![]() |
| doc. pribadi |
Nirma Laila Mutmainah adalah seorang ibu rumah tangga yang juga aktif di Pemudi PERSIS Kota Tasikmalaya. Di tengah kesibukannya mengurus keluarga dan berbagai aktivitas lainnya, Nirma bersama suaminya menjalankan usaha jasa titip makanan dan jajanan Bandung bernama Jastip Kinari. Usaha ini mulai dijalankan pada April 2025 dan masih berjalan hingga sekarang. Jastip Kinari dapat ditemukan melalui TikTok @jastip.kinari, dengan nomor WhatsApp 0895 7062 24030, sementara informasi mengenai jastip juga sering dibagikan melalui akun pribadi Nirma di Instagram @nirmalamut_97 dan Facebook Nirma Laila. Nama “Kinari” sendiri merupakan gabungan dari nama kedua anak mereka, Keenan dan Airi.
Apa yang membuat kamu akhirnya memilih membuka usaha jastip makanan dan jajanan Bandung, dan kenapa produk-produk Bandung yang kamu pilih?
Awalnya, saya melihat suami yang hampir seminggu sekali bolak-balik Tasikmalaya–Bandung karena ada agenda mengajar dan mengisi kajian. Dari situ saya melihat ada peluang untuk membuka usaha jasa titip makanan Bandung.
Akhirnya, pada April 2025 kami mulai membuka Jastip Kinari. Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dan sudah lebih dari satu tahun. Kami biasanya membuka jastip maksimal dua kali dalam sebulan, atau minimal satu kali dalam sebulan, tergantung ada tidaknya agenda suami ke Bandung.
Kenapa memilih jajanan Bandung? Karena memang suami rutin ke Bandung, jadi jastip ini kami jalankan sambil memanfaatkan perjalanan yang sudah ada. Kalau tidak ada agenda ke Bandung, biasanya kami tidak membuka jastip.
Selain itu, jajanan Bandung juga banyak yang menarik, viral, dan tentunya enak. Ada beberapa produk yang tidak bisa dikirim untuk jarak jauh. Ada juga produk yang sebenarnya bisa dikirim melalui ekspedisi, tetapi keunggulan kami adalah barang bisa langsung sampai ke pelanggan keesokan harinya. Jadi lebih efektif dari segi waktu, dengan harga yang relatif tidak jauh berbeda.
Untuk saat ini, ada lima produk yang kami titipkan, yaitu dessert seperti Tiramisusu Chocomory dan Belah Doeren, makanan seperti Batagor Otoy dan Kahuripan, serta minuman dari Kopi Calf.
Nama usaha kami adalah Jastip Kinari. Nama “Kinari” merupakan gabungan dari nama kedua anak kami, Keenan dan Airi.
Bagaimana kamu membagi waktu antara menjalankan usaha jastip, mengurus rumah tangga, dan menjadi ibu dari dua anak?
Alhamdulillah, sejauh ini tidak terlalu repot karena jastip ini memang tidak dibuka setiap hari. Kami biasanya hanya open jastip satu sampai dua kali dalam sebulan, jadi masih cukup leluasa untuk membagi waktunya.
Menjalankan usaha ini juga berdua dengan suami dan berbagi tugas. Suami biasanya bertugas membuat flyer, membagikan informasi melalui WhatsApp, kemudian menangani belanja dan pengantaran pesanan.
Sementara saya lebih banyak mengurus bagian konten, membagikan informasi melalui WhatsApp, serta mempromosikannya di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Dari beberapa media tersebut, sejauh ini justru pelanggan paling banyak datang dari WhatsApp.
Jadi, usaha ini bisa tetap berjalan tanpa terlalu mengganggu aktivitas saya sebagai ibu dan mengurus rumah tangga.
Selama menjalankan jastip ini, apa pengalaman atau cerita dari pelanggan yang paling berkesan buat kamu?
Alhamdulillah, sejak menjalankan jastip ini, ada beberapa pengalaman dan cerita dari pelanggan yang cukup berkesan bagi kami. Di antaranya ketika ekspektasi mereka terhadap makanan “impian” yang selama ini ingin dicoba akhirnya bisa terpenuhi melalui layanan jastip ini, atau ketika mereka merasa sangat terbantu dan dimudahkan karena tidak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung untuk mendapatkan makanan yang mereka inginkan.
Ketika melihat pelanggan senang karena keinginannya terpenuhi dan merasa terbantu dengan layanan kami, itu menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi kami.
Selain itu, ada juga pengalaman yang berkesan ketika ada pelanggan yang dengan sukarela ikut membantu menawarkan jastip kami kepada orang lain. Awalnya kami tidak meminta, tetapi beliau justru ikut mempromosikan dan menawarkan kepada teman-temannya. Alhamdulillah, dari situ orderan yang masuk menjadi cukup banyak.
Bagi kami, hal-hal seperti itu menjadi kebahagiaan tersendiri. Bukan hanya karena produk yang dititipkan laku, tetapi karena ternyata layanan sederhana yang kami jalankan bisa memberikan kebahagiaan dan kemudahan bagi orang lain.
Reflection
Dari cerita Nirma, saya belajar bahwa mendirikan usaha tidak selalu harus dimulai dari ide yang jauh atau sesuatu yang benar-benar baru. Terkadang, peluang justru muncul dari aktivitas sederhana yang sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari.
Jastip Kinari menjadi salah satu contohnya. Perjalanan suami yang rutin pergi ke Bandung awalnya hanyalah bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, ketika Nirma melihat kebutuhan orang-orang yang ingin menikmati jajanan Bandung tanpa harus pergi ke sana, perjalanan tersebut berubah menjadi sebuah peluang.
Saya juga belajar bahwa keresahan atau kebutuhan pribadi bisa menjadi salah satu modal untuk memulai usaha. Ketika kita menemukan sesuatu yang bisa memudahkan diri sendiri maupun orang lain, mungkin di situlah sebuah ide sederhana bisa berkembang menjadi sesuatu yang bernilai.
Tidak semua usaha harus dimulai dengan modal besar, target yang besar, atau dilakukan setiap hari. Kadang, kita hanya perlu melihat apa yang sudah ada di sekitar kita, memahami kebutuhan orang lain, kemudian berani mencoba.
Karena pada akhirnya, sebuah usaha bukan hanya tentang berapa banyak produk yang berhasil terjual. Ada kebahagiaan lain ketika apa yang kita lakukan ternyata bisa membantu seseorang mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.
.png)

0 Comments