Hari ini, tanpa rencana apa pun, seorang teman tiba-tiba mengajakku ikut acara reuni SMP. Sempat ada ragu, tapi akhirnya aku mengiyakan dan buru-buru mengganti baju.
Setibanya di sana, aku kembali bersua dengan wajah-wajah lama dari masa remaja. Kebanyakan dari mereka kini sudah menikah. Namun, hal yang paling menyentuh hatiku malam ini adalah sikap mereka: tidak ada satu pun yang menyudutkan aku atau temanku karena status kami yang belum menikah. Ada kehangatan yang tulus, sebuah penerimaan tanpa penghakiman.
Malam ini aku disadarkan kembali, bahwa setiap orang benar-benar memiliki garis waktunya masing-masing. Hidup ini tak pernah seindah apa yang dipamerkan di etalase media sosial.
Aku jadi teringat, dulu aku pernah berkata bahwa aku enggan datang ke acara reuni. Aku takut dihakimi, takut diberondong pertanyaan-pertanyaan yang sensitif. Namun faktanya? Kekhawatiran itu hanya riuh di dalam kepalaku sendiri. Nyatanya, realitas tak pernah semenakutkan apa yang kita bayangkan. Kita hanya perlu melangkah dengan hati yang santai.
Setiap manusia diuji dengan porsinya masing-masing. Tidak ada yang berhak merasa menjadi "si paling" dalam hidup ini. Semuanya sudah tertakar sempurna oleh-Nya, dan tidak akan pernah tertukar.
Btw, thanks Inaa for inviting me tonight. Kamu menuntun langkahku keluar dari ketakutan. Malam ini, aku pulang dengan harapan baru dalam memandang hidup. Ternyata, masa depanku tak semenakutkan yang sempat kurisaukan. Everything is gonna be okay.
Post a Comment