![]() |
| doc. pribadi |
Hallo, readers!
Terima kasih karena selalu ada dan menemani prosesku dalam menulis di blog ini. Kali ini, aku ingin memulai program baru, yaitu Inner Child Journal, yang akan tayang setiap hari Sabtu sore di Hisolihat.com.
Melalui program ini, aku ingin menuliskan suara-suara dari masa lalu yang selama ini membutuhkan ruang untuk didengarkan dan dipahami. Tulisan-tulisan ini juga menjadi ikhtiarku untuk berdamai dengan masa lalu, menerima apa yang telah terjadi, dan perlahan-lahan belajar memaafkan orang-orang yang pernah melukai perasaanku, termasuk kedua orang tuaku.
Tidak ada dendam yang ingin aku bawa dalam perjalanan ini. Aku hanya ingin memberikan ruang bagi luka, kesedihan, dan air mata yang mungkin selama ini belum pernah benar-benar didengarkan dan dipahami.
And maybe, this is also part of my journey: learning to accept my past with a more peaceful heart.
Aku ingin belajar rida dengan semua yang telah terjadi dalam hidupku karena aku percaya bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar izin Allah. Bukan berarti aku tidak boleh sedih atau harus berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Aku hanya ingin belajar menerima bahwa masa lalu tidak bisa diubah, tetapi aku masih punya kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam Surah Al-Hadid ayat 22–23 dan Surah At-Taghabun ayat 11, aku belajar tentang ketetapan Allah dan bagaimana iman dapat membimbing hati dalam menghadapi apa yang terjadi dalam hidup.
Aku ingin belajar menerima takdir-Nya sambil tetap berusaha merawat diri, memproses perasaan, dan mencari pertolongan ketika membutuhkannya.
Maybe I will never fully understand why certain things happened in my childhood. And maybe I don't need to find every answer to move forward.
Sekarang, aku ingin belajar melakukan reparenting untuk diriku sendiri: mendengarkan perasaanku, memperlakukan diriku dengan lebih lembut, dan memberikan ruang bagi diriku untuk bertumbuh.
My past is part of my story, but it does not have to define the rest of my life.
Bismillah, semoga perjalanan ini membantuku berdamai dengan masa lalu dan semoga tulisan-tulisan ini juga bisa menemanimu dalam perjalananmu sendiri. Kamu tidak harus memaksakan diri untuk segera memaafkan atau pulih. Kita bisa belajar pelan-pelan, dengan tetap menggantungkan harapan kepada Allah.
Let's learn to be kinder to ourselves, one reflection at a time.

0 Comments