![]() |
| doc. pribadi |
Dalam hitungan beberapa jam hari Minggu kamu akan berakhir dan kamu akan kembali bertemu Senin! Yeay! Selamat memulai rutinitas kembali ya. Btw, aku ambil cuti dulu karena ada janji buat ketemu psikiater besok sore, inshallah!
As usual, let's get started by gratitude first.
Ada banyak hal yang ingin aku ucap syukur atas minggu ini.
Satu, terima kasih ya Allah atas rezeki yang sudah Engkau beri untukku akhirnya aku bisa kembali lagi mendapatkan sesi terapi langsung di Cileunyi, Bandung.
Kedua, alhamdulillah keluarga sudah bisa lebih support dan faham kondisi aku.
Ketiga, alhamdulillah sore tadi bisa makan bakso bareng keluarga.
Keempat, alhamdulillah Allah berikan aku hidayah untuk lebih bisa mengenal agama Islam ini melalui kesehatan mental yang aku rasakan. Saat ini aku tengah belajar juga dari YouTube Islamic Psychology with Dr. Francesca. Aku jadi belajar bahwa perjalanan mengenal diri sendiri juga bisa menjadi jalan untuk semakin mengenal Allah.
Kelima, alhamdulillah, aku bisa sharing dan membahas soal Al-Quran bersama babeh tercinta. Senang rasanya bisa belajar dan berdiskusi tentang agama bersama keluarga sendiri.
Minggu ini, aku juga belajar bahwa di tengah kondisi yang tidak mudah, ternyata masih ada banyak hal yang bisa aku syukuri. Bukan berarti semuanya baik-baik saja, tetapi aku sedang belajar untuk tetap melihat kebaikan-kebaikan kecil yang Allah hadirkan di tengah proses ini.
Hal yang menjadi tantangan untuk aku minggu ini adalah ternyata aku sedang mengalami perubahan kondisi mood yang cukup drastis dalam perjalanan kesehatan mentalku. Perubahan ini terasa sangat melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Terapisku akhirnya menyampaikan bahwa aku sudah memasuki fase bipolar.
Ya Allah. Ya Rahman. Ya Rahim.
Speechless dan nggak tahu harus bereaksi seperti apa. Rasanya otak aku seperti freeze dan akhirnya cuma bisa pasrah dengan apa yang sedang terjadi. Ada banyak hal yang mungkin ingin aku pikirkan, tetapi untuk saat ini, rasanya aku belum punya cukup energi untuk memahami semuanya.
Terapi kemarin aku menggunakan metode CTC, singkatan dari Creative Trauma Cleansing, dengan teknik clapping. Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, aku merasa bisa mengurai hal-hal yang berkaitan dengan trauma masa lalu dan merasakan sedikit kelegaan setelahnya.
Btw, aku terapi ke sini, ya.
Aku mulai belajar bahwa aku nggak harus selalu memaksakan diri untuk tetap produktif, menyelesaikan semuanya, atau terlihat baik-baik saja ketika sebenarnya aku sedang lelah. Ada kalanya aku perlu mengambil jeda, menarik napas, dan memberikan ruang bagi diriku sendiri untuk beristirahat.
Mungkin untuk saat ini, aku belum sepenuhnya memahami apa yang sedang terjadi pada diriku. Namun, aku ingin percaya bahwa aku nggak harus memahami semuanya dalam satu waktu. Pelan-pelan saja. Satu hari demi satu hari.
Besok aku punya janji untuk bertemu psikiater. Inshallah, semoga Allah mudahkan prosesnya dan memberikan jalan terbaik untukku. Aku ingin terus belajar menerima diriku sendiri, termasuk bagian-bagian yang masih terasa sulit untuk dipahami.
Untuk minggu ini, aku ingin mengingatkan diriku sendiri bahwa beristirahat bukan berarti menyerah. Mengambil jeda bukan berarti aku tertinggal. Dan berusaha memahami kondisi diri sendiri juga merupakan bagian dari ikhtiar.
Ya Allah, please help me to be more patient with myself.
Untuk kamu yang mungkin juga sedang menjalani minggu yang berat, semoga kita bisa belajar untuk tidak terlalu keras kepada diri sendiri, ya. Kita nggak harus selalu kuat setiap waktu. Ada kalanya kita hanya perlu bertahan, beristirahat, dan mensyukuri hal-hal kecil yang masih bisa kita temui hari ini.
Semoga minggu depan membawa lebih banyak ketenangan untuk kita semua. Aamiin.
.png)

0 Comments