Friday, January 23, 2026
What can you do to create an ideal world for yourself and others?
Dalam perjalanan hidup ini, aku sering merenung tentang apa yang bisa aku lakukan untuk membangun dunia yang lebih baik—bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitar aku. Dunia ideal bagi aku bukanlah utopia yang jauh dari jangkauan, melainkan sebuah realitas yang bisa kita wujudkan melalui langkah-langkah konkret. Salah satu jalan utama yang aku yakini adalah melalui pendidikan. Mengapa? Karena pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan fondasi untuk perubahan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Ketika aku memikirkan kembali pengalaman pribadi aku, pendidikan telah menjadi pilar utama dalam hidup aku. Dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, setiap pelajaran yang aku terima membuka pintu untuk mimpi-mimpi yang lebih besar. Namun, aku sadar bahwa tidak semua orang memiliki akses yang sama. Itulah mengapa aku percaya bahwa memprioritaskan pendidikan adalah langkah pertama. Kita harus menyamakan kualitas pendidikan bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Pendidikan di Indonesia, pendidikan adalah hak setiap warga negara—bukan hak istimewa. Ini bukan hanya tentang keadilan, tapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih kuat dan inklusif.
Refleksi ini membuat aku bertanya-tanya: Bagaimana kita bisa mewujudkan ini? Aku ingat saat aku melihat teman-teman di desa yang kesulitan melanjutkan sekolah karena biaya atau fasilitas yang terbatas. Itu membuat aku sadar bahwa pendidikan yang merata bukanlah impian kosong, melainkan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki peran krusial di sini. Mereka harus mengutamakan kesejahteraan para pendidik—guru, dosen, dan tenaga kependidikan lainnya. Bayangkan jika guru-guru kita diberi gaji layak, pelatihan berkala, dan dukungan psikologis; pendidikan akan berjalan lebih efektif, dan siswa akan termotivasi untuk belajar.
Melalui pendidikan, kita bisa mengubah taraf kesejahteraan hidup kita secara fundamental. Aku percaya bahwa pengetahuan adalah kunci untuk membuka peluang kerja, inovasi, dan bahkan perdamaian dunia. Saat aku melihat bagaimana pendidikan telah mengubah hidup aku, dari seorang anak yang tadinya hampir putus sekolah menjadi seseorang yang bisa berkontribusi melalui mengajar di kelas. Tapi ini bukan hanya tentang aku; ini tentang kita semua. Mari kita refleksikan bersama: Apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk mendukung pendidikan? Mulai dari mendukung kampanye literasi hingga mendorong kebijakan yang adil.
Dalam dunia yang penuh tantangan ini, pendidikan adalah cahaya harapan. Dengan memprioritaskannya, kita tidak hanya menciptakan dunia ideal untuk diri sendiri, tapi juga untuk generasi mendatang. Mari kita mulai dari sekarang.
Wednesday, January 21, 2026
![]() |
| Photo by Snapwire |
If I had the love I wanted, what would today look like?*
I am somewhat confused about this topic. as many thoughts are swirling in my mind. However, reflecting on it. I believe that of I had the love I desired, my day would be filled with happiness, routine, and deep emotional connection. Let me outline what a such a day might look like.
In the morning, I would wake up feeling content, seeing my partner beside me. I would kiss his forehead and say, "Good morning, honey," or perhaps he would do the same to me. We would pray shubuh together, fostering a sense of shared spiritually. He would then prepare for work while I got ready for breakfast. We would eat together, engaging in light conversation about our plans for the day. Before he left, he would kiss my forehead, leaving me with a warm feeling.
Throughout the day, I would tidy up our home, write on my blog about our love story, read a book to nurture my personal interests. In the evening, before he arrived home, I would send him a text saying, "Miss you." Upon his return, he might bring me a red flower as a small gesture of affection. After he showered, we would have dinner together, pray isya as a couple, and share stories from our day, strengthening our bond.
In conclusion, this idealized day represents the harmony and fulfillment that true love could bring. While I am still figuring out my feelings on this topic, it highlights the importance of emotional intimacy in daily life.
*) Brianna Wiest 101 Essays that will Change the way You Think (p. 138)
What is that one thing you have always wanted to do but could not?
Sebenarnya ini bisa dilakukan sih, tapi aku memilih untuk tidak karena banyak sekali pertimbangan. Apa itu? Jadi full time writer. Kenapa gak bisa? Karena ya butuh effort yang besar dan konsisten kan untuk bisa menghasilkan uang dari karya kita? Sementara di awal-awal dan ini udah jadi rahasia umum, pasti tulisan kita belum bisa menghasilkan uang. Pengen banget gitu jadi full time writer, diem di rumah, sesekali nulis di kafe, baca buku. Tapi untuk saat ini itu belum bisa. Aku masih perlu kerja yang lain untuk bisa menghidupi diri aku seorang. Jadi aku menulis hanya untuk sampingan dan menyalurkan hobi serta isi kepala yang berisik.
Kalau kamu gimana?
Tuesday, January 20, 2026
![]() |
| Photo by The masked Guy: |
Who from your past are you still trying to earn the acceptance of*
I know that there is still someone from my past whose acceptance I am trying to earn. This person is him: an individual I loved deeply during my senior high school years, despite his rejection and hurtful words. I often wonder why I loved him so much back then. Even though he said rude things to me, I never responded in kind. For example, he commented that my body was fat and covered in acne, and he bullied me constantly. My best friend repeatedly advised me to stop loving him, as he clearly never reciprocated my feelings.
I have been trying to talk to myself, urging myself to forgive that era or my life, forgive him, and accept my own foolishness in the past. However, it is incredibly difficult. In my heart, I still want to say the things I have never expressed to him before. Perhaps I need to confront these feelings:
I want to say: I hate you! I never really love you even in the past. I hate you. Really-really hate you! You are the worst thing that happened in my life. I hate you!
In conclusion, this unresolved emotion shows how past relationship can linger, affecting our present. While I strive for acceptance and forgiveness, the pain remains a challenge.
*) Brianna Wiest 101 Essays that will Change the way You Think (p. 140)
How is your life today? Write three good things and three areas of improvement.
Hidup saat ini baik-baik saja. Meski jauh dari kata ideal bagi standar masyarakat kita, tapi aku tidak peduli. Aku tidak hidup untuk membungkam mulut mereka, karena itu di luar kendaliku jadi aku hanya akan fokus pada hal yang bisa aku kendalikan.
3 hal baik dalam hidupku
1. Masih bisa bekerja
Alhamdulillah masih bisa bekerja walaupun gajinya belum dua dijit ya. Hahaa. Tapi ini masih sangat aku syukuri, karena selain dapat gaji juga pekerjaan ini membantu aku untuk bisa improve skill aku di bagian mengajar dan bahasa Inggris.
2. Tinggal bersama orang tua
Meski selalu ada cek coknya tapi ya begitulah hidup bersama orang tua/keluarga. Aku bersyukur masih bisa tinggal bersama mereka di tengah-tengah perjuangan aku untuk bisa sembuh dari depressive episode.
3. Lingkungan kerja yang suportif
Aku sangat senang dan bersyukur karena lingkungan kerjaku saat ini sangat suportif, tidak saling sikut, dan hanya fokus pada pertumbuhan diri masing-masing. Selain itu, lingkungannya masih saling mengingatkan untuk ibadah.
3 hal yang harus aku tingkatkan
1. Skill bahasa Inggris aku.
Jujur skill bahasa Inggris aku masih mentok di level B1-B2. Mau ke C1 rasanya butuh effort yang besar, tapi aku tetap belajar agar bisa sampai ke level itu. Semangat
2. Belajar tentang sidehustle
Karena gajiku hanya cukup untuk makan, jajan dan kebutuhan pribadi, aku harus putar otak untuk bisa menambah penghasilan aku di jam pagi sampai siang. Saat ini aku sedang mencoba untuk melamar di luar zona nyaman aku: mengajar. Hihiii Semangat juga, Ihat.
3. Rajin olahraga dan makan sayur serta buah
Ini nih, masih harus terus ditingkatkan. Meski tiap pagi suka sepedahan, cuma intensitasnya harus ditambah setiap harinya ya. Biar badan sehat dan melepaskan stres atau emosi-emosi yang membelenggu hehheee. Makan sayur sama buahnya harus sering juga, okay.


Social Media
Search