Refleksi Catatn 101: Bertumbuh Sedikit Demi Sedikit

Hallo readers! 

Selamat hari Senin. 

Selamat kembali bertugas! Semoga hari Senin ini membawa ketenangan untuk kita semua. :)

Di minggu lalu, aku harus kembali berhadapan dengan relapse yang datang tanpa mengetuk pintu. Tubuhku mendadak terasa remuk, kehilangan energi, bahkan untuk hal kecil sekalipun. Sepanjang hari, kapasitas terbaik yang bisa kulakukan hanyalah salat dan mengisi perut. Sisanya? Aku hanya bisa berdiam di atas kasur, memeluk sunyi, dan kehilangan hasrat untuk berinteraksi dengan dunia luar. Untuk pertama kalinya dalam fase relapse ini, aku bahkan tidak memiliki energi untuk sekadar mandi.

Pikiranku sempat kacau karena sebuah trigger. Namun, di tengah gemuruh itu, aku mencoba memeluk diriku sendiri dan berbisik, "Kondisimu saat ini sudah berbeda, Hat. Kamu tidak lagi berada di ruang kelam masa lalu yang menakutkan itu. Kamu sudah berada di tempat yang baru, tempat yang lebih aman."

Dua hari izin tidak bekerja sempat membuat hatiku diselimuti rasa bersalah. Aku sempat berpikir, setelah perlahan menemukan kembali spark atau percikan semangat hidup beberapa waktu lalu, aku sudah sembuh seutuhnya. Ternyata, proses pemulihan tidak pernah berjalan di garis lurus. Aku masih bisa terluka oleh trigger, dan aku masih bisa terjatuh kembali.

Kini, aku memilih berjalan pelan sambil menurunkan semua ekspektasi. Untuk saat ini, bertahan dan belajar mendengarkan apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh tubuh di tengah bisingnya isi kepala adalah sebuah kemenangan besar. Aku belajar menghargai diri sendiri di tengah segala keterbatasan kognitifku. Salah satu hal yang sempat membuatku sedih adalah menyadari bahwa ingatanku tak sekuat dulu. Efek samping pengobatan depresi ini membuat memori tentang apa yang baru saja kulakukan terasa samar dan mudah terlupa. Tapi tidak apa-apa, mungkin ini cara otakku beristirahat dari masa lalu.

Aku sadar, aku tak perlu terburu-buru berlari keluar dari lingkaran ini. Bertumbuh sedikit demi sedikit tanpa tuntutan untuk sempurna adalah bentuk rasa syukur terbaikku hari ini.

Dear myself, 

Thank you for surviving. 

Thank you for choosing to keep showing up. 

I know this season is heavy, but I believe I will pass through it. Appreciate the small steps, and embrace every feeling that comes into your life. I love you, and I accept every season of my life.

Post a Comment

Letters to Myself | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi