Book Insight #16: 3 Things I Learned from Aku Yang Menjadi Selamanya, Kecuali Diri Sendiri

doc. pribadi

Identitas Buku

Judul : Aku Yang Menjadi Segalanya, Kecuali Diri Sendiri
Penulis : Arkanaday
Tahun Terbit : Cetakan kedua, 2026
Halaman : 148 hlm
Penerbit : Mediakita, Jakarta Selatan

Blurb

Buku ini ada untuk memeluk anak pertama yang lelahnya sering dianggap biasa, yang melakoni berbagai peran meski bukan tanggung jawabnya, yang diam-diam menunda mimpi demi kebahagiaan keluarga. 

Maaf karena kamu harus dewasa sebelum waktunya.

Satu yang perlu kamu ingat, menjadi segalanya seharusnya tidak membuatmu kehilangan diri sendiri.

Tiga Insight

  1. Tertawa dengan lantang adalah cara anak pertama untuk menutupi kesedihan. Dia gak pernah bawa kesedihan itu ke tempat ramai. Tapi, ketika ada yang tanya, "Kamu gapapa?" Seketika, pertahanannya runtuh, air matanya luruh. (p. 17)
  2. Makan di tempat yang sama. Pesan menu yang sama. Pakai barang yang sama. Bagi anak pertama, itu bukan kebiasaan yang aneh. Karena mereka gak suka coba-coba. Bagi mereka, hal baru menimbulkan potensi untuk salah. Dan mereka gak terbiasa "berteman" dengan kesalahan. (p. 73)
  3. Hei, anak pertama. Perasaan dulu kamu punya banyak cita-cita dan keinginan tentang masa depan. Tapi, kenapa sekarang di pikiranmu cuma soal bekerja, bertahan hidup, dan menghidupi keluarga? Ke mana perginya semua harapanmu itu?

Refleksi Pribadi

Membaca buku ini sungguh di luar ekspektasi. Aku kira isinya hanya akan menceritakan kisah-kisah anak pertama, tapi ternyata isinya luar biasa lebih dari itu. Tulisannya yang singkat, jelas, to the point, dan padat membuat aku, si anak pertama ini, bisa dengan mudah mencernanya dengan baik. Bahkan, hampir seluruh isinya adalah perwakilan dari isi hatiku yang sulit untuk bisa disampaikan.

Semua perasaanku seolah tervalidasi oleh kata-kata dalam buku ini. Bahkan, aku bisa menyelesaikan buku ini hanya dalam sekali duduk. Rasanya seperti sedang membaca isi kepala dan hati sendiri yang selama ini sulit untuk aku ungkapkan.

Untuk kamu, si anak pertama yang terbiasa pura-pura kuat, buku ini cocok untuk menemani kamu dan memvalidasi perasaan yang selama ini mungkin kamu pendam sendiri. Semangat untuk para perempuan anak pertama!

Post a Comment

Letters to Myself | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi