Di Antara Luka dan Pulang

 


Indah terbiasa menjadi sempurna. Di sekolah yang menuntut prestasi, ia belajar menyembunyikan lelah, menelan ketakutan, dan terus tersenyum seolah semuanya baik-baik saja. 

Lalu ia bertemu Ridwan, seorang guru Art yang tenang, tegas, dan selalu terlihat mampu menghadapi apa pun. Namun, di balik sikapnya, tersimpan luka tentang kehilangan dan kesendirian yang tidak pernah ia ceritakan.

Hubungan mereka bermula dari hal-hal sederhana: sebuah senyum, percakapan singkat, tawaran tumpangan yang ditolak, hingga sebuah gerbang yang terkunci.

Di antara luka dan tuntutan untuk menjadi sempurna, keduanya perlahan belaja bahwa pulang bukan tentang tempat, melainkan tentang seseorang yang membuat mereka merasa aman menjadi diri sendiri. 

Kamu bisa membacanya langsung di sini ya!

Post a Comment

Letters to Myself | Designed by Oddthemes | Distributed by Gooyaabi