Refleksi Catatan 94: Titik-Titik Cahaya

Sudah memasuki hari Senin lagi. 

Hallo semuanya. Selamat kembali beraktifitas!

Sebenarnya aku ini terlambat untuk menulis refleski mingguan, biasanya kan di hari Minggu ya, tapi ini malah di Senin pagi. Tapi gak apa-apa. Lebih baik terlambat daripada gak sama sekali kan?

Aku sangat bersyukur atas minggu ini, atas hidup ini, dan juga semua hal yang terjadi dalam hidupku. Hubungan aku dengan orang tua semakin membaik; mereka lebih memahami kondisi aku saat ini. Maka dengan itu, akupun lebih mudah untuk memahami diriku sendiri, memeluk semua luka yang terjadi di masa lalu, terus belajar untuk memaafkan dan juga let go atas apa yang telah terjadi. Karena aku tidak mau terus menerus membawa serta hidup dalam bayang-bayang amarah dan kecewa. Aku berhak bahagia, damai, dan tenang dalam menjalani hidup ini. 

Selain itu, aku pun mau mengucapkan terima kasih kepada diriku sendiri karena sudah berani untuk mendaftar beasiswa AAS. Meski efek samping obat membuat cara berpikirku sedikit melambat dan mudah lupa, aku bangga karena tetap mencoba.

Aku merasa seperti menemukan kembali titik-titik cahaya dalam hidupku. Semua itu dimulai saat aku kembali belajar sedikit-demi sedikit. Aku merasa aku kembali hidup dan bersemangat. 

Semoga titik-titik terang ini akan terus bertambah setiap harinya sehingga aku dapat menemukan kembali cahaya dalam hidupku.


0 Comments