantuin orang lain. Suka gak enak aja lihat orang lain kesusahan. Tapi ini terganutung sikonya. Tentunya aku juga mengutamakan diri aku sendiri.
Punya suara kayak penyiar radio. Iya aku suka banget sama suara aku kalau lagi rekam-rekaman, atau bikin podcast. Suaranya enak didengar gitu.
Fleksibel. Gimana sikon, kalau jalan A udah gak bisa dipake, kita pake cara lain. Gak usah memperibet diri sendiri.
Gak suka ngurusin orang lain. Males kalau udah harus tahu urusan orang apalagi itu gak ngaruh ke kenaikan gaji *ehehhh.
Mandiri. Sudah terbiasa mandiri dari sejak TK. Terbukti dari zaman TK udah jarang diantar ke sekolah apalagi ditungguin ama Mamah: gak pernah ya. Sampai saat ini kalau gak susah-susah amat ya diurus sendiri. Kemana-mana sendiri.
Jujur. Ok, aku orangnya jujur. Sulit untuk bisa berbohong. Kecuali soal perasaan itu mah pandai banget menyembunyikannya. Hihii.
In time. Karena aku gak suka nunggu orang lama, makannya suka dateng minimal banget 5 menit sebelum waktu yang ditentukan.
Less expectation. Udah gak lagi naruh harapan besar ke orang lain. Jadi kalau kamu kenalan sama aku, tenang. Aku hanya menganggap kamu manusia biasa tanpa embel-embel apapun karena setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan. Aku gak mau kecewa lagi dengan ekspektasi yang aku taruh baik ke diri aku sendiri atau ke orang lain.
Semangat belajar hal baru. Hal yang aku suka dari diri aku sendiri adalah aku senang belajar hal baru. Bukan hanya belajar dalam artian pakai buku, atau belajar buat ujian. Bukan hanya itu aja. Aku senang belajar dari pengalaman dan merefleksikannya sehingga menjadi pembelajaran yang bermakna buat aku.
Padahal cuma 10 ya, tapi kenapa rasanya kok kalau mau nyari kebaikan dalam diri sendiri susah ya? Wkwkwkw. Coba kalau kita mention hal yang kita suka dari orang yang kita suka atau sayang pasti lebih dari 10. Apa jangan-jangan ini artinya aku belum sepenuhnya mencintai diri sendiri? Ah, iya. Aku masih belajar ditahap itu kok. Belajar untuk nyaman sama diri sendiri dan belajar untuk tidak bergantung kepada orang lain.
Monday, January 05, 2026
Maaf banget baru nulis di hari Senin pagi. Kemarin mendadak sakit flu tak tertahankan. Gak apa-apa ya. Meski terlambat yang penting tetep nulis kan?
Ok, seminggu kemarin setelah liburan ke Bandung begitu balik ke Tasik, entah kenapa aku merasa capek sekali dan mulai malas melakukan hal apapun. Hampir 4 hari aku bangun siang, mandi, nonton K-Drama, baca buku bentar, tidur lagi. Gitu terus aja kerjaannya. Malas ngapa-ngapain dan mulai kembali kerasa: hilang semangat hidup dan inginnya tidur terus.
"Harus banyak digerakin. Semakin diam semakin menjadi." Kata psikiaterku waktu hari Jumat kemarin konseling. "Gimana mau lepas obat kalau pola hidup sehatnya belum dilaksanakan?"
"Jangan nunggu mood. Bikin jadwal harian dan paksakan untuk lakukan."
"Kamu gak bisa terus ketergantungan sama obat ini."
"Sembuh atau tidaknya itu kembali ke diri kamu sendiri. Pola hidup sehat jika rutin dilakukan secara konsisten itu baru terasa 6 bulan kemudian."
Aku cuma banyak mendengarkan. Okay, kalau mau lepas obat jadi harus gimana, Hat?
Aku melirik jam di tangan, sepertinya tak ada waktu untuk menunggu obat. Aku bergegas pergi menuju tempat kerjaku dan membiarkan obatku diurus pengirimannya oleh JNE.
Setelah masuk kerja, fokusku bisa lebih mudah terarahkan. Ditambah dengan motto: gak kerja, gak bisa beli kopi, membuatku mau tidak mau harus masuk kerja.
Apa jangan-jangan aku gak boleh libur ya? Hahahaa. Maksudnya libur lama gitu. Kalau kerja kan ya gitu, fokusnya jadi terarah.
Di saat yang lain menggerutu karena tanggal 2 sudah masuk kerja, aku justru malah bersyukur karena aku bisa punya duit dan juga fokusku bisa teralihkan. Aku tahu ada banyak tantangan di depan mata, tapi aku gak akan tahu diri aku mampu atau tidak kalau aku gak mencoba bukan?
Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Write about your most interesting day of the past year.
Interesting ya. Mungkin ini. Hari Jumat, 14 November 2025. Hari di mana untuk pertama kalinya aku didiagnosis depressive episode. Kaget? Sedih? Marah? Semua bercampur aduk. Gak nyangka akan mendapatkan ujian ini. Pantesan selama setahun kebelakang seperti ada yang aneh dengan diri aku. Ternyata pas diperiksa ya ini.
Aku inget banget. Hari itu aku izin ke sekolah dengan alasan mau periksa gigi. Lama banget waktu di Puskesmas itu dan memang pada saat itu lagi banyak banget pasien yang berobat. Aku baru selesai di jam 11.15. Telefon masuk dari rekan kerjaku karena pada hari itu semua guru ikut ke sekolah lain untuk menghadiri acara PGRI. Aku berasalan bahwa aku masih berobat dan belum selesai. Jadi aku tidak akan menyusul. Setelah telefon ditutup, aku hanya memandangi surat rujukan yang berisi nama penyakit dan juga poli yang dituju. Poli Jiwa.
Hari itu juga aku dirujuk langsung ke rumah sakit. Karena memang jadwalnya sudah penuh juga aku baru bisa ke rumah sakit di minggu depannya. Dan ya, akhirnya aku harus minum obat anti-depresan, mengatur pola hidup. Rasanya ya seperti mimpi. Gak pernah nyangka sih bakal mengalami ini.
Masih di episode #30DaysWritingChallenge yang terinspirasi dari blognya Kak Kevin Anggara www.kevinanggara.com untuk topik perharinya juga aku mengambil semua dari blognya beliau.
Are you early or nocturnal? Write the pros and cons of being one.
Kalau dikasih pertanyaan gini, sejujurnya aku bingung ya. Kadang malam banget, kadang bangun pagi banget. Tapi memang setelah dipikir-pikir, aku bisa on focus itu di jam 5 shubuh asalkan ada paparan cahaya layar mau laptop atau hp aku pasti on terus. Apalagi sekarang karena lagi berobat, aku sedang mengatur jam tidur ku yang sebelumnya kacau. Jam 8 udah harus minum obat, itu artinya aku harus sudah lepas semua gadget biar lebih mudah menuju alam tidurnya. Nah berhubung sekarang-sekarang lagi gak salat, aku jadi bangunnya siang. Ini juga lagi terus diperbaiki biar tetep bangun di jam setengah 5 lagi ya atau jam 4. Jadi pagi-paginya biar aku bisa olaharaga dulu.
Kalau dulu zaman sekolah sih nocturnal ya. Nah pas kerja, jadi early gitu. Karena udah gak kuat banget kalau masih harus lanjutin kerjaan di malam hari. Alhasil setelah salat isya suka langsung tidur dan biar nanti selepas shubuh dilanjut.
Kalau kamu gimana?
Social Media
Search