Hai, selamat memasuki hari Senin di esok hari. Untuk kamu yang tengah bersiap-siap untuk menghadapi esok hari, semoga harinya dilancarkan dan sesuai dengan apa yang direncanakan, ya!
So, how was your week?
Nothing special.
Cuma seminggu ini aku babak belur dengan flu, batuk, asma yang datang silih berganti. Baru kali ini, entah mengapa, asmanya terasa the worst in my life. Kadang aku berpikir, apa sebenarnya tubuh aku terus meronta-ronta, meminta aku untuk lebih banyak istirahat dulu daripada kedebag-kedebug bekerja?
Tapi gimana, ya? Aku juga dilema. Di satu sisi, aku juga butuh uang. Aku nggak bisa mengandalkan siapa-siapa lagi selain mengandalkan diri sendiri. Meski sedih sih, sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi, ya?
Orang tua juga sudah khawatir banget dengan kondisi aku yang akhir-akhir ini mudah sakit, dan sakitnya sudah bukan main-main lagi. Apalagi kalau asmanya udah kambuh. Mereka juga dilema. Mereka minta aku untuk berhenti kerja, tetapi mereka juga nggak bisa afford kebutuhan pribadi aku. Ditambah kondisi keuangan mereka juga lagi nggak baik-baik saja.
Kadang aku mikir, udah kerja keras mati-matian dari pagi sampai malam kadang, tapi ya penghasilannya segitu-gitu saja, bahkan masih di bawah UMR. Boleh nggak sih nyalahin pemerintah? Kalau kayak gini terus, kapan aku bisa keluar dari garis kemiskinan ini? Dan lucunya lagi desil aku berada di antara 6-10. WKWKKWKWKWKWK. Kadang memang hidup se-absurd itu, ya.
Apalagi pekerjaan aku adalah guru.
Ya, nggak usah ditanyain lagi, ya, gimana jadi guru di negeri ini.
MIRIS.
Kadang rasanya aku pengen menyerah dengan semua ini. Tapi aku sadar, mengambil keputusan besar tanpa dasar yang kuat dan tanpa backup dana yang cukup juga bukan keputusan yang bijak.
Meski begitu, hal yang paling aku syukuri adalah kedua orang tua aku nggak pernah menuntut aku dan tetep support pekerjaan aku. Cuma ya, aku juga pengen bisa bantu mereka, meringankan beban mereka. Dan ini belum bisa.
Begitu pun mereka sebaliknya. Mereka juga ingin memberikan aku lebih, tapi apa daya. Untuk sekadar bisa bertahan hidup di era sekarang saja sudah lebih dari cukup.
Aku sadar dan aku semakin memahami kondisi diriku saat ini. Aku nggak bisa mengerjakan semua hal sekaligus. Memang ini kapasitas aku. Aku hanya bisa merangkak sedikit demi sedikit untuk bisa keluar dari lingkaran kemiskinan ini.
Aku nggak bisa lagi keras sama diri sendiri untuk melakukan banyak hal yang memang diri aku sendiri saja nggak sanggup.
Ihat,
Ingat, ya, nggak semua hal harus kamu tanggung sendiri.
Nggak semua hal harus menjadi penyesalan kamu hanya karena kamu belum bisa mewujudkan keinginan kamu.
Niat baikmu tetap akan menjadi nilai kebaikan di sisi Allah.
Kamu pelan-pelan saja, ya, berjalan. Jangan lari, apalagi ngebut-ngebut.
You're not competing with others.
Ingat, semua ini hanya temporary. Nggak akan selamanya kamu berada dalam posisi ini.
Tetap berprasangka baik atas takdir-Nya, ya.
Tetap minta tolong dan libatkan Allah dalam setiap urusanmu.
Aku tahu, di usia kamu saat ini, kamu ingin karier yang cemerlang, gaji yang cukup tanpa harus babak belur kerja ke sana kemari, menikah dengan orang yang bisa membimbing kamu, mengimbangi kamu, dan saling support untuk mewujudkan mimpi masing-masing.
Tapi semua itu harus di-hold dulu untuk saat ini.
Mungkin Allah ingin memberikan kamu banyak kesempatan untuk mengenal diri sendiri, ngobrol sama diri sendiri, dan memberikan kamu lebih banyak waktu untuk membuat kenangan yang baik bersama kedua orang tua kamu; sesuatu yang selama ini hilang dari hidup kamu dan baru kali ini bisa kamu nikmati.
Mungkin ini adalah kesempatan untuk menikmati semua itu sebelum waktu akhirnya memisahkan.
Jadi, apa yang kamu cari, Hat?
Hat, lihat terus ke atas bikin kamu banyak kufur sama nikmat yang sudah Allah kasih.
Ingat, apa yang mereka tampilkan di media sosial itu pasti sebanding dengan apa yang harus mereka relakan, meski mereka nggak akan pernah mau show itu.
Selama kamu bernapas di dunia ini, masalah akan terus datang menghampiri dirimu. Dan kamu juga harus ingat bahwa Allah menciptakan dunia ini bukan untuk bersenang-senang, tetapi memang sebagai tempat untuk berjuang.
Apalagi bagi seorang yang beriman, hidup nggak akan pernah lepas dari yang namanya ujian.
Dan Allah juga nggak melihat hasil semata dari seorang hamba, tetapi juga usaha, kesungguhan, dan keimanannya atas takdir yang telah ditetapkan untuknya.
When your life feels hard, please go back to Allah, go back to yourself.
Hug yourself tightly, forgive yourself, and appreciate yourself.
Please don't be hard on yourself.
She is the only one who will always be there for you, no matter what happens in the future.
Janji, ya, nggak akan pernah keras lagi sama diri sendiri.
Janji, ya, nggak akan marah-marah lagi kalau diri sendiri sudah mulai capek, lemas, bahkan sakit.
Lepaskan hal-hal yang sulit untuk bisa kamu raih saat ini.
Kamu nggak perlu mengejar segitunya.
Relax and enjoy your moment now.
Pelan-pelan saja, Hat.
Kamu nggak sedang berlomba dengan siapa-siapa.
Kamu cuma lagi belajar aja gimana caranya bisa menjalani hidupmu sendiri tanpa harus lihat kiri-kanan sebagai pembanding.
Post a Comment